Petition Closed
Petitioning Ketua DPRD Provinsi Kaltim Bapak H.M. Mukmin Faisyal and 3 others

Pemerintah KALTIM, Berikan Pendidikan Layak & Memadai di Desa Long Nah dan Kaum Marjinal Kota di Kaltim !

Kutai Timur, Kabupaten kaya di Kalimantan Timur sebagai salah satu pusat penyumbang dana APBN terbesar di Indonesia, dapat dibayangkan berapa besar  yang dihasilkan oleh Kabupaten ini, mulai dari hasil eksploitasi tambang hingga perkebunan kelapa sawit.

Siapa sangka  tingkat pendidikan di kabupaten kaya ini masih tergolong rendah, beberapa Kecamatan yang jauh dari pusat Kabupaten Kutai Timur, Sangatta masih jauh dari kata layak. Pusat pemerintahan yang jauh terpisah dengan kecamatan – kecamatan lainnya seperti Muara Ancalong , Kongbeng , Muara Wahau, dsb disinyalir menjadi sebab dari masalah ini, kurangnya pengawasan serta minimnya fasilitas yang diberikan oleh pemkab Kutai Timur menyebabkan ketertinggalan pendidikan tidak dapat di elakkan lagi.

Kecamatan Muara Ancalong , merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Kutai Timur , untuk mencapai daerah ini bisa melalui kota Samarinda  ±8 Jam perjalanan darat. Daerah ini terdiri dari 8 Desa yang tempatnya terpisahkan oleh sungai, jarak antara desa yang satu dengan yang lainnya ±2 Jam perjalanan air. Infrustruktur yang belum sepenuhnya terbangun menjadi suatu hambatan daerah ini untuk berkembang disamping itu juga disertai belum adanya listrik 24jam dan sanitasi air bersih di daerah ini.

Didaerah ini masyarakat pada umumnya hanya berpendidikan rata - rata sampai taraf SMA sekitar 60% dan tidak sampai 1% yang sempat mecicipi bangku perguruan tinggi , 25% SMP , 5% SD , dan sisanya tidak sekolah ( Sumber : Statistik Diknas Kutai Timur  2013) , Bahkan untuk beberapa desa angka buta aksara masih tergolong tinggi , contoh di Desa Long Nah sekitar 35% Warga desa masih buta aksara ( Sumber : Studi Lapangan Mahasiswa Unmul KKN Angkatan 39 Kutai Timur, Long Nah ) .

Berbagai masalah pendidikan masih kental didaerah ini, seiring berjalannya Kurikulum baru yang ditetapkan oleh Kemendikbud, ternyata kurikulum yang di gunakan didaerah ini masih menggunakan sistem kurikulum yang bahkan dibawah kurikulum KTSP, bukan hanya sebatas pada fasilitas pendidikan yang diberikan kepada siswa, sektor pengajar yakni guru – guru yang ada juga tidak luput dari masalah, program – program pembinaan di daerah ini juga tergolong minim.

 “ Bayangkan jika ingin ikut pelatihan harus pergi ke Sangatta , atau paling dekat ke Samarinda ,sedangkan ongkos kesana besar dan ongkos yang kami terima bahkan tidak mencukupi biaya  transportasi “  begitu ungkapan salah satu pengajar mereka.

Program – program pendidikan yang dinamis saat ini jarang diajarkan disamping karena  kurangnya tenaga pengajar, sarana penunjang lainnya juga memang tidak tersedia, seperti pelajaran komputer dengan alat bantunya, hingga saat ini siswa jenjang SMP pun belum mendapatkan pelajaran ini, padahal untuk menunjang kemajuan daerah hal – hal seperti ini sudah harus diajarkan sejak awal.

Masalah sosial pun tak luput terkena imbasnya, dalam satu desa hanya terdapat 1 (satu) Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama menumpang dengan sekolah yang ada didesa tetangga, hal ini terlihat wajar mengingat populasi yang ada memang tidak terlalu banyak untuk ukuran satu desa, sehingga wajar jika tiga desa ditempatkan untuk satu SMP di desa yang paling dekat, tapi yang menjadi sangat miris adalah ketika anak – anak ini lulus SMP, mereka yang ingin melanjutkan sekolah harus bersekolah di Desa Pusat kecamatan tepatnya di Desa Kelinjau yang jaraknya berjam – jam menempuh jalur sungai adapun dari sebagian itu terpaksa melanjutkan sekolah di Samarinda karena memang hanya ada 1 (satu) SMA di daerah ini,

 “ Bayangkan untuk satu kawasan yang luas hanya ada satu SMA yang menaunginya, hal inilah yang memicu masalah kesenjangan sosial, yang mana kebanyakan anak – anak dari warga yang benar – benar tidak mampu harus rela putus sekolah ”

Secara umum khususnya didaerah KAL-TIM masih banyak masalah – masalah pendidikan yang harus dibenahi, malu rasanya jika provinsi kaya ini tidak mampu mensejahterakan pendidikan rakyatnya secara menyeluruh, artinya jelas ini tidak mencerminkan amanat dari UUD yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, dimana setiap rakyat berhak mendapatkan pendidikan yang layak demi menunjang kemandirian serta kemajuan daerahnya.

 “ Tidak hanya di daerah terpencil, tapi daerah Kota pun Kekurangan Tenaga Pengajar. Kurangnya perhatian kepada tenaga pendidik non-formal untuk Pendidikan kaum Marjinal Kota ”

Atas dasar permasalahan kesenjangan sosial yang terjadi di berbagai daerah KALTIM yang memiliki APBD triliunan, dan misi kemajuan pendidikan melalui fokus anggaran dengan prosentasi besar, maka dirasa rancu jika permasalahan tersebut belum menemukan solusi dengan margin tersebut.

Fakta yang ditemukan, anggaran dikucurkan setiap periode tanpa konsep yang tak lagi jelas alirannya pada masa akhir periode (minimnya pengawasan). Sedangkan gaungan daripada beberapa lembaga pendidikan terus ada. Pendidikan formal yang diperoleh saja tidak cukup untuk dapat mengatasi permasalahan sosio-kultural beberapa daerah, terlebih di perkotaan. Pendidikan Non-formal diharapkan menjadi corong bagi lahirnya pertumbuhan progresif suatu daerah, meliputi anak-anak, orang tua, dan rakyat yang tidak mampu menjadi tanggungan negara agar dapat diberdayakan. Namun, persoalan tidak berhenti sampai dengan seberapa besar anggaran yang diberikan, URGENSI kualitas tenaga pendidik dan konsistensi untuk memberikan perhatian khusus pada masyarakat ini harus diwujudkan secara NYATA !

Kami bersama-sama melihat lingkungan daerah KALTIM tidak luput dari masih adanya warna kemiskinan, data sementara yang dimiliki, ditemukan ratusan anak di berbagai daerah tidak memperoleh pendidikan yang memadai dikarenakan anak-anak miskin kota dan orang tua mereka yang minim pendidikan serta kuatnya pengaruh lingkungan sekitar yang negatif menjadi alasan kuat yang berujung pada dampak lingkungan negatif lainnya, (degradasi moral, produktifitas rendah, dll). Oleh karena itu peran tenaga pendidikan non-formal menjadi suatu hal yang sangat penting saat ini , sekurang-kurangnya  pemangku kebijakan memperhatikan sumbangsih dan keikutsertaan mereka dalam pengaruhnya terhadap lingkungan tersebut.

 

Bantu kami menyuarakan ini, karena siapapun berhak memperoleh pendidikan yang layak dan memadai !

 

Selengkapnya :

https://www.facebook.com/groups/dukungpendidikanKALTIM/ 

https://www.facebook.com/pendidikanKALTIM

 

"Petisi ini merupakan bagian dari proses seleksi tahap 2 sebagai perwakilan provinsi Kalimantan Timur di Parlemen Muda Indonesia 2014."

Letter to
Ketua DPRD Provinsi Kaltim Bapak H.M. Mukmin Faisyal
Bupati Kutai Timur Bapak Isran Noor
GUBERNUR KALTIM Bapak Awang Faroek Ishak
and 1 other
Kepala Dinas Pendidikan KALTIM Bapak Musyahrim (Kepala Dinas Pendidikan KALTIM)
Yth. Para pemangku kebijakan

Berikan Pendidikan yang Layak dan Memadai untuk Desa Long Nah dan Kaum Marjinal Kota di Kaltim, jangan butakan mereka.