Selamatkan Sumber Air, Makan, dan Taman Bermain

Masalahnya

Sungai rusa merupakan anak sungai kapuas yang berhubungan langsung dengan sungai sejentu. Hampir keseluruhan masyarakat Desa Sentabai dan desa sekitarnya memanfaatkan perairan alam sebagai pemenuh primer dalam kebutuhan perekonomian mereka

sungai senjentu merupakan tempat berkembang Biak habitat ikan toman , di sungai tersebut masyarakat dulunya berlomba mendapatkan bibit ikan toman dengan mudah dan kemudian bibit tersebut mereka pelihara di keramba dengan masa waktu panen 1 tahun dan keuntungan /1 ton ± masyarakat mendapat keuntugan sebesar 20.000 / sekali panen .

akan tetapai saat sekarang sejak tahun 2007 masuk nya perusahann perkebunan sawit PT PIP perlahan masyarakat merasakan dampak limbah yang di lakukan perusahaan dengan rusak nya kualitas perairan sungai sejentu dan sungai rusa yang mengakibatkan puula hancur nya ekosistem serta biota yang berada di perairan tersebut .

 Desa sentabai merupakan desa yang sebagian besar masyarakat yang tinggal di pesisir sungai pekerjaan utama mereka ada berbudidaya ikan dengan sistem KJA ( keramba jaring apung ), ssungai juga di manfaat kan masyrakat sehari2 untuk mecuci dan mandi serta kebutuhan air minum di saat musim kemarau datang dan untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka sebagian mayrakat berladang dan menanam sayur , akan tetapi sekarang masyarakat tidak hanya di hadapkan dengan rusaknya perairan tetapi mereka juga di  hadapkan kepada , semakin sempitnya lahan pengelolaan masyarakat yang sebagian besar wilayah lahan kelola mereka di ambil ke perusahhaan pada tahun 2007 dengan di janjikan sistem kemitraan , tetapi saat  ini masyarakat belum pernah sama sekali merasakan hasill atas kemitraan tersebut

Perubahan – perubahan juga tidak berenti sampai di sini saja , dengan hilangnya lahan kehidupanmayarakat / lajhan kelola ,hampir seluruh masyarakat kini berpropesi sebagai buruh harian  lepas di perusahaan dengan gaji 68. 000/ minggu artinya masyrakat hanya mendapatkan pemasukkan perbulan Rp . 1.360.000 / bulan , dari daata investigasi yang di lakukan team link-ar borneo , kebutuhan akan kehidupan layak masyrakat Rp.± 5.000.000 yang terdiri dari kebutuhan sandang pangan , dan biyaya anak sekolah . artinya msayarakat kekurangan sumber penghasilan sebesar Rp. 3. 640.000 . ini juga bisa di katakan sebagai pelanggaran ham atas pola hidup masyrakat

Masyarakat berharap Sungai yang merupakan sumber air bersih bagi masyarakat bisa terselamatkan. karena Sungai berdampak langsung terhadap kehidupan di daerah aliran sungai.

Sungai juga merupakan sumber pakan bagi masyarakat, karena berbagai jenis ikan terdapat di kedua sungai tersebut.

avatar of the starter
Link-AR BorneoPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 184 pendukung

Masalahnya

Sungai rusa merupakan anak sungai kapuas yang berhubungan langsung dengan sungai sejentu. Hampir keseluruhan masyarakat Desa Sentabai dan desa sekitarnya memanfaatkan perairan alam sebagai pemenuh primer dalam kebutuhan perekonomian mereka

sungai senjentu merupakan tempat berkembang Biak habitat ikan toman , di sungai tersebut masyarakat dulunya berlomba mendapatkan bibit ikan toman dengan mudah dan kemudian bibit tersebut mereka pelihara di keramba dengan masa waktu panen 1 tahun dan keuntungan /1 ton ± masyarakat mendapat keuntugan sebesar 20.000 / sekali panen .

akan tetapai saat sekarang sejak tahun 2007 masuk nya perusahann perkebunan sawit PT PIP perlahan masyarakat merasakan dampak limbah yang di lakukan perusahaan dengan rusak nya kualitas perairan sungai sejentu dan sungai rusa yang mengakibatkan puula hancur nya ekosistem serta biota yang berada di perairan tersebut .

 Desa sentabai merupakan desa yang sebagian besar masyarakat yang tinggal di pesisir sungai pekerjaan utama mereka ada berbudidaya ikan dengan sistem KJA ( keramba jaring apung ), ssungai juga di manfaat kan masyrakat sehari2 untuk mecuci dan mandi serta kebutuhan air minum di saat musim kemarau datang dan untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka sebagian mayrakat berladang dan menanam sayur , akan tetapi sekarang masyarakat tidak hanya di hadapkan dengan rusaknya perairan tetapi mereka juga di  hadapkan kepada , semakin sempitnya lahan pengelolaan masyarakat yang sebagian besar wilayah lahan kelola mereka di ambil ke perusahhaan pada tahun 2007 dengan di janjikan sistem kemitraan , tetapi saat  ini masyarakat belum pernah sama sekali merasakan hasill atas kemitraan tersebut

Perubahan – perubahan juga tidak berenti sampai di sini saja , dengan hilangnya lahan kehidupanmayarakat / lajhan kelola ,hampir seluruh masyarakat kini berpropesi sebagai buruh harian  lepas di perusahaan dengan gaji 68. 000/ minggu artinya masyrakat hanya mendapatkan pemasukkan perbulan Rp . 1.360.000 / bulan , dari daata investigasi yang di lakukan team link-ar borneo , kebutuhan akan kehidupan layak masyrakat Rp.± 5.000.000 yang terdiri dari kebutuhan sandang pangan , dan biyaya anak sekolah . artinya msayarakat kekurangan sumber penghasilan sebesar Rp. 3. 640.000 . ini juga bisa di katakan sebagai pelanggaran ham atas pola hidup masyrakat

Masyarakat berharap Sungai yang merupakan sumber air bersih bagi masyarakat bisa terselamatkan. karena Sungai berdampak langsung terhadap kehidupan di daerah aliran sungai.

Sungai juga merupakan sumber pakan bagi masyarakat, karena berbagai jenis ikan terdapat di kedua sungai tersebut.

avatar of the starter
Link-AR BorneoPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Pemda Kapuas Hulu
Pemda Kapuas Hulu
PT. Paramita Internusa Pratama
PT. Paramita Internusa Pratama

Perkembangan Terakhir Petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 15 April 2016