Pembentukan Serikat Pekerja di Industri Film, TV, dan Iklan Indonesia

Masalahnya

Kepada seluruh pekerja dan pelaku industri kreatif di Indonesia,


Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan berbagai tragedi yang menggarisbawahi perlunya perubahan mendesak dalam kondisi kerja di industri kreatif, khususnya di sektor film, TV, dan iklan. Dua insiden tragis yang menimpa Mita Diran dan Rifqi Novara merupakan contoh nyata dari risiko yang kita hadapi setiap hari.


Tragedi yang Menjadi Pengingat


Mita Diran, seorang copywriter di agensi periklanan Indonesia, meninggal dunia setelah bekerja selama tiga hari berturut-turut tanpa istirahat yang memadai. Mita, yang saat itu berusia 27 tahun, menjadi korban dari budaya kerja yang memaksa pekerja untuk terus produktif tanpa memperhatikan kesehatan dan keselamatan mereka. Kematian Mita menyoroti bahaya jam kerja yang berlebihan dan konsumsi energi yang tidak sehat, yang sering kali diabaikan oleh perusahaan demi mengejar tenggat waktu yang ketat  .


Baru-baru ini, Rifqi Novara, seorang kru produksi film, mengalami kecelakaan lalu lintas setelah bekerja larut malam. Rifqi tertidur di belakang kemudi dalam perjalanan pulang, yang mengakibatkan kecelakaan fatal. Kasus Rifqi menyoroti risiko yang dihadapi pekerja yang harus bekerja berjam-jam tanpa istirahat yang cukup, terutama dalam kondisi kerja yang menuntut seperti produksi film .


Banyak Kasus Lain yang Tidak Terkuak


Tragisnya, kasus-kasus seperti ini bukanlah insiden yang terisolasi. Ada banyak pekerja lain di industri kreatif yang mengalami kecelakaan kerja atau bahkan kematian yang tidak pernah terkuak atau tidak mendapat perhatian yang layak. Beberapa di antaranya mungkin bekerja dalam kondisi yang sangat berat dengan tekanan tinggi, baik secara fisik maupun mental, namun karena berbagai alasan, kasus-kasus ini tidak tercatat atau dilaporkan secara resmi. Banyak pekerja yang akhirnya menderita dalam diam, tanpa ada yang tahu atau peduli.


Budaya kerja yang mengagungkan hasil maksimal dengan biaya dan waktu minimal telah menciptakan lingkungan kerja yang tidak berkelanjutan dan berbahaya bagi para pekerja. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya perlindungan dan regulasi yang memadai di industri ini. Pekerja freelance dan kontrak, yang sering kali tidak memiliki jaminan pekerjaan yang layak, menjadi kelompok yang paling rentan terhadap eksploitasi ini.


Mengapa Kita Perlu Serikat Pekerja


Kejadian-kejadian ini menunjukkan bahwa tanpa regulasi dan perlindungan yang memadai, pekerja di industri kreatif Indonesia terus menghadapi risiko yang tidak perlu. Serikat pekerja dapat berfungsi sebagai suara kolektif yang memperjuangkan hak-hak kita, termasuk:


 1. Kondisi Kerja yang Layak: Serikat pekerja dapat menetapkan batasan jam kerja yang wajar, memastikan bahwa tidak ada pekerja yang dipaksa bekerja melampaui batas kemampuan manusiawi.
 2. Kompensasi yang Adil: Setiap jam kerja, terutama overtime, harus dihargai dengan kompensasi yang layak. Serikat pekerja dapat memastikan hal ini ditegakkan dan tidak ada pekerja yang dirugikan.
 3. Perlindungan Kesehatan: Dengan adanya serikat pekerja, kita bisa mendorong perusahaan untuk menyediakan perlindungan kesehatan yang memadai, termasuk asuransi dan akses ke layanan kesehatan.
 4. Keamanan Kerja: Serikat pekerja dapat menegakkan standar keamanan yang tinggi, mencegah kecelakaan kerja yang tidak perlu, dan memastikan bahwa setiap pekerja pulang dengan selamat.
 5. Kesejahteraan Mental: Selain fisik, kesejahteraan mental juga harus menjadi prioritas. Serikat pekerja dapat menyediakan dukungan mental bagi pekerja yang tertekan oleh tuntutan pekerjaan yang berlebihan.


Ayo Bersatu untuk Perubahan


Kami mengajak Anda semua, pekerja di industri film, TV, dan iklan, untuk mendukung pembentukan serikat pekerja yang kuat dan efektif di Indonesia. Bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil, aman, dan sejahtera. Mari kita cegah tragedi berikutnya dengan memastikan bahwa setiap pekerja mendapatkan hak-haknya dan dapat bekerja dalam kondisi yang manusiawi.


Tanda tangani petisi ini sebagai langkah pertama untuk mendorong perubahan yang kita butuhkan. Dengan kekuatan kolektif, kita dapat membuat perbedaan nyata di industri ini.

 

avatar of the starter
Ray farandy PakpahanPembuka Petisi

4.104

Masalahnya

Kepada seluruh pekerja dan pelaku industri kreatif di Indonesia,


Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan berbagai tragedi yang menggarisbawahi perlunya perubahan mendesak dalam kondisi kerja di industri kreatif, khususnya di sektor film, TV, dan iklan. Dua insiden tragis yang menimpa Mita Diran dan Rifqi Novara merupakan contoh nyata dari risiko yang kita hadapi setiap hari.


Tragedi yang Menjadi Pengingat


Mita Diran, seorang copywriter di agensi periklanan Indonesia, meninggal dunia setelah bekerja selama tiga hari berturut-turut tanpa istirahat yang memadai. Mita, yang saat itu berusia 27 tahun, menjadi korban dari budaya kerja yang memaksa pekerja untuk terus produktif tanpa memperhatikan kesehatan dan keselamatan mereka. Kematian Mita menyoroti bahaya jam kerja yang berlebihan dan konsumsi energi yang tidak sehat, yang sering kali diabaikan oleh perusahaan demi mengejar tenggat waktu yang ketat  .


Baru-baru ini, Rifqi Novara, seorang kru produksi film, mengalami kecelakaan lalu lintas setelah bekerja larut malam. Rifqi tertidur di belakang kemudi dalam perjalanan pulang, yang mengakibatkan kecelakaan fatal. Kasus Rifqi menyoroti risiko yang dihadapi pekerja yang harus bekerja berjam-jam tanpa istirahat yang cukup, terutama dalam kondisi kerja yang menuntut seperti produksi film .


Banyak Kasus Lain yang Tidak Terkuak


Tragisnya, kasus-kasus seperti ini bukanlah insiden yang terisolasi. Ada banyak pekerja lain di industri kreatif yang mengalami kecelakaan kerja atau bahkan kematian yang tidak pernah terkuak atau tidak mendapat perhatian yang layak. Beberapa di antaranya mungkin bekerja dalam kondisi yang sangat berat dengan tekanan tinggi, baik secara fisik maupun mental, namun karena berbagai alasan, kasus-kasus ini tidak tercatat atau dilaporkan secara resmi. Banyak pekerja yang akhirnya menderita dalam diam, tanpa ada yang tahu atau peduli.


Budaya kerja yang mengagungkan hasil maksimal dengan biaya dan waktu minimal telah menciptakan lingkungan kerja yang tidak berkelanjutan dan berbahaya bagi para pekerja. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya perlindungan dan regulasi yang memadai di industri ini. Pekerja freelance dan kontrak, yang sering kali tidak memiliki jaminan pekerjaan yang layak, menjadi kelompok yang paling rentan terhadap eksploitasi ini.


Mengapa Kita Perlu Serikat Pekerja


Kejadian-kejadian ini menunjukkan bahwa tanpa regulasi dan perlindungan yang memadai, pekerja di industri kreatif Indonesia terus menghadapi risiko yang tidak perlu. Serikat pekerja dapat berfungsi sebagai suara kolektif yang memperjuangkan hak-hak kita, termasuk:


 1. Kondisi Kerja yang Layak: Serikat pekerja dapat menetapkan batasan jam kerja yang wajar, memastikan bahwa tidak ada pekerja yang dipaksa bekerja melampaui batas kemampuan manusiawi.
 2. Kompensasi yang Adil: Setiap jam kerja, terutama overtime, harus dihargai dengan kompensasi yang layak. Serikat pekerja dapat memastikan hal ini ditegakkan dan tidak ada pekerja yang dirugikan.
 3. Perlindungan Kesehatan: Dengan adanya serikat pekerja, kita bisa mendorong perusahaan untuk menyediakan perlindungan kesehatan yang memadai, termasuk asuransi dan akses ke layanan kesehatan.
 4. Keamanan Kerja: Serikat pekerja dapat menegakkan standar keamanan yang tinggi, mencegah kecelakaan kerja yang tidak perlu, dan memastikan bahwa setiap pekerja pulang dengan selamat.
 5. Kesejahteraan Mental: Selain fisik, kesejahteraan mental juga harus menjadi prioritas. Serikat pekerja dapat menyediakan dukungan mental bagi pekerja yang tertekan oleh tuntutan pekerjaan yang berlebihan.


Ayo Bersatu untuk Perubahan


Kami mengajak Anda semua, pekerja di industri film, TV, dan iklan, untuk mendukung pembentukan serikat pekerja yang kuat dan efektif di Indonesia. Bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil, aman, dan sejahtera. Mari kita cegah tragedi berikutnya dengan memastikan bahwa setiap pekerja mendapatkan hak-haknya dan dapat bekerja dalam kondisi yang manusiawi.


Tanda tangani petisi ini sebagai langkah pertama untuk mendorong perubahan yang kita butuhkan. Dengan kekuatan kolektif, kita dapat membuat perbedaan nyata di industri ini.

 

avatar of the starter
Ray farandy PakpahanPembuka Petisi
Dukung sekarang

4.104


Perkembangan terakhir petisi