Mendukung PB Djarum lanjutkan audisi umum di 2020, Tolak putusan KPAI & Lentera Anak

0 telah menandatangani. Mari kita ke 150.000.


Melalui program pendidikan bulutangkis yang matang, serius, dan profesional, dedikasi PB Djarum terhadap olahraga Bulutangkis tidak pantas diragukan oleh siapapun. 

Sejak berdirinya di tahun 1969, PB Djarum telah terbukti melahirkan atlet-atlet bulutangkis profesional tingkat dunia yang telah mengharumkan nama Indonesia. Liem Swie King,  Alan Budi Kusuma, Mohammad Ahsan, Kevin Sanjaya Sukomuljo, Liliyana Natsir adalah diantara para atlet asuhan PB Djarum.

Tuduhan bahwa PB Djarum telah melakukan eksploitasi terhadap anak dan memperkenalkan rokok sedari dini pada anak di bawah umur, merupakan tuduhan yang liar dan tak berdasar. Tidak ada bukti yang menunjukkan hal-hal tersebut.

Bulutangkis sudah mendarah daging bagi masyarakat Indonesia, baik di kalangan orang tua, remaja, bahkan anak-anak. Terbukti, audisi umum PB Djarum kerap diikuti ribuan anak berbagai umur yang ingin mengejar cita-cita menjadi atlet bulutangkis profesional seperti para idola mereka.

Menghentikan audisi umum PB Djarum sama saja menghentikan langkah para penerus bangsa untuk meraih mimpi mereka. Mimpi untuk menjadi atlet bulutangkis profesional yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.