Hentikan pencemaran terhadap Tubuh Kristus dalam rupa Hosti Kudus

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Hosti yang sudah dikonsekrasi adalah sama dengan Tubuh Kristus.

Tubuh Kristus yang dikurbankan untuk kita.

Tubuh TUHAN kita Yesus Kristus yang Kudus dan Mulia.

Bagaimanakah seharusnya kita bersikap dan memperlakukan Tubuh TUHAN kita?

TUHAN kita,
yang menciptakan kita,
yang sudah disiksa sampai mati demi menyelamatkan kita.

Bagaimana seharusnya kita memperlakukan yang Kudus?

Apakah semua orang boleh memegang-Nya?
Apakah siapa saja boleh membawa-Nya?


Apakah cukup hanya dengan :
1. Berusia 18-59 tahun
2. Beriman Katolik
3. Telah menerima Sakramen Inisiasi penuh (Baptis, Penguatan, dan Ekaristi)
4. Sehat jasmani dan rohani
5. Berkenan menghantar Komuni Kudus mengikuti aturan yang telah ditentukan oleh KAJ


Apakah cukup hanya dengan syarat itu maka orang-orang boleh memegang dan membawa Tubuh Tuhan Yesus?
Orang-orang yang bahkan mungkin sudah berbulan-bulan lamanya tidak menerima Sakramen Rekonsiliasi.

 

[94.] It is not licit for the faithful “to take . . . by themselves . . . and, still less, to hand . . . from one to another” the sacred host or the sacred chalice.

https://www.vatican.va/roman_curia/congregations/ccdds/documents/rc_con_ccdds_doc_20040423_redemptionis-sacramentum_en.html#_ftnref179

 

Apakah Tubuh Kristus boleh diletakkan dimana saja? Disimpan dimana saja yang penting ukurannya pas? seperti kotak Rosario yang dilapisi dengan kain putih? bahkan kain yang termahal diseluruh dunia pun sebenarnya tak layak menjadi alas bagi Tubuh-NYA yang teramat Kudus dan Mulia.

Apakah anda menyimpan barang berharga anda dimana saja yang penting ukurannya pas dan barang anda muat dimasukkan kesitu?
Bukankah anda menyimpan emas perhiasan dan emas logam mulia di dalam kotak khusus? Ataukah anda menyimpan emas anda di dalam kaleng kerupuk?

Tidakkah anda menyimpan gaun pesta anda, AMIK, ALBA, SINGEL, STOLA, KASULA anda didalam sebuah lemari - atau anda hamparkan begitu saja di lantai?


Jika benda-benda mati itu saja kita letakkan dan kita simpan di tempat-tempat tertentu yang memang dikhususkan untuk menyimpannya, apalagi Tubuh Kristus yang Hidup ???

Dimana anda pikir sebaiknya meletakkan Tubuh Kristus yang Hidup ???

Tolong berikanlah kehormatan, kemuliaan, dan penyembahan yang sudah selayaknya dan sepantasnya diterima oleh Tuhan kita, Tuhan Yesus Kristus.

DIA sudah merendahkan Diri-Nya begitu rupa hingga rela mengambil wujud sebagai sekeping Hosti dan menjadi Makanan bagi kita manusia yang hina dan berdosa ini, masihkah kita merendahkan DIA lagi dan terus menerus menyakiti-Nya dengan memperlakukan-NYA seperti ini?

Tolong hentikanlah segera semua bentuk dosa sakrilegi terhadap Tubuh Kristus.

Tolong hentikanlah pemberian Komuni Kudus yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak tertahbis.

Tolong hentikanlah praktek penerimaan Komuni Kudus di tangan. Meletakkan Hosti di tangan akan menyebabkan partikel-partikel Hosti Kudus (Tubuh Kristus) jatuh berceceran.

https://youtu.be/PXPDXf1gwks

Bukannya lidah kita lebih suci atau lebih kudus daripada tangan kita, tapi kita tidak boleh abai terhadap kenyataan ini, kenyataan bahwa setiap kali kita menerima / membagikan Hosti Kudus di tangan, maka Tubuh Kristus juga akan tercecer di tangan penerima.

Tolong hentikanlah segera semua bentuk dosa sakrilegi terhadap Tubuh Kristus.

Tolong hidupkanlah kembali kebiasaan untuk menerima Sakramen Rekonsiliasi sebelum menerima Komuni Kudus.

 

Dispositions for the Reception of Holy Communion

[80.] The Eucharist is to be offered to the faithful, among other reasons, “as an antidote, by which we are freed from daily faults and preserved from mortal sins”,[160]as is brought to light in various parts of the Mass. As for the Penitential Act placed at the beginning of Mass, it has the purpose of preparing all to be ready to celebrate the sacred mysteries;[161]even so, “it lacks the efficacy of the Sacrament of Penance”,[162] and cannot be regarded as a substitute for the Sacrament of Penance in remission of graver sins. Pastors of souls should take care to ensure diligent catechetical instruction, so that Christian doctrine is handed on to Christ’s faithful in this matter.

[81.] The Church’s custom shows that it is necessary for each person to examine himself at depth,[163] and that anyone who is conscious of grave sin should not celebrate or receive the Body of the Lord without prior sacramental confession, except for grave reason when the possibility of confession is lacking; in this case he will remember that he is bound by the obligation of making an act of perfect contrition, which includes the intention to confess as soon as possible”.[164]

https://www.vatican.va/roman_curia/congregations/ccdds/documents/rc_con_ccdds_doc_20040423_redemptionis-sacramentum_en.html#_ftnref179

 

Bukankah kita semua (baik tertahbis maupun awam) sudah menerima dan mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Penyelamat dalam hidup kita?

Mari kita memberikan hormat dan kemuliaan kepada DIA, Tuhan Yesus Kristus, teristimewa dalam Komuni Kudus yang merupakan bukti nyata cinta kasih-Nya yang tak berkesudahan bagi umat manusia.