Confirmed victory
Petitioning Ketua MPR RI Zulkifli Hasan and 4 others

Pak @SBYudhoyono Pak @Zul_Hasan : Batalkan Izin Penebangan Hutan Kepulauan Aru


Tiba-tiba saya khawatir Kepulauan Aru. 500 ribu hektar hutan leluhur saya di Maluku mau dibabat massal! Total luasnya hanya 643 ribu. Berarti hampir habis! Kabarnya, gabungan 28 perusahaan kantongi izin Menteri Kehutanan @Zul_Hasan, terutama untuk pembabatan itu.

Hingga sekarang, kekayaan dan keindahannya terjaga. Kawan saya anak Maluku, Jacky Manuputty belum lama menelusuri perairan besar kepulauan ini, melewati pesisir desa-desa adat dengan rumah berbentuk panggung di atas air. Kaya!

Tapi kenapa ya, tahun 2010, BPS mencatat pulau Maluku sebagai propinsi termiskin ke-3 di Indonesia. Lalu, apa yang tersisa dari Maluku, jika kekayaan tersisa berupa bentangan hutan lebat, tempat bermainnya unggas Cendrawasih ini dibabat massal?

Hampir semua penduduk lokal dari 117 desa menolak perkebunan ini. Bung Jacky bilang masyarakat Kepulauan Aru butuh banyak dukungan dari kita.

Oya, jarak Kepulauan Aru dari Ambon (1,5 jam penerbangan) persulit akses pantauan ke sana. Tapi beberapa teman bersedia ke Aru. Akhir bulan ini, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku dan KOMNAS HAM Maluku akan ke sana. Kunjungan ini turut memperkuat konsolidasi masyarakat Aru dalam gerakan penolakan mereka.

Teman-teman netizen sudah menolak, termasuk #SaveAru yang dimobilisasi oleh "Maluku Bloggers" di media sosial. Saya sendiri ingin ikutan menjadi corong perjuangan mereka dengan memulai petisi di laman www.change.org/SaveAru

Nah, tandatangani dan sebar ya petisi #SaveAru! Saya ingin coba kumpulkan 10 ribu dukungan teman-teman sebangsa, juga anak Maluku!

Salam perubahan untuk Indonesia di tanah Maluku manise!

Beta Glenn Fredly @GlennFredly & Jacky Manuputty @jmanuputty

 

 

Letter to
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan
and 2 others
Presiden Republik Indonesia SBY & Zulkifli
Presiden Direktur Menara Group Chairul Anhar
Tiba-tiba saya khawatir Kepulauan Aru. 500 ribu hektar hutan leluhur saya di Maluku mau dibabat massal! Total luasnya hanya 643 ribu. Berarti hampir habis! Kabarnya, gabungan 28 perusahaan kantongi izin Menteri Kehutanan @Zul_Hasan, terutama untuk pembabatan itu.

Hingga sekarang, kekayaan dan keindahannya terjaga. Kawan saya anak Maluku, Jacky Manuputty belum lama menelusuri perairan besar kepulauan ini, melewati pesisir desa-desa adat dengan rumah berbentuk panggung di atas air. Kaya!

Tapi kenapa ya, tahun 2010, BPS mencatat pulau Maluku sebagai propinsi termiskin ke-3 di Indonesia. Lalu, apa yang tersisa dari Maluku, jika kekayaan tersisa berupa bentangan hutan lebat, tempat bermainnya unggas Cendrawasih ini dibabat massal?

Hampir semua penduduk lokal dari 117 desa menolak perkebunan ini. Bung Jacky bilang masyarakat Kepulauan Aru butuh banyak dukungan dari kita.

Oya, jarak Kepulauan Aru dari Ambon (1,5 jam penerbangan) persulit akses pantauan ke sana. Tapi beberapa teman bersedia ke Aru. Akhir bulan ini, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku dan KOMNAS HAM Maluku akan ke sana. Kunjungan ini turut memperkuat konsolidasi masyarakat Aru dalam gerakan penolakan mereka.

Teman-teman netizen sudah menolak, termasuk #SaveAru yang dimobilisasi oleh "Maluku Bloggers" di media sosial. Saya sendiri ingin ikutan menjadi corong perjuangan mereka dengan memulai petisi di laman www.change.org/SaveAru.

Nah, tandatangani dan sebar ya petisi #SaveAru! Saya ingin coba kumpulkan 10 ribu dukungan teman-teman sebangsa, juga anak Maluku!

Salam perubahan untuk Indonesia di tanah Maluku manise! #SaveAru