Pak Gubernur Jabar, Atur Party di Bar Selama Pandemi! #PandemiKokParty

0 telah menandatangani. Mari kita ke 35.000.


Nama saya Matahari. Saya adalah seorang mahasiswa, dan di tengah pandemi ini, saya mengerti betapa beratnya hidup karena hanya bisa bertemu dengan teman - teman lewat layar kaca saja, tanpa adanya interaksi langsung di tempat umum. Semuanya agar laju penyebaran virus Covid-19 dapat berkurang.

Tapi, hari Sabtu, 26 September kemarin, saya kaget. Foto anak muda seumuran saya yang sedang berkumpul tanpa masker dan gak menjaga jarak di dalam sebuah bar di kota Bandung tersebar di Instagram Story

Dan ternyata, itu bukan kali pertama sebuah party diadakan di bar dan klab malam di Bandung. Teman saya yang tinggal di daerah Dipatiukur yang memiliki banyak klab dan bar, bilang kalau selama ini, sudah banyak tempat yang mulai menyelenggarakan party untuk umum dan didatangi banyak orang. Pengunjungnya? Bukan hanya mereka yang pakai mobil berplat D, tetapi juga plat B dan sekitarnya.

Kejadian ini buat saya kaget dan kecewa. Padahal, rumah sakit rujukan di Kota Bandung, Rumah Sakit Hasan Sadikin, kini kembali dipenuhi oleh pasien Covid-19. Bayangkan jika ada penambahan kasus baru karena sering terjadi party di Bandung!

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mengeluarkan Peraturan Gubernur no. 46 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru, yang diterjemahkan dalam Peraturan Walikota Bandung no. 37 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru yang direvisi menjadi Perwalkot no. 46 / 2020. Namun, di revisi Perwalkot tersebut, kegiatan party di bar / klab malam diperbolehkan jika mendapatkan izin dari Gugus Tugas Covid-19 tingkat kota

Mengingat bahaya yang bisa disebabkan oleh kegiatan party di bar / klab malam, maka saya pun meminta agar Pemprov Jawa Barat membuat aturan yang lebih ketat dengan jam operasional yang lebih jelas untuk bar / klab malam untuk mencegah adanya kegiatan serupa di kemudian hari.

Pandemi ini memang membatasi kesenangan kita bersama teman - teman, tapi tanpa adanya kepatuhan, sampai kapanpun kita tidak akan bisa kembali bertemu dengan mereka.


Salam, 

Matahari.