TUNDA MASUK SEKOLAH SELAMA PANDEMI

0 telah menandatangani. Mari kita ke 150.000.


Ini adalah foto suasana kelas di Jeonmin High School, Daejeon, Korea Selatan. Para siswa usia remaja melakukan protokol kesehatan yang ketat bahkan masing2 tempat duduk diberi papan plastik untuk physical distancing.

Sebagai seorang ibu dengan satu anak, berbagai pertanyaan mulai terlintas di kepala. Bagaimana jika siswa yang masuk sekolah ini adalah siswa yunior yang masih anak2?

Relakah kita mengizinkan anak-anak masuk sekolah padahal lebaran aja masih banyak yg melanggar protokol kesehatan? 

Bagaimana membuat anak2 bisa memakai masker di sepanjang waktu di sekolah? Bisakah kita menjamin anak2 akan mengganti masker kainnya setelah 4 jam pemakaian atau saat kotor/basah krn keringat atau air?

Bisakah kita benar2 percaya bahwa anak2 tidak akan mengucek mata atau memegang hidung dan mulutnya selama di sekolah?

Bisakah anak2 tetap menjaga jarak minimal 1.5 meter bahkan saat jam istirahat dan pulang sekolah, apalagi jika anak sangat aktif bergerak atau excited karena lama tidak bertemu satu sama lain?

Bolehkah makan atau jajan di kantin sekolah? Bagaimana agar anak aman saat menggunakan toilet sekolah bergantian?

Bisakah kita menjamin anak2 nggak pegang2 benda sesuka hati (bahkan memegang pegangan tangga atau gagang pintu misalnya)?

Bagaimana menjamin saat waktu mengantar dan menjemput di sekolah itu tidak bergerombol?

Sudah terbayang kah bagaimana protokol masuk rumah jika anak2 pulang sekolah, misalnya baju seragam harus masuk cucian dan ganti setiap hari, perlengkapan sekolah harus dibersihkan, langsung mandi?

Siapkah guru2 mengawasi dan mengontrol semuanya? Double tugas selain mengajar? 

Bagaimana persiapan fasilitas sekolahnya? Memadaikah? Dan lain-lain.

Menjalankan protokol kesehatan di sekolah perlu persiapan yang matang baik dari segi fasilitas sekolah hingga edukasi ke ortu, guru, dan para siswa.

Wacana masuk sekolah tentu membuat hati berdebar khawatir. Pandemi di negara kita masih terus naik dari hari ke hari. Relakah kita melepas anak2 ke sekolah?

Untuk itu, saya mengajak semua untuk menandatangani petisi Tunda Masuk Sekolah Selama Pandemi demi melindungi anak-anak dan keluarga dari persebaran Covid19. Harapannya, pemerintah RI tetap menggunakan sistem belajar #dirumahaja secara online. 

Dukung dan sebarkan petisi ini ya!

Salam,

@watiekideo