Larang cat bertimbal, selamatkan anak Indonesia!

17.875

Masalahnya

Bahasa Indonesia / English

“Perkembangan otak anak-anak hanya mempunyai kesempatan satu kali seumur hidup, tidak dapat diulang” - Prof. Philip Grandjean, Harvard University of Public School.

Ketika mendengar pernyataan itu, saya teringat cucu saya yang berumur 2,5 tahun saat petisi ini diluncurkan (2020). Ia dan 45 juta anak Indonesia lainnya terancam oleh zat kimia berbahaya. Tapi, mereka dan orang tuanya bahkan tidak akan sadar.

Timbal merupakan zat kimia berbahaya dan beracun, salah satu penyebab penurunan kecerdasan pada anak. Namun, saat ini masih banyak digunakan sebagai bahan dasar cat enamel (cat kayu besi, berpelarut minyak) yang memberikan warna cerah, seperti kuning, putih, merah, jingga, dan hijau

Warna-warna itu sering digunakan di berbagai taman bermain, PAUD, TK, dan fasilitas lainnya. Sehingga, tanpa disadari, kita telah membiarkan anak-anak mengonsumsi timbal, terutama ketika mereka memegang alat bermain lalu jari-jarinya masuk ke mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. 

Berdasarkan penelitian Nexus3 Foundation, 77% cat dekoratif, terutama untuk kayu dan besi, yang dijual di Indonesia masih mengandung timbal hingga lebih dari 100.000 ppm, jauh di atas standar internasional yang disepakati, yaitu 90 ppm. 

Pada tahun 2013, Indonesia sepakat mendukung komitmen internasional untuk menghapuskan timbal dalam cat dalam forum SAICM (Strategic Approach to International Chemicals Management), yang kini menjadi Global Framework on Chemicals (GFC). Dalam kesepakatan ini, Indonesia juga berjanji bahwa di tahun 2020 akan melarang penggunaan timbal dalam cat. Namun, sampai tenggat waktu terlampaui, Indonesia hanya mensyaratkan standar nasional yang bersifat sukarela untuk membatasi kandungan timbal 90 ppm.

Itulah mengapa, Pak Presiden Prabowo Subianto, saya ingin meminta agar dibuat peraturan pemerintah yang melarang penggunaan timbal sebagai pewarna dan pengering cat dekoratif. Jika sudah ada Peraturan Presiden, maka kementerian-kementerian terkait serta industri dapat langsung menyesuaikan diri.

Cucu saya, sama seperti 45 juta anak dari generasi emas Indonesia, adalah calon penerus bangsa. Menghapuskan cat bertimbal tidak akan merugikan pengusaha-pengusaha kaya, tetapi dapat melindungi generasi emas Indonesia, kesehatan pekerja dan keberlanjutan lingkungan. 

Masyarakat Indonesia yang cerdas dapat dicapai dengan melarang cat bertimbal.


Salam lestari untuk Indonesia sehat dan bebas timbal dalam cat,
Yuyun Ismawati

avatar of the starter
Yuyun IsmawatiPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia
Agus Gumiwang Kartasasmita
Agus Gumiwang Kartasasmita
Menteri Perindustrian

Perkembangan Terakhir Petisi