Petisi ditutup

Pak Jokowi, Pulau Bangka Sulut kritis! Hentikan pertambangan PT. MMP.

Petisi ini mencapai 29.481 pendukung


Saya membuat petisi ini karena hidup kami sudah sangat terdesak. Semua warga Pulau Bangka terancam, termasuk keluarga saya. Saya tersadar betapa gentingnya masalah di pulau kami saat suami saya melaut. Ia pergi ke tempat biasa memanah ikan yang sekarang jadi tempat PT MMP menimbun pesisir pantai untuk pembangunan jetty.

Betapa kagetnya suami saya dan saudaranya, saat mereka menyelam, mereka tidak melihat apa-apa lagi. Ikan dan karang tidak terlihat karena air warnanya sangat keruh dan berlumpur. Padahal tempat itu menjadi tempat hidup bermacam-macam  jenis ikan, mulai dari cumi, ikan baronang, ikan kakatua, ikan bijih nangka dan lainnya. Ikan-ikan di tempat itu entah pergi ke mana saat tempat hidupnya dihancurkan oleh aktivitas penambangan.

Sebulan terakhir, air yang di pesisir pantai kami mulai kabur dan jadi cokelat. Kami curiga ini akibat penimbunan pesisir pantai yang di bangun jetty oleh perusahaan. Padahal jarak antara penimbunan pantai yang di pantai Kayu Bulan dan pantai Kahuku berjarak 1,5 KM. Tapi jika air sedang berombak apalagi jika angin selatan, pesisir pantai langsung cokelat dan airnya tidak bisa kami gunakan untuk mandi.

Dulu sebelum ada tambang , air jernih dan bersih sangat melimpah di desa kami di Kahuku. Tapi setelah aktivitas PT MMP mulai berangsung, kami susah dapat air bersih. Air yang kami dapatpun tidak mencukupi kebutuhan kami sehari-hari.

Untuk memenuhi kebutuhan, saya dan warga sering kali menggunakan air yang tidak terlalu bersih dan tidak layak di konsumsi dan banyak kali untuk cuci-menyuci kami harus menggunakan air laut saja. Dulu setiap pagi dan sore saya dan anak-anak sering mandi di pantai. Tapi sekarang sudah jarang kami mandi, karna kami rasa airnya kotor dan bisa berbahaya buat anak-anak.

Sementara kami kesulitan air, perusahaan membuang-buang banyak air. Aktivitas PT MMP yang sangat banyak menggunakan air adalah kegiatan pengeboran, pembuatan infrastruktur, seperti jalan, rumah dan gudang-gudang serta penyiraman lahan-lahan yang di gusur dan akhirnya berdebu.

Dua minggu terakhir ini, saya dan warga penolak tambang dibuat emosi dan marah. Soalnya kebun dan tanah kami telah digusur tanpa sepengetahuan dan seizin kami. Tanah adat juga telah diperjualbelikan tanpa musyawarah dan sepengetahuan masyarakat Kahuku. Saat ini telah dibangun gudang peledak di atas lahan tanah adat yang sudah di jual aparat desa tersebut.

Harapan kami agar mendapat dukungan banyak pihak untuk mendukung perjuangan perjuangan tolak tambang di Pulau Bangka dengan menandatangani petisi ini. Kami juga menggantungkan harapan kepada pemerintahan baru yang akan datang. Semoga pemerintah yang baru melihat upaya-upaya hukum yang sudah kami perjuangan dan menangkan.

PT MMP sepatutnya dikeluarkan dari pulau kami, tanah kelahiran kami. Karena konflik soal tambang, kami jadi saling memusuhi antara yang tolak tambang dan terima tambang, padahal kami masih bersaudara semua.

Pak Jokowi harus tahu, bahwa hidup kami di Pulau Bangka sudah sangat terdesak.

Saya berharap Pak Jokowi membela kami, dan menyelamatkan Pulau Bangka Sulut dari kehancuran. Hentikan PT MMP, Pak Jokowi! 

 

Salam, Mama Dian (Diana F. Takumansang).



Hari ini: Mama mengandalkanmu

Mama Dian membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Pak @jokowi_do2, Pulau Bangka Sulut kritis! Hentikan pertambangan PT. MMP. @bravonur". Bergabunglah dengan Mama dan 29.480 pendukung lainnya hari ini.