Petitioning Presiden Republik Indonesia Joko Widodo and 3 others

Pak Jokowi dan Pak JK; Tuntaskan Ujian Sejarah Bangsa Pak SBY #10thnMunir

Bapak Presiden Joko Widodo,

Apa kabar? Sudah empat bulan Bapak jadi Presiden.  Saya ingin sampaikan pesan yang pernah saya sampaikan kepada Presiden terdahulu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Saya tahu Bapak sibuk. Apalagi tekad Bapak sejak semula adalah kerja, kerja, dan kerja. Bapak Presiden terdahulu saya dengar dari orang sekelilingnya juga bekerja. Siang malam. Sepuluh tahun. Tapi entah mengapa, kerjanya tak menghasilkan keadilan.

Kerja warga biasa seperti saya tentu beda dengan kerja warga yang dipercaya jadi Presiden. Saya tak punya kekuasaan politik. Saya bukan pemimpin dari lembaga-lembaga pemerintah seperti Kepolisian dan Kejaksaan yang berwenang menuntut pelaku kejahatan ke pengadilan.

Ya, menuntut dalang utama pembunuh suami saya ke pengadilan.

Bapak tentu tahu bahwa menegakkan keadilan tak akan berhasil tanpa kerja. Tetapi kerja dalam pengertian yang sepantasnya, bukan hanya menghasilkan kesibukan.

Saya sadar, dalang pembunuh Munir bukan orang biasa. Barangkali dia bisa mempengaruhi begitu banyak petinggi negara sehingga dirinya kebal hukum. Bahkan bisa menakut-nakuti dengan ancaman, atau merayu dengan uang.  

Tapi itu tidak menyurutkan harapan saya. Sama sekali seharusnya tidak melemahkan saya dan kawan-kawan yang mencintai Munir. Tidak pula seharusnya membuat seorang Presiden diam seribu bahasa.

Oya, keadilan yang saya tuntut bukan hanya untuk kasus suami saya. Tapi keadilan bagi semua korban kekerasan negara di masa Orde Baru, dari Tragedi 1965, Tragedi Priok 1984, Talangsari 1989, Penghilangan Paksa 1997/1998, hingga Tragedi Trisakti, Mei, Semanggi 1998/1999.

Jika Bapak seorang Presiden sejati, maka seyogyanya kekuasaan Bapak dapat digunakan untuk menegakkan Keadilan.

Saya tunggu.

Letter to
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Presiden Republik Indonesia)
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo
and 1 other
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo
Bapak Presiden Joko Widodo,

Apa kabar? Sudah empat bulan Bapak jadi Presiden. Saya ingin sampaikan pesan yang pernah saya sampaikan kepada Presiden terdahulu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Saya tahu Bapak sibuk. Apalagi tekad Bapak sejak semula adalah kerja, kerja, dan kerja. Bapak Presiden terdahulu saya dengar dari orang sekelilingnya juga bekerja. Siang malam. Sepuluh tahun. Tapi entah mengapa, kerjanya tak menghasilkan keadilan.

Kerja warga biasa seperti saya tentu beda dengan kerja warga yang dipercaya jadi Presiden. Saya tak punya kekuasaan politik. Saya bukan pemimpin dari lembaga-lembaga pemerintah seperti Kepolisian dan Kejaksaan yang berwenang menuntut pelaku kejahatan ke pengadilan.
Ya, menuntut dalang utama pembunuh suami saya ke pengadilan.
Bapak tentu tahu bahwa menegakkan keadilan tak akan berhasil tanpa kerja. Tetapi kerja dalam pengertian yang sepantasnya, bukan hanya menghasilkan kesibukan.

Saya sadar, dalang pembunuh Munir bukan orang biasa. Barangkali dia bisa mempengaruhi begitu banyak petinggi negara sehingga dirinya kebal hukum. Bahkan bisa menakut-nakuti dengan ancaman, atau merayu dengan uang.

Tapi itu tidak menyurutkan harapan saya. Sama sekali seharusnya tidak melemahkan saya dan kawan-kawan yang mencintai Munir. Tidak pula seharusnya membuat seorang Presiden diam seribu bahasa.

Oya, keadilan yang saya tuntut bukan hanya untuk kasus suami saya. Tapi keadilan bagi semua korban kekerasan negara di masa Orde Baru, dari Tragedi 1965, Tragedi Priok 1984, Talangsari 1989, Penghilangan Paksa 1997/1998, hingga Tragedi Trisakti, Mei, Semanggi 1998/1999.
Jika Bapak seorang Presiden sejati, maka seyogyanya kekuasaan Bapak dapat digunakan untuk menegakkan Keadilan.

Saya tunggu.