

Ayo Kita Bersama-sama Mendukung Gerakan #MACITA (#MAricuCITAngan)!


Ayo Kita Bersama-sama Mendukung Gerakan #MACITA (#MAricuCITAngan)!
Masalahnya
Diare merupakan salah satu penyakit yang penularannya berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sebagian besar kuman penyebab diare ditularkan melalui oral yang mana dalam hal ini tangan yang mengandung kuman dapat menjadi perantara terjadinya penyakit diare. Penyakit ini dapat berakibat fatal seperti kematian dan dapat menyerang siapa saja tak terkecuali anak-anak sebab anak-anak merupakan kelompok usia yang rawan terjangkit penyakit.
Kejadian diare di Surabaya masih menduduki peringkat pertama dari seluruh kabupaten di Jawa Timur yaitu sebesar 2.801.409 kejadian (Dinkes Jatim, 2013). Daerah di Surabaya dengan angka kejadian diare tertinggi yaitu di wilayah kerja Puskesmas Gading Kecamatan Tambaksari Surabaya yaitu sebesar 4.150 jiwa dan kasus yang tertangani sebesar 4,39% (Dinkes Surabaya, 2013). Kejadian diare pada anak usia sekolah (5-14 tahun) di wilayah tersebut pada tahun 2012 sebanyak 32 jiwa dan pada tahun 2013 terjadi peningkatan hingga hampir dua kali lipat, yaitu sebanyak 60 jiwa. Salah satu sekolah yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Gading adalah SDN Gading V Surabaya. Berdasarkan hasil tanya jawab dengan siswa kelas 5 SDN Gading V Surabaya, hampir semua siswa mengaku pernah mengalami diare. Pada dasarnya, diare dapat dicegah dengan kesadaran akan personal hygiene, salah satunya ialah perilaku 7 langkah cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Oleh karena itu, perlu adanya banyak dukungan dari kita semua untuk dapat mencegah terjadinya penyakit diare, salah satunya dengan Gerakan #MACITA (#MAricuCITAngan) dengan cara menandatangani petisi ini.
“Dengan Gerakan #MACITA (#MAricuCITAngan), Penyakit Diare Dapat Dicegah.”
Salam Sehat,
#MACITA

Masalahnya
Diare merupakan salah satu penyakit yang penularannya berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sebagian besar kuman penyebab diare ditularkan melalui oral yang mana dalam hal ini tangan yang mengandung kuman dapat menjadi perantara terjadinya penyakit diare. Penyakit ini dapat berakibat fatal seperti kematian dan dapat menyerang siapa saja tak terkecuali anak-anak sebab anak-anak merupakan kelompok usia yang rawan terjangkit penyakit.
Kejadian diare di Surabaya masih menduduki peringkat pertama dari seluruh kabupaten di Jawa Timur yaitu sebesar 2.801.409 kejadian (Dinkes Jatim, 2013). Daerah di Surabaya dengan angka kejadian diare tertinggi yaitu di wilayah kerja Puskesmas Gading Kecamatan Tambaksari Surabaya yaitu sebesar 4.150 jiwa dan kasus yang tertangani sebesar 4,39% (Dinkes Surabaya, 2013). Kejadian diare pada anak usia sekolah (5-14 tahun) di wilayah tersebut pada tahun 2012 sebanyak 32 jiwa dan pada tahun 2013 terjadi peningkatan hingga hampir dua kali lipat, yaitu sebanyak 60 jiwa. Salah satu sekolah yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Gading adalah SDN Gading V Surabaya. Berdasarkan hasil tanya jawab dengan siswa kelas 5 SDN Gading V Surabaya, hampir semua siswa mengaku pernah mengalami diare. Pada dasarnya, diare dapat dicegah dengan kesadaran akan personal hygiene, salah satunya ialah perilaku 7 langkah cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Oleh karena itu, perlu adanya banyak dukungan dari kita semua untuk dapat mencegah terjadinya penyakit diare, salah satunya dengan Gerakan #MACITA (#MAricuCITAngan) dengan cara menandatangani petisi ini.
“Dengan Gerakan #MACITA (#MAricuCITAngan), Penyakit Diare Dapat Dicegah.”
Salam Sehat,
#MACITA

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 17 November 2015