Kendalikan Obesitas Dengan #SEMARAK (SEimbangkan MAkan dan geRAKmu)

Kendalikan Obesitas Dengan #SEMARAK (SEimbangkan MAkan dan geRAKmu)

Masalahnya

Menurut WHO tahun 2005, obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak berlebihan dengan ambang batas IMT/U>2 Standar Deviasi. Obesitas dapat terjadi karena beberapa faktor yaitu adanya perubahan gaya hidup yang menjurus ke westernisasi dan sedentary sehingga berakibat pada perubahan pola makan / konumsi masyarakat yang merujuk pada pola makan tinggi kalori, tinggi lemak, dan kolesterol, terutama terhadap penawaran makanan siap saji (fast food), intake makanan lebih besar daripada energi yang keluar, faktor gnetik, dan faktor sosial ekonomi. Pengeluaran energi yang rendah tersebut disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik. Pada anak usia sekolah, obesitas merupakan masalah yang serius karena berpotensi menyebabkan penyakit metabolik, penyakit generatif dan berisiko tinggi mejadi obesitas dimasa dewasa. Penyakit metabolik dan degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes melitus, kanker, osteoartritis, dan berbagai macam  penyakit lainnya.

Salah satu kelompok umur yang berisiko terjadinya gizi lebih adalah kelompok umur usia sekolah. Berdasarkan data yang dikumpulkan himpunan obesitas Indonesia (2008) dan departemen kesehatan tahun 1993 penderita obesitas meningkat menjadi 6,3% untuk anak laki-laki dan 8% untuk anak perempuan. Obesitas permanen cenderung akan terjadi bila kemunculannya pada saat anak berusia 5-7 tahun dan anak berusia 4-11 tahun, maka dari itu perlu upaya pecegahan terhadap gizi lebih dan obesitas sejak dini (usia sekolah) (Romauli, 2008). Selain itu, obesitas pada anak usia 6-7 tahun juga dapat menurunkan tingkat kecerdasan  karena aktivitas dan kreativitas anak menjadi menurun dan cenderung malas akibat kelebihan berat badan. (Sjarif, 2004). Pada salah satu sekolah dasar yang di wilayah Surabaya yaitu SD Negeri Ploso I Surabaya. Angka prevalensi obesitas pada anak usia SD di SD Negeri Ploso I Surabaya sebesar 2 % dan yang berpeluang besar untuk menjadi obesitas adalah siswa yang termasuk kategori gemuk sebesar 18 %. Obesitas ini dapat dicegah dengan mengatur pola makan dan beraktivitas fisik secara teratur.

Untuk itu, kami membutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak dan kerja sama baik dari pihak orangtua dan sekolah untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak-anak terutama usia SD dengan melaksanakan gerakan #SEMARAK (SEimbangkan MAkan dan geRAKmu) dengan menandatangani petisi ini.

Petisi ini mencapai 90 pendukung

Masalahnya

Menurut WHO tahun 2005, obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak berlebihan dengan ambang batas IMT/U>2 Standar Deviasi. Obesitas dapat terjadi karena beberapa faktor yaitu adanya perubahan gaya hidup yang menjurus ke westernisasi dan sedentary sehingga berakibat pada perubahan pola makan / konumsi masyarakat yang merujuk pada pola makan tinggi kalori, tinggi lemak, dan kolesterol, terutama terhadap penawaran makanan siap saji (fast food), intake makanan lebih besar daripada energi yang keluar, faktor gnetik, dan faktor sosial ekonomi. Pengeluaran energi yang rendah tersebut disebabkan karena kurangnya aktivitas fisik. Pada anak usia sekolah, obesitas merupakan masalah yang serius karena berpotensi menyebabkan penyakit metabolik, penyakit generatif dan berisiko tinggi mejadi obesitas dimasa dewasa. Penyakit metabolik dan degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, diabetes melitus, kanker, osteoartritis, dan berbagai macam  penyakit lainnya.

Salah satu kelompok umur yang berisiko terjadinya gizi lebih adalah kelompok umur usia sekolah. Berdasarkan data yang dikumpulkan himpunan obesitas Indonesia (2008) dan departemen kesehatan tahun 1993 penderita obesitas meningkat menjadi 6,3% untuk anak laki-laki dan 8% untuk anak perempuan. Obesitas permanen cenderung akan terjadi bila kemunculannya pada saat anak berusia 5-7 tahun dan anak berusia 4-11 tahun, maka dari itu perlu upaya pecegahan terhadap gizi lebih dan obesitas sejak dini (usia sekolah) (Romauli, 2008). Selain itu, obesitas pada anak usia 6-7 tahun juga dapat menurunkan tingkat kecerdasan  karena aktivitas dan kreativitas anak menjadi menurun dan cenderung malas akibat kelebihan berat badan. (Sjarif, 2004). Pada salah satu sekolah dasar yang di wilayah Surabaya yaitu SD Negeri Ploso I Surabaya. Angka prevalensi obesitas pada anak usia SD di SD Negeri Ploso I Surabaya sebesar 2 % dan yang berpeluang besar untuk menjadi obesitas adalah siswa yang termasuk kategori gemuk sebesar 18 %. Obesitas ini dapat dicegah dengan mengatur pola makan dan beraktivitas fisik secara teratur.

Untuk itu, kami membutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak dan kerja sama baik dari pihak orangtua dan sekolah untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak-anak terutama usia SD dengan melaksanakan gerakan #SEMARAK (SEimbangkan MAkan dan geRAKmu) dengan menandatangani petisi ini.

Pengambil Keputusan

Pihak Sekolah
Pihak Sekolah
Puskesmas
Puskesmas

Perkembangan Terakhir Petisi