Periksa Transparansi Psikotes CPNS Kementerian PUPR 2019

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.


Dengan hormat.

Sebagai keluarga satu peserta Tes CPNS Kementerian PUPR, saya kecewa dan merasa dirugikan. 

Psikotes lanjutan yang bobotnya hanya 18% dari keseluruhan tes dan 30% dari Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) malah bersifat menggugurkan. Tidak masuk diakal. 

Kalaupun memang menggugurkan seharusnya pelaksanaan psikotes dilakukan di tahap awal. Ini dilakukan di tahap akhir. Gak sesuai sama rekomendasi Peraturan Menteri pendayaan Aparatur Sipil Negara & Reformasi Birokrasi RI No.23 Tahun 2009.

Aspek yang diujikan pada psikotes lanjutan juga berulang. Udah diuji di tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) sebelumnya. Seperti integritas, kemampuan numerik, kemampuan verbal. Makanya saya bingung ini kok diuji lagi. 

Dari segi pelaksanaan juga terbilang janggal. Awalnya kami diberitahu tesnya offline. Saya yang domisili di luar jakarta pun memberangkatkan adik saya ke Jakarta untuk ujian. 

Tapi, psikotes yang merupakan bagian SKB ini tiba-tiba berubah jadi tes online. Dan saat ujian gak ada dicantumkan persetujuan dari panitia seleksi nasional perihal perubahan pengadaan psikotes ini. 

Gak sesuai SK MenPANRB yang mengharuskan pelaksanaan SKB diluar tes CAT (Computer Assissted Test) harus memiliki izin panselnas selama masa Covid-19. 

Belum lagi soal peserta pakai link yang beda-beda untuk ujian. Lalu yang menguji dan menilai pun vendornya beda-beda. Gimana bisa objektif nilainya kalau beda-beda gini. 

Mengingat pelaksanaan secara daring bisa merugikan karena rawan kecurangan dan  fatal karena dapat menggugurkan, harusnya dilaksanakan lebih transparan lagi. 

Dan korbannya gak hanya kami. Sampai saat ini udah ada 1.030 orang. Soalnya nih ranking 1 dan 2 di tes sebelumnya jadi gak lulus hanya karena psikotes yg hanya 18% ini bobotnya. 

Karena itulah kami bikin petisi ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Tjahjo Kumolo untuk mengusut dan secara transparan mengevaluasi kejanggalan tes CPNS Kementerian PUPR 2019. 

Kami juga minta agar Badan Kepegawaian Negara dan Panselnas CPNS 2019 kasih penjelasan soal kejanggalan ini.

Kami butuh bantuanmu teman-teman. Kita tentu sama-sama ingin agar aparatur sipil negara bersih dan transparan. Kalau pas ujian awal aja udah gak transparan gini. Gimana jadinya nanti kalau bertugas jadi aparatur sipil negara. 

Terima kasih atas perhatiannya.

Salam,
Alfajri El Lutfi