Petisi ditutup

BPJS Kesehatan Melilitkan Utang pada Anggotanya, Bebaskan Keluarga Khiren Humaira Islami dari Beban Utang Rp124 Juta

Petisi ini mencapai 9.660 pendukung


BPJS KESEHATAN TAK BERSEDIA MEMBAYAR BIAYA OPERASI KHIREN SEBESAR Rp124.826.395 PADAHAL KHIREN ANGGOTA BPJS

Adapun tagihan yang harus dibayar oleh keluarga pasien Khiren adalah sebesar Rp 124.826.395 (seratus dua puluh empat juta delapan ratus dua puluh enam tiga ratus Sembilan puluh lima rupiah)

Pasien Khiren baru bisa ke luar dari rumah sakit tanggal 4 Juni 2015 (dirawat 17 hari) dengan terlebih dahulu orang tua pasien Khiren menandatangani surat pernyataan penanggung utang 

Kronologis Pengurusan BPJS an Khiren Humaira Islami

Pengantar

Khiren Humaira Islami, lahir di padang, tanggal 22 Juli 2014. BB 28 kg, panjang 46 cm. Umur 20 (dua puluh hari) di diagnose menderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dengan tipe Ventricular Septal Defect (VSD) pada sekat bilik jantung/atau jantung bocor, hasil echo dengan dsa konsulen jantung anak disebutkan PJB VSD PM Besar (10 mm) + PH (dokumen terlampir).

Sejak lahir bayi Khiren sudah mengalami sesak napas, pertumbuhan dan perkembangan terlambat karena jantungya yang bocor. Sejak lahir bayi Khiren sudah sering ke luar masuk rumah sakit, mulai dari rawat jalan sampai dengan rawat inap, yang rawat inap saja sudah 5 (lima) kali, 3 (tiga) kali di RSUP M. Jamil Padang dan 2 (dua) kali di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta.

Pada tanggal 20 Mei 2015 (dijadwal pertama tanggal 22 Mei 2015) bayi Khiren di Operasi di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta dengan jaminan BPJS yang telah diurus secara bertingkat dari Faskel TK I (puskesmas ambacang), dan RSUD M Jamil Padang dan diteruskan dengan mendaftar di loket BPJS Harapan Kita (dok terlampir).

Akan tetapi keluarga bayi Khiren terlambat dalam pengurusan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) (dalam aturan 3x24 Jam), sehingga semua biaya operasi dan perawatan dikategorikan oleh pihak Rumah Sakit sebagai pasien umum dengan biaya pribadi.

Keluarga Khiren sudah beruaha menemui dan menjelaskan kronologis keterlambatan dalam pengurusan SEP kepada pihak BPJS dengan mendatangi langsung perwakilan BPJS Harapan Kita sampai dengan BPJS Regional Jakarta Barat akan tetapi pihak BPJS tidak mau mengklaim biaya pasien Khiren.

Orang tua pasien Khiren juga sudah mengirimkan surat ke pihak BPJS pusat untuk mengklaim biaya pasien Khiren melalui anggota DPR RI komisi IX bpk Alex Indra Lukman, akan tetapi pihak BPJS tetap tidak mau mengklaim biaya pasien Khiren.

Adapun tagihan yang harus dibayar oleh keluarga pasien Khiren adalah sebesar Rp. 124.826.395 (seratus dua puluh empat juta delapan ratus dua puluh enam tiga ratus Sembilan puluh lima rupiah) (dokumen terlampir).  Pasien Khiren baru bisa ke luar dari rumah sakit tanggal 4 Juni 2015 (dirawat 17 hari) dengan terlebih dahulu orang tua pasien Khiren  menandatangani surat pernyataan penanggung hutang (dokumen terlampir).

Pada tanggal 26 Juni 2015 datang surat peringatan pertama (SP 1)  dari Rumah Sakit Harapan Kita untuk segera melunasi biaya pengobatan pasien Khiren ke rumah sakit Jantung Harapan Kita paling lambat seminggu setelah surat diterima oleh keluarga pasien Khiren, kalau tidak dilunasi maka akan dilimpahkan ke lembaga piutang Negara (dokumen terlampir).

Tanggal 7 Juli 2015 datang surat dari BPJS pusat yang dialamatka ke Bpk Alex Indra Lukman yang menyatakan bahwa biaya pengobatan pasien Khiren tetap tidak di kalim oleh BPJS karena keterlambatan dalam pengurusan SEP.

Berikut dilampirkan kronologis dalam pengurusan BPJS an Khiren Humaira Isami

A.     Biodata Peserta:

Nama: Khiren Humaira Islami

Nama Ayah:Syaifuddin Islami

Ibu: Dewi Anggraini

No BPJS Pasien:                                      : 0001438401205

No RM RS. Jantung Harapan Kita                          : 2015383223

Status BPJS        : BPJS Akses

Jadwal Operasi PJB: 22 Mei 2015 dipercepat tanggal 20 Mei 2015

 B.     Kronologi Pengobatan Menggunakan BPJS:

1.      Tanggal 18 Mei 2015 Pasian Khiren didampingi kedua orang tua berangkat dari padang menuju jakarta, dan sampai di kosan jam 15.00 WIB.

2.      Tanggal 19 Mei 2015 :

2.1.      Jam 08.00 WIB pasien Khiren didampingi kedua orang tua mendaftar di loket BPJS untuk pengurusan administrasi BPJS an. Khiren Humaira Islami dengan penjadwalan awal untuk operasi tanggal 22 Mei 2015, dengan alur pendaftaran yang dimulai dengan memberikan surat dari BPJS Center RS. Dr. M. Jamil kepada petugas yang ada di loket 6 (untuk membuka BPJS awal an pasien Khiren)

2.2.      Setelah pendaftaran pasien Khiren diarahkan untuk konsultasi dengan dokter jantung anak, Prof Dr.dr. Ganesha Harimurti, pasien Khiren dapat no antrian 11 (sebelas), konsul selesai pada jam 11.30 WIB

2.3.     Setelah selesai konsul dengan dokter, orang tua pasien Khiren diminta oleh perawat untuk mendaftar di Loket C untuk pengurusan Surat Penjanjian Rawat Inap dan sekaligus diminta juga pasien Khiren untuk periksa labor. Untuk pengurusan Surat Penjanjian Rawat Inap selesai jam 12.00 WIB. Selesai pengurusan di loket C, petugas melingkari Surat Perjanjian Rawat Inap dan orang tua pasien Khiren diminta untuk mengurus surat lagi ke Loket I BPJS tanpa menjelaskan secara rinci, bahwa kalau tidak diurus surat tersebut ke Loket I BPJS dalam waktu 3 X 24 Jam, pasien dinyatakan sebagai pasien umum. Dengan kondisi pasien Khiren pasca operasi yang masih belum stabil sehingga orang tua pasien Khiren terlambat dalam pengurusan surat eligibilitas ke counter BPJS Harapan Kita

2.4.     Jam 12.10 WIB pasien Khiren melakukan cek darah di laboratorium dan hasilnya diambil pada jam 14.30 WIB

2.5.     Jam 12.40 WIB orang tua pasien Khiren kembali ke kosan

2.6.     Jam 13.30 WIB orang tua Khiren mendapatkan telp dari Buk April (Gedung Perawatan II, Lt 8, bagian penjadwalan operasi), bahwa jadwal operasi pasien Khiren dimajukan menjadi tanggal 20 Mei 2015 dan orang tua pasien Khiren diminta untuk datang ke Lt 7 untuk rawat inap.

2.7.     Jam 15.00 WIB pasien Khiren sudah di gedung perawatan II Lt  7 dan sudah dikamar perawatan. Sebelum masuk kamar perawatan, oleh perawat di bagian nurse station ditanyakan apakah pasien Khiren dirawat inap menggunakan jaminan BPJS atau umum, orang tua pasien Khiren menjawab BPJS. Tanpa memeriksa kelengkapan administrasi BPJS pasien Khiren, perawat sudah mempersilahkan pasien Khiren untuk istirahat di kamar pasien.

2.8.     Jam 20.00 WIB pasien Khiren didampingi orang tua dipanggil ke ruangan perawat di bagian nurse station untuk menemui ass dokter bedah dalam hal menerima penjelasan mengenai tata cara dan dampak  pasca operasi kepada pasien Khiren, pertemuan ini selesai jam 21.00 WIB

2.9.     Jam 02.00 WIB, pasien Khiren sudah diminta oleh perawat untuk puasa makan dan jam 04.00 WIB pasien Khiren juga sudah puasa dari minum

3.      Tanggal 20 Mei 2015, jam 08.00 WIB, pasien Khiren diminta untuk siap-siap masuk ruang operasi, akan tetapi tidak diperiksa kembali kelengkapan administrasi BPJS nya, sehingga orang tua pasien Khiren beranggapan seluruh kelengkapan BPJS sudah terpenuhi, karena tidak ada pemberitahuan dari pihak rumah sakit untuk mengurus kembali kekurangan kelengkapan administrasi BPJS pasien Khiren,  

4.      Jam 08.40 WIB pasien Khiren sudah masuk ruang operasi, dan operasiya selesai pada jam 12.15 WIB dan pasien Khiren langsung ditempatkan di ruang ICU. Pada saat dilakukan tindakan operasi, orang tua, orang tua pasien Khiren hanya menunggu di LT I

5.      Pasien Khiren berada di ruang ICU selama 12 (dua belas) hari, yaitu dari tanggal 20 Mei s/d 31 Mei 2015 karena ada infeksi paru dan pernapasan masih dibantu dengan alat ventilator dan harus dikonsulkan dengan dokter spesialis paru anak di RSAB, (dan ada beberapa obat yang harus ditebus diluar BPJS yang harus dilakukan oleh orang tua pasien Khiren

6.      Berhubung pasien Khiren ada infeksi di parunya, maka dokter menyarankan untuk konsul ke dokter spesialis paru di RSAB. Pada tanggal 28 Mei 2015, orang tua Pasien Khiren diminta untuk mengurus Bukti Layanan Konsul Respirologi ke RSAB, dalam hal biaya konsul pasien Khiren dengan dokter spesialis paru RSAB masih ditanggung oleh BPJS

7.      Pada Tanggal 29 Mei 2015, orang tua pasien Khiren juga diminta oleh perawat untuk menebus obat guna keperluan test TB terhadap pasien Khiren ke RSAB juga masih ditanggung oleh BPJS

8.      Tanggal 31 Juni 2014, jam 13.00 WIB pasien Khiren sudah dinyatakan stabil dan di pindahkan ke ruang intermediate (IW)

9.      tanggal 1 s/d 4 Juni Pasien Khiren sudah diruang perawatan dengan kondisi sudah semakin membaik

10.  selama di rawat di rumah sakit selama 17 (tujuh belas) hari, pasien Khiren tidak pernah dinyatakan sebagai pasien umum, karena seluruh tindakan yang dilakukan terhadap pasien Khiren masih menggunakan tanggungan BPJS, kecuali ada obat yang harus ditebus di luar oleh keluarga pasien Khiren yang tidak masuk dalam tanggungan BPJS

11.  Tanggal 4 Juni 2015, jam 19.00 WIB pasien Khiren diperbolehkan keluar dari rumah sakit dengan pengurusan administrasi kepulangan dilakukan di Kasir

12.  Tanggal 4 Juni 2015 jam 19.30 WIB orang tua pasien Khiren mengurus kepulangan ke Kasir pada gedung I, oleh kasir dinyatakan sebagai pasien umum, karena tidak ada bukti pengurusan Jaminan Askes pada loket I, walaupun mendaftarnya untuk dilakukan tindakan operasi dan perawatan menggunakan jaminan askes yang telah diurus berjenjang dari Rumah Sakit Umum Daerah Sumbar (BPJS M. Jamil) dan orang tua pasien Khiren harus membayar tagihan tindakan atas pasien Khiren sebesar Rp. 124. 826.395  (Seratus dua puluh empat juta delapan ratus dua puluh enam ribu tiga ratus sembilan puluh lima rupiah).

13.  Dalam mengurus kepulangan pasien Khiren di Kasir, surat ijin pulang pasien Khiren masih tertulis menggunakan jaminan BPJS, kasir meminta agar orang tua pasien Khiren mengurus kembali ke loket I. Untuk diijinkannya  pasien pulang, orang tua pasien Khiren terlebih dahulu membuat surat pernyataan di atas materai 6000 untuk mengurus kelengkapan administrasi BPJS dengan jaminan SIM A atas nama Syaifuddin Islami

14.  Pada tanggal 5 Juni 2015, orang tua pasien Khiren telah mengurus ke pos pengaduan BPJS Harapan Kita dan orang tua Khiren diminta oleh petugas BPJS Harapan Kita untuk melaporkan masalah tersebut ke BPJS Cabang Jakarta Barat, akan tetapi pihak BPJS menolak untuk mengklaim seluruh biaya pengobatan pasien Khiren selama di rumah sakit

15.  Pada tanggal 8 Juni oaring tua pasien Khiren mengkonsultasikan masalah yang dihadapi oleh keluarga pasien Khiren ke Anggota DPR RI Komisi IX bpk Alex Indra Lukman melalui TA nya bpk Ramanda Saputra dan bpk Alex melalui TA ya berjanji untuk membantu dalam pengurusan klaim BPJS ya pasien Khiren dan oleh TA bpk Alex orang tua pasien Khiren diminta untuk menuliskan kronologis kejadian dalam pengurusan proses BPJSya pasien Khiren

16.  Tanggal 11 Juni 2015 orang tua pasein Khiren juga sudah menemui bpk. Rohadi (bagian Keuangan) untuk mendiskusikan masalah yang dihadapi oleh keluarga pasien Khiren, dan bpk Rohadi menjelaskan bahwa yang berwenang memutuskan adalah pihak BPJS bukan pihak rumah sakit dan ketika ditanyakan apakah pasien Khiren diperbolehkan pulang ke daerah dengan status masih berhutang ke rumah sakit Harapan Kita, bpk Rohadi menjelaskan bahwa dalam waktu lebih kurang 6 (enam) bulan pihak rumah sakit tidak akan melaulakn eksekusi, pihak rumah sakit hanya akan mengirimkan suarat peringatan untuk pelunasan biaya pasien Khiren, mulai dari SP 1 s/d SP ke 3 akan tetapi lewat masa tersebut hutang pasien Khiren akan dilimpahkan ke Lembaga Piutang Negara

17.  Setelah pasien Khiren diperbolehkan pulang ke kosan oleh dokter jantung, maka pasien Khiren di jadwalkan control ke poli umum tanggal 11 Juni 2015, akan tetapi karena ada masalah dalam pengurusan BPJS pasien Khiren, pada tanggal 10 Juni 2015 orang tua pasien Khiren melakukan control tanggal 10 Juni 2015 ke Poli eksekutif Sukarman dengan biaya pribadi, oleh dokter jantung disarankan untuk echo kembali tanggal 12 Juni 2015

18.  Tanggal 12 Juni 2015 pasien Khiren kembali control ke poli eksekutif Sukarman dengan tetap menggunakan biaya pribadi (karena masalah BPJS pasien Khiren masih belum selesai). Oleh dokter kembali disarankan untuk control tanggal 19 Juni 2015

19.  Tanggal 19 Juni 2015 pasien Khiren kembali control ke Poli Eksekutif Sukarman dengan tetap menggunakan biaya pribadi

20.  Tanggal 20 Juni 2015 pasien Khiren dan orang tua kembali ke Padang sambil tetap memantau perkembangan surat yang di kirimkan oleh bpk Alex Indra Lukman

21.  Tanggal 26 Juni 2015 datang surat Peringatan Pertama (SP 1) kepada orang tua Pasien Khiren untuk segera melunasi biaya pasien Khiren, kalau tidak dilunasi maka akan di masukan ke Lembaga Piutang Negara

22.  Tanggal 7 Juli 2015 datang surat balasan dari BPJS Pusat ke bpk Alex Indra Lukman perihal klaim BPJS an Khiren Humaira Islami, di mana dalam surat tersebut BPJS tetap tidak mau mengklaim biaya pengobatan an Pasien Khiren dan oring tua pasien Khiren di wajibkan untuk membayar biaya operasi dan perawatan selama di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta

 Demikian kronologis ini dibuat

Padang, 10 Juli 2015



Hari ini: nasrul mengandalkanmu

nasrul azwar membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "@NilaMoeloek @BPJSKesehatanRI, Tanggung Biaya Pengobatan Khiren! #Khiren". Bergabunglah dengan nasrul dan 9.659 pendukung lainnya hari ini.