Confirmed victory
Petitioning Wakil Ketua Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil and 20 others
This petition was delivered to:
Wakil Ketua Komisi III DPR RI
Muhammad Nasir Djamil
Anggota Komisi III DPR RI
Eva Sundari
Presiden Republik Indonesia
Susilo Bambang Yudhoyono
Wakil Ketua Komisi III DPR RI
Tjatur Sapto Edi
Sekretariat DPR RI
Sekretariat Komisi III DPR RI
Sekretariat Komisi III
Sekretariat Komisi III
Wakil Ketua Komisi III
Aziz Syamsuddin
Anggota Komisi III
Muzamil Yusuf
Anggota Komisi III
Yahdil Abdi Harahap
Anggota Komisi III
Taslim
Anggota Komisi III
Andi Anzhar
Anggota Komisi III
Sarifuddin Sudding
Anggota Komisi III
Otong Abdurrahman
Anggota Komisi III
Trimedya Pandjaitan
Anggota Komisi III
Bambang Soesatyo
Anggota Komisi III
Ahmad Kurdie Mukri
Anggota Komisi III
Yasonna H Laoly
Anggota Komisi III
Evita Nursanti
Anggota Komisi III
Agung Wirajaya
Anggota Komisi III
Karolin Margret
Anggota Komisi III
Honing Sanny

Menuntut Komisi III Gagalkan Daming Jadi Hakim Agung MA

Hai sahabat,

Kembali saya muncul di sini menulis suatu petisi yang membutuhkan dukungan semua sahabat di luar sana, sama seperti sebelum–sebelumnya.

Dimulai dari kasus Risa dan banyak lagi perkosaan yang terjadi belakangan ini, apapun penyebabnya, yang jelas itu meninggalkan trauma yang dalam, termasuk terkadang dijauhi bahkan oleh keluarga sendiri.

Buat saya, sampai ada korban yang berani berbicara itu merupakan langkah yang sangat hebat.

Sayangnya kemarin, saat pemeriksaan fit and proper test di DPR, seorang calon Hakim Agung bernama Daming, menjadikan ini bahan tertawaan dengan mengeluarkan pernyataan bahwa: “YANG DIPERKOSA DENGAN YANG MEMERKOSA INI SAMA-SAMA MENIKMATI KOK."

Menurut saya ini sama sekali TIDAK pantas dan sudah terlihat bahwa tidak akan ada keadilan untuk hal ini bila beliau menjabat.

Dengan petisi ini, saya, Melanie Subono sebagai seorang perempuan menuntut :

1. Calon Hakim Agung Daming untuk MEMINTA MAAF secara publik atas pernyataannya.

2. Para anggota Komisi III yang tertawa atas pernyataan tersebut untuk meminta maaf secara resmi.

3. Komisi III TIDAK MELOLOSKAN calon hakim agung yang tidak mempunyai cara berpikir dan cara berbicara yang santun. 


Terima kasih.

Melanie Subono


Letter to
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil
Anggota Komisi III DPR RI Eva Sundari
Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono
and 18 others
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Tjatur Sapto Edi
Sekretariat DPR RI Sekretariat Komisi III DPR RI
Sekretariat Komisi III Sekretariat Komisi III
Wakil Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin
Anggota Komisi III Muzamil Yusuf
Anggota Komisi III Yahdil Abdi Harahap
Anggota Komisi III Taslim
Anggota Komisi III Andi Anzhar
Anggota Komisi III Sarifuddin Sudding
Anggota Komisi III Otong Abdurrahman
Anggota Komisi III Trimedya Pandjaitan
Anggota Komisi III Bambang Soesatyo
Anggota Komisi III Ahmad Kurdie Mukri
Anggota Komisi III Yasonna H Laoly
Anggota Komisi III Evita Nursanti
Anggota Komisi III Agung Wirajaya
Anggota Komisi III Karolin Margret
Anggota Komisi III Honing Sanny
Menuntut Komisi III Gagalkan Daming Jadi Hakim Agung MA

Kembali saya muncul di sini menulis suatu petisi yang membutuhkan dukungan semua sahabat di luar sana, sama seperti sebelum–sebelumnya.

Dimulai dari kasus Risa dan banyak lagi perkosaan yang terjadi belakangan ini, apapun penyebabnya, yang jelas itu meninggalkan trauma yang dalam, termasuk terkadang dijauhi bahkan oleh keluarga sendiri.

Buat saya, sampai ada korban yang berani berbicara itu merupakan langkah yang sangat hebat.

Sayangnya kemarin, saat pemeriksaan fit and proper test di DPR, seorang calon Hakim Agung bernama Daming, menjadikan ini bahan tertawaan dengan mengeluarkan pernyataan bahwa: “YANG DIPERKOSA DENGAN YANG MEMERKOSA INI SAMA-SAMA MENIKMATI KOK."

Menurut saya ini sama sekali TIDAK pantas dan sudah terlihat bahwa tidak akan ada keadilan untuk hal ini bila beliau menjabat.

Dengan petisi ini, saya, Melanie Subono sebagai seorang perempuan menuntut :

1. Calon Hakim Agung Daming untuk MEMINTA MAAF secara publik atas pernyataannya.
2. Para anggota Komisi III yang tertawa atas pernyataan tersebut untuk meminta maaf secara resmi.
3. Komisi III TIDAK MELOLOSKAN calon hakim agung yang tidak mempunyai cara berpikir dan cara berbicara yang santun.

Terima kasih.