Kemenangan

Cabut larangan pengoperasian layanan transportasi berbasis online (Gojek, GrabBike,dll)

Petisi ini membuat perubahan dengan 1.011 pendukung!


Berita mengenai Kementerian Perhubungan yang melarang seluruh transportasi berbasis daring (online) beroperasi pada tanggal 9 November 2015 cukup mengagetkan saya. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Djoko Sasono menjelaskan bahwa pengoperasian ojek dan uber taksi tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 Tentang Angkutan Jalan. "Ketentuan angkutan umum adalah harus minimal beroda tiga, berbadan hukum dan memiliki izin penyelenggaraan angkutan umum," kata Djoko seperti yang dikutip dalam jurnal cnnindonesia.com (sumber:http://www.cnnindonesia.com/nasional/20151217223917-20-98990/pemerintah-resmi-larang-layanan-ojek-daring-beroperasi/)

Pada kenyataannya, ojek/taksi online sangat membantu kehidupan masyarakat baik dari sisi driver maupun pengguna jasanya. Saya sebagai salah satu pengguna jasa ojek/taksi online, benar-benar merasakan dampak positif kehadiran layanan ini. Ojek/taksi online memberikan layanan transportasi yang praktis, cepat, nyaman, aman, dan hemat. Maka dari itu menurut saya tidaklah pantas jika larangan itu hanya berbasis dengan ketentuan angkutan umum.

Berikut ini adalah pendapat dari user KEVIN TEGUHJAYA yang PRO terhadap moda transportasi terinterigasi gojek yang saya kutip dari:(http://www.hukumpedia.com/debat/topik/moda-transportasi-terintegrasi-gojek-positif-atau-negatif)

2015-11-10 17:07:19 "Saya setuju dengan penggunaan gojek,kenapa jika kita melihat dari target pasar mereka .Gojek itu dibuat untuk membantu individu-individu yang kesusahan dalam bertransportasi , dan transbus jakarta tidak dapat mengakses tempat-tempat yg bisa dijangkau oleh gojek.Gojek sendiri adalah terobosan baru untuk membantu seluruh kalangan baik dari kalangan bawah menengah hingga atas.Selain itu Gojek juga tidak hanya menyediakan fasilitas antar jemput,namun seperti; pesan order makanan dll.Dan masalah akan hukum penggunaan motor itu tidak sesuai dengan tingkat kesejahteraan negara kita. Negara kita itu masih dalam tahap berkembang, dan konsep yang memukul rata seluruh tingkat kesejahteraan manusia di Indonesia sudahlah sangat salah."

Selain itu transportasi ojek berbasis online mengurangi kemacetan dan polusi di DKI Jakarta.

"Saya lebih memilih untuk naik ojek karena lebih efisien daripada harus menggunakan mobil, malah makin menambah kemacetan di Jakarta. Belum lagi polusi dari mobil," kata Nadiem, Selasa (20/1).
(http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/15/01/21/nii4ld-gojek-solusi-alternatif-atasi-kemacetan-jakarta)

"Saya yakin teknologi bisa membawa manfaat, seperti di Jakarta. Saya perkirakan sebanyak 10 persen kemacetan di Jakarta bisa dikurangi dengan adanya Go-Jek," kata Kalla saat menghadiri penganugerahan Kota Cerdas 2015 di Jakarta, Kamis (13/8/2015) malam.
(http://megapolitan.kompas.com/read/2015/08/13/22112371/Kalla.Prediksi.Go-Jek.Kurangi.10.Persen.Kemacetan.Jakarta.)

Dari sisi driver, layanan transportasi online, salah satunya adalah Gojek menciptakan lapangan kerja dan penghasilan yang cukup untuk menghidupi keluarganya.

"Media dan para driver (pengemudi Go-Jek) memiliki peranan besar membesarkan nama Go-Jek. Hingga saat ini Gojek bisa menghidupi 30 ribu rumah tangga, mulai dari yang tidak terlalu tahu soal teknologi hingga akhirnya familiar dan siap menghadapi abad 21," kata Nadiem di Hall A Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (14/8/2015).
(http://tekno.liputan6.com/read/2294085/go-jek-hidupi-30-ribu-rumah-tangga)

Selain itu dari pengalaman saya menggunakan GrabTaxi, semua taxi driver sangat terbantu dengan adanya GrabTaxi, karena lebih cepat dan mudah untuk menerima pemesanan taksi daripada memesan melalui telepon dengan sistem operasional beberapa perusahaan taksi yang kurang efisien.

Dari semua dampak positif di atas, marilah kita sampaikan kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan & Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono untuk mencabut larangan pengoperasian layanan transportasi berbasis online. Ayo dukung petisi ini !



Hari ini: Asmara mengandalkanmu

Asmara Andra membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Djoko Sasono: Cabut larangan pengoperasian layanan transportasi berbasis online (Gojek, GrabBike,dll)". Bergabunglah dengan Asmara dan 1.010 pendukung lainnya hari ini.