Tolak kebijakan full day school Menteri Muhadjir.


Tolak kebijakan full day school Menteri Muhadjir.
Masalahnya
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berinisiatif membuat kebijakan sekolah sehari penuh (full-day school) untuk anak Indonesia. Dengan adanya kebijakan ini, menurut Menteri Muhadjir, anak Indonesia tidak akan sendirian ketika orangtua mereka bekerja.
Anak Indonesia pulang sekolah bersama orangtua mereka yang bekerja sehingga mereka tetap berada di bawah pengawasan orangtua. Khususnya buat anak-anak yang beragama Islam, maka sekolah akan memanggilkan ustad agar terhindar dari "pengajian di luar yang menyimpang". Wakil Presiden Yusuf Kalla mendukung Menteri Muhadjir ini dan menyarankan membentuk pilot project sebagai percobaan usulan kebijakan tersebut.
Petisi ini mengajak Anda yang berkepentingan dengan generasi Indonesia untuk menolak kebijakan full day school tersebut.
Pertama, tidak ada studi atau riset maupun statistik yang ditunjukkan oleh Menteri Muhadjir yang membuktikan bahwa benar anak Indonesia akan lebih baik dengan kebijakan full day schooling. Membuat kebijakan seharusnya bermodal bukti yang masuk akal, bukan sekadar coba-coba.
Kedua, kebijakan ini sangat bias kota besar, mengabaikan anak-anak Indonesia yang dalam kesehariannya sepulang sekolah membantu orangtuanya sebagai bertani, melaut dan berdagang. Seolah anak Indonesia adalah mereka yang orangtuanya berkantor dan alpa bahwa fakta tersebut hanya sekian persen dari populasi orangtua. Lokasi sekolah di berbagai daerah juga sangat beragam jaraknya dari tempat orangtua mencari nafkah seperti abai dari pertimbangan Menteri Muhadjir ketika melontarkan kebijakan ini.
Ketiga, agar Mendikbud berhenti menjadikan anak Indonesia sebagai percobaan. Dari mulai gonta-ganti kurikulum hingga kebijakan full day school seakan coba-coba mana yang efektif untuk satu generasi. Pembuatan pilot project untuk kebijakan full day berarti menjadikan satu generasi penerus di daerah tertentu sebagai kelinci percobaan.
Oleh karena itu, mari bersama kita tolak kebijakan full day school. Buatlah kebijakan berbasis bukti yang kuat dan logika yang bisa dipertanggungjawabkan. Ingat, kebijakan full day school ini bukan hanya untuk Bogor, Malang dan Kediri namun membentang dari kota besar seperti Medan hingga kabupaten Timor Tengah Utara.
Mendikbud Muhadjir Effendi, hentikan inisiatif full day school. Wares Jusuf Kalla dan Presiden Joko Widodo, hentikan dukungan pada inisiatif full day school.
Salam dari kami yang berkepentingan pada generasi penerus.

Masalahnya
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berinisiatif membuat kebijakan sekolah sehari penuh (full-day school) untuk anak Indonesia. Dengan adanya kebijakan ini, menurut Menteri Muhadjir, anak Indonesia tidak akan sendirian ketika orangtua mereka bekerja.
Anak Indonesia pulang sekolah bersama orangtua mereka yang bekerja sehingga mereka tetap berada di bawah pengawasan orangtua. Khususnya buat anak-anak yang beragama Islam, maka sekolah akan memanggilkan ustad agar terhindar dari "pengajian di luar yang menyimpang". Wakil Presiden Yusuf Kalla mendukung Menteri Muhadjir ini dan menyarankan membentuk pilot project sebagai percobaan usulan kebijakan tersebut.
Petisi ini mengajak Anda yang berkepentingan dengan generasi Indonesia untuk menolak kebijakan full day school tersebut.
Pertama, tidak ada studi atau riset maupun statistik yang ditunjukkan oleh Menteri Muhadjir yang membuktikan bahwa benar anak Indonesia akan lebih baik dengan kebijakan full day schooling. Membuat kebijakan seharusnya bermodal bukti yang masuk akal, bukan sekadar coba-coba.
Kedua, kebijakan ini sangat bias kota besar, mengabaikan anak-anak Indonesia yang dalam kesehariannya sepulang sekolah membantu orangtuanya sebagai bertani, melaut dan berdagang. Seolah anak Indonesia adalah mereka yang orangtuanya berkantor dan alpa bahwa fakta tersebut hanya sekian persen dari populasi orangtua. Lokasi sekolah di berbagai daerah juga sangat beragam jaraknya dari tempat orangtua mencari nafkah seperti abai dari pertimbangan Menteri Muhadjir ketika melontarkan kebijakan ini.
Ketiga, agar Mendikbud berhenti menjadikan anak Indonesia sebagai percobaan. Dari mulai gonta-ganti kurikulum hingga kebijakan full day school seakan coba-coba mana yang efektif untuk satu generasi. Pembuatan pilot project untuk kebijakan full day berarti menjadikan satu generasi penerus di daerah tertentu sebagai kelinci percobaan.
Oleh karena itu, mari bersama kita tolak kebijakan full day school. Buatlah kebijakan berbasis bukti yang kuat dan logika yang bisa dipertanggungjawabkan. Ingat, kebijakan full day school ini bukan hanya untuk Bogor, Malang dan Kediri namun membentang dari kota besar seperti Medan hingga kabupaten Timor Tengah Utara.
Mendikbud Muhadjir Effendi, hentikan inisiatif full day school. Wares Jusuf Kalla dan Presiden Joko Widodo, hentikan dukungan pada inisiatif full day school.
Salam dari kami yang berkepentingan pada generasi penerus.

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan


Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 8 Agustus 2016