Ubah atau revisi logo dan maskot Asian Games 2018 dan libatkan insan kreatif Indonesia

Ubah atau revisi logo dan maskot Asian Games 2018 dan libatkan insan kreatif Indonesia

Masalahnya

Yang Terhormat,

Bapak Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Bapak Erick Thohir, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI)

Setelah lebih dari setengah abad, 2018 akan menjadi kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, ke-18, pesta olahraga terbesar bangsa-bangsa di Asia. Penyelenggaraan event olahraga terbesar kedua setelah olimpiade ini sekaligus menjadi ajang Indonesia menunjukkan diri ke bangsa-bangsa lain di dunia khususnya di Asia.

Indonesia bangga akan menjadi sorotan dunia pada 2018 nanti. Namun disayangkan, logo, maskot dan slogan Asian Games dibuat ala kadarnya. Padahal logo, maskot, dan brand system adalah pilar penting penyelenggaraan sebuah event. Bisa dilihat bagaimana negara lain menyiapkan event sekelas Asian Games dan olimpiade. Logo dan maskot yang dipilih akan menjadi representasi Indonesia di depan bangsa-bangsa Asia. 

Publik tidak pernah tahu bagaimana proses pembuatan logo dan maskot hingga tiba-tiba dirilis ke publik dan didaftarkan ke Komite Olimpiade Asia (OCA) September lalu dan maskot 'Drawa' dirilis pekan lalu. Kami tidak tahu apakah pemerintah menggandeng desainer profesional, agensi, menyayembarakan atau melakukan penunjukan langsung untuk mendesain logo cenderawasih, maskot, dan slogan 'Indonesia Bangga'. Padahal, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menjanjikan akan melibatkan insan kreatif Indonesia dengan melakukan sayembara logo dan maskot Asian Games pada kuliah umum di Universitas Brawijaya, Malang 20 Desember tahun lalu (VivaNews, 20 Desember 2014). 

Dibandingkan dengan logo event olahraga lainnya seperti olimpiade, logo dan maskot Asian Games 2018 cukup menyedihkan dan dibuat ala kadarnya. Bahkan jika dibandingkan logo-logo Asian Games terakhir. Pemerintah seolah tidak memanfaatkan potensi profesional dan akademisi desain komunikasi visual nasional, termasuk institusi pemerintah sendiri seperti Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Padahal, ini adalah kesempatan langka yang dapat dijadikan kesempatan untuk menunjukkan wajah industri kreatif Indonesia .

Narpati Awangga, seniman Ruangrupa mengatakan bahwa konsep maskot dan logo tersebut sudah usang bahkan dibandingkan Olimpiade 1980 (DetikSport, 29 Desember 2015). Padahal menurut logo dan maskot seharusnya cantik dan memiliki karakter visual yang kuat secara elemen estetik, tanpa melepaskan benang merah dengan logo dan konsisten dengan filosofi event (CNN Indonesia, 29 Desember 2015).

Dari kacamata Akademisi, Aminudin, Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB berpendapat bahwa maskot Asian Games terkesan tidak informatif dan overornamentik dan 'keberatan' identitas budaya. Menurut Aminudin maskot harus futuristik, jangan ada unsur ornamen namun tetap terlihat intelek, prestise, lucu, dan gagah. Warnanya perlu lebih sederhana, efisien, dan kontekstual (DetikSport, 30 Desember 2015)

Selain itu, slogan Asian Games 2018 juga perlu dibuat mewakili bangsa-bangsa Asia. Sejak awal penyelenggaraan Asian Games, slogan yang digunakan selalu slogal global yang representatif seperti Incheon 2014 (Diversity Shines Here), Guangzhou 2010 (Thrilling Games, Harmonious Asia), Doha 2006 (The Games of Your Life) dan lainnya. 'Indonesia Bangga' belum merepresentasikan bangsa Asia secara keseluruhan.

Pemerintah bahkan belum memiliki konsep branding yang jelas. Padahal hal ini mutlak dibutuhkan jika kita melihat penyelenggaraan event olahraga lainnya. Olimpiade, piala dunia, maupun event olahraga tingkat benua misalnya memiliki sistem yang baku terkait logo, identitas visual, font, slogan  dsb. 

Oleh karena itu, demi citra Indonesia di mata dunia, kami mempetisi Bapak Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga), Erick Thohir (Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia) dan Indonesia Asian Games Organizing Committee (INAGOC) untuk:

1.    Merevisi atau mengubah logo resmi Asian Games 2018 yang telah didaftarkan ke OCA dengan logo yang lebih kekinian dan representatif. Kami percaya hal itu dapat dilakukan mengingat posisi tawar Indonesia sebagai penyelenggara kepada OCA sebelum lebih terlambat.

2.    Melakukan desain ulang logo Asian Games 2018 lewat sayembara terbuka untuk rakyat atau melibatkan pelaku industri kreatif yang profesional di bidangnya. 

3.    Mendesain ulang dan mengganti tampilan fisik maskot 'Drawa' dengan juga melakukan sayembara terbuka untuk rakyat atau melibatkan pelaku industri kreatif yang profesional di bidangnya

4.    Membuat slogan yang lebih global dan representatif karena Asian Games adalah milik bangsa-bangsa Asia

5.    Membuat brand system yang jelas, representatif, dan sesuai dengan zaman yang dibuat dalam aturan baku sebagaimana penyelenggaraan event olahraga internasional lainnya dengan melibatkan pakar yang profesional di bidangnya.

6.    Melibatkan pakar yang ahli di bidangnya masing-masing untuk setiap kegiatan persiapan dan pelaksanaan Asian Games 2018 misalnya tender rancang bangun venue, iklan, program promosi dan sebagainya.

Semoga Asian Games 2018 berjalan lancar, membawa keberhasilan dan kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Indonesia bangga!

 

Sumber:

Vivanews.com. 20 Desember 2014. Menpora Gelar Sayembara Maskot Asian Games 2018

DetikSport. 30 Desember 2015. 'Maskot Asian Games Sebaiknya Futuristik, Lucu, dan Tak Terbebani Identitas Budaya'

CNN Indonesia, 30 Desember 2015 Maskot Asian Games Tak Mirip Cenderawasih, Benarkah?

Skyscrapercity 18th Asian Games Official Thread

 

Petisi ini mencapai 176 pendukung

Masalahnya

Yang Terhormat,

Bapak Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Bapak Erick Thohir, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI)

Setelah lebih dari setengah abad, 2018 akan menjadi kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games, ke-18, pesta olahraga terbesar bangsa-bangsa di Asia. Penyelenggaraan event olahraga terbesar kedua setelah olimpiade ini sekaligus menjadi ajang Indonesia menunjukkan diri ke bangsa-bangsa lain di dunia khususnya di Asia.

Indonesia bangga akan menjadi sorotan dunia pada 2018 nanti. Namun disayangkan, logo, maskot dan slogan Asian Games dibuat ala kadarnya. Padahal logo, maskot, dan brand system adalah pilar penting penyelenggaraan sebuah event. Bisa dilihat bagaimana negara lain menyiapkan event sekelas Asian Games dan olimpiade. Logo dan maskot yang dipilih akan menjadi representasi Indonesia di depan bangsa-bangsa Asia. 

Publik tidak pernah tahu bagaimana proses pembuatan logo dan maskot hingga tiba-tiba dirilis ke publik dan didaftarkan ke Komite Olimpiade Asia (OCA) September lalu dan maskot 'Drawa' dirilis pekan lalu. Kami tidak tahu apakah pemerintah menggandeng desainer profesional, agensi, menyayembarakan atau melakukan penunjukan langsung untuk mendesain logo cenderawasih, maskot, dan slogan 'Indonesia Bangga'. Padahal, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menjanjikan akan melibatkan insan kreatif Indonesia dengan melakukan sayembara logo dan maskot Asian Games pada kuliah umum di Universitas Brawijaya, Malang 20 Desember tahun lalu (VivaNews, 20 Desember 2014). 

Dibandingkan dengan logo event olahraga lainnya seperti olimpiade, logo dan maskot Asian Games 2018 cukup menyedihkan dan dibuat ala kadarnya. Bahkan jika dibandingkan logo-logo Asian Games terakhir. Pemerintah seolah tidak memanfaatkan potensi profesional dan akademisi desain komunikasi visual nasional, termasuk institusi pemerintah sendiri seperti Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Padahal, ini adalah kesempatan langka yang dapat dijadikan kesempatan untuk menunjukkan wajah industri kreatif Indonesia .

Narpati Awangga, seniman Ruangrupa mengatakan bahwa konsep maskot dan logo tersebut sudah usang bahkan dibandingkan Olimpiade 1980 (DetikSport, 29 Desember 2015). Padahal menurut logo dan maskot seharusnya cantik dan memiliki karakter visual yang kuat secara elemen estetik, tanpa melepaskan benang merah dengan logo dan konsisten dengan filosofi event (CNN Indonesia, 29 Desember 2015).

Dari kacamata Akademisi, Aminudin, Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB berpendapat bahwa maskot Asian Games terkesan tidak informatif dan overornamentik dan 'keberatan' identitas budaya. Menurut Aminudin maskot harus futuristik, jangan ada unsur ornamen namun tetap terlihat intelek, prestise, lucu, dan gagah. Warnanya perlu lebih sederhana, efisien, dan kontekstual (DetikSport, 30 Desember 2015)

Selain itu, slogan Asian Games 2018 juga perlu dibuat mewakili bangsa-bangsa Asia. Sejak awal penyelenggaraan Asian Games, slogan yang digunakan selalu slogal global yang representatif seperti Incheon 2014 (Diversity Shines Here), Guangzhou 2010 (Thrilling Games, Harmonious Asia), Doha 2006 (The Games of Your Life) dan lainnya. 'Indonesia Bangga' belum merepresentasikan bangsa Asia secara keseluruhan.

Pemerintah bahkan belum memiliki konsep branding yang jelas. Padahal hal ini mutlak dibutuhkan jika kita melihat penyelenggaraan event olahraga lainnya. Olimpiade, piala dunia, maupun event olahraga tingkat benua misalnya memiliki sistem yang baku terkait logo, identitas visual, font, slogan  dsb. 

Oleh karena itu, demi citra Indonesia di mata dunia, kami mempetisi Bapak Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga), Erick Thohir (Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia) dan Indonesia Asian Games Organizing Committee (INAGOC) untuk:

1.    Merevisi atau mengubah logo resmi Asian Games 2018 yang telah didaftarkan ke OCA dengan logo yang lebih kekinian dan representatif. Kami percaya hal itu dapat dilakukan mengingat posisi tawar Indonesia sebagai penyelenggara kepada OCA sebelum lebih terlambat.

2.    Melakukan desain ulang logo Asian Games 2018 lewat sayembara terbuka untuk rakyat atau melibatkan pelaku industri kreatif yang profesional di bidangnya. 

3.    Mendesain ulang dan mengganti tampilan fisik maskot 'Drawa' dengan juga melakukan sayembara terbuka untuk rakyat atau melibatkan pelaku industri kreatif yang profesional di bidangnya

4.    Membuat slogan yang lebih global dan representatif karena Asian Games adalah milik bangsa-bangsa Asia

5.    Membuat brand system yang jelas, representatif, dan sesuai dengan zaman yang dibuat dalam aturan baku sebagaimana penyelenggaraan event olahraga internasional lainnya dengan melibatkan pakar yang profesional di bidangnya.

6.    Melibatkan pakar yang ahli di bidangnya masing-masing untuk setiap kegiatan persiapan dan pelaksanaan Asian Games 2018 misalnya tender rancang bangun venue, iklan, program promosi dan sebagainya.

Semoga Asian Games 2018 berjalan lancar, membawa keberhasilan dan kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Indonesia bangga!

 

Sumber:

Vivanews.com. 20 Desember 2014. Menpora Gelar Sayembara Maskot Asian Games 2018

DetikSport. 30 Desember 2015. 'Maskot Asian Games Sebaiknya Futuristik, Lucu, dan Tak Terbebani Identitas Budaya'

CNN Indonesia, 30 Desember 2015 Maskot Asian Games Tak Mirip Cenderawasih, Benarkah?

Skyscrapercity 18th Asian Games Official Thread

 

Pengambil Keputusan

Menteri Pemuda dan Oahraga RI
Menteri Pemuda dan Oahraga RI
@imam_nahrawi
@imam_nahrawi
Ketua Komite Olimpiade Indonesia
Ketua Komite Olimpiade Indonesia
@erick_thohir
@erick_thohir
Indonesia Asian Games organizing Committee
Indonesia Asian Games organizing Committee

Perkembangan Terakhir Petisi