Halo teman-teman! Masih ingat Prita? Tahun 2008, Prita terkena kasus “pencemaran nama baik” dan sempat ditahan 22 hari di penjara padahal Prita hanya menulis e-mail pribadi tentang pengalaman Prita di sebuah rumah sakit.

Tapi Alhamdulillah, kasus sudah selesai, dan Prita bebas dari jerat hukum. Ingin tahu kapan selesainya? Februari 2013 kemarin baru menerima hasil keputusan bebas dari Mahkamah Agung.  Betul, 5 tahun kemudian! 

Sayangnya, walaupun kasus selesai, regulasi yang menjerumuskan Prita masih ada. Namanya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE). Selama 5 tahun terakhir, terdapat “Prita-Prita” lainnya, orang-orang biasa yang hanya ingin menyampaikan pendapatnya melalui media digital. 

Jadi kalau kamu nge-tweet, menulis status di facebook, BBM, bahkan meng-email, terus ada yang merasa terhina atau dicemarkan nama baiknya, mereka bisa mengadukan kamu ke polisi. Ancaman penjaranya, 6 tahun dan atau denda 1 milyar rupiah.. 

“Kalau memang ga bersalah gimana?” Prita juga akhirnya dinyatakan tidak bersalah. Tapi tetap masuk dipenjara selama 22 hari. Prita minta penangguhan pun, tidak dikabulkan. 

Nama yang sering muncul terkait UU ini memang nama Prita. Tapi sebenarnya korbannya banyak! sejak UU dibuat tahun 2008, sudah ada 24 orang yang menjadi korban.

Coba ingat-ingat, pernahkah kamu lewat social media, memberikan kritik? Atau menyebut sesuatu yang mungkin menyinggung orang lain baik sengaja maupun tidak? kalau kamu dilaporkan, sangat mungkin kamu dipenjara, bahkan karena hal sepele.

Dari dulu sudah niat, kalau sampai kasus selesai, Prita akan perjuangkan supaya tidak ada Prita-Prita yang lainnya. Petisi ini, langkah pertama Prita. 

Ada harapan baru. Kita punya Menkominfo baru. Dengan petisi ini, ayo sama-sama kita minta: 

  • Kepada Menkominfo: untuk hapus pasal 27 ayat 3 UU ITE dan hentikan pemenjaraan orang hanya karena ia menyampaikan pendapatnya di internet atau media sosial. hilangkan hukuman penjara (pidana) bagi mereka yang hanya ingin berpendapat. 
  • Kepada ketua Mahkamah Agung: untuk memutuskan agar UU ini tidak berlaku sampai direvisi.  

Jangan sampai orang jera dalam berpikiran kritis dan berpendapat, demi kemajuan bersama. Dukung petisi ini terus ya teman-teman!

 

===========================================================

Daftar korban UU ITE:

Johan Yan. Komentar di Facebook tentang dugaan korupsi Rp 4,7 triliun di Gereja Bethany Surabaya. terancam hukuman penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar.

Anthon Wahju Pramono. SMS dengan bahasa yang kasar kepada HM Lukminto di Pengadilan Negeri Solo.

Ade Armando. Dosen FISIP UI, menjadi tersangka karena mengindikasikan adanya korupsi pada Direktur Kemahasiswaan UI.  

Benny Handoko. Men-tweet mengenai tuduhan korupsi kepada @misbakhun mantan anggota DPR dan aktivis di PKS. Sempat ditahan 1 hari, kasus sedang berjalan.

Budiman. Siswa SMP Negeri Ma'rang, Kab. Pangkep ditahan karena mengkritik Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid melalui Facebook.

Mirza Alfath. Dosen Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe Aceh dianggap melakukan pelecehan atas syariat Islam atas komentarnya di Facebook.

Musni Usmar. Mantan Ketua Komite Sekolah SMAN 70 yang juga salah satu dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi tersangka pencemaran nama baik setelah menulis di blog.

Alexander Aan. Dipenjara 2,5 tahun dan denda 100 juta rupiah karena dianggap menyebarkan kebencian agama lewat Facebook, Sumatera Barat.

Muhammad Fajriska Mirza. Men-tweet tentang dugaan suap Jamwas Marwan Effendi. Ancaman 8 tahun penjara.  

Ira Simatupang. Mantan dokter RSUD Tangerang dilaporkan kepolisi atas laporan pencemaran nama baik, divonis 5 bulan penjara.

Donny Iswandono. Penggerak dan pemimpin redaksi Media Online Nias-Bangkit.com (NBC) dituntut Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi terkait pemberitaan kasus korupsi di Nias Selatan.

Muhammad Arsyad. Aktivis Garda Tipikor ditahan setelah menulis status BlackBerry Messenger (BBM) mengindikasikan korupsi Nurdin Halid.

Denny Indrayana. Wakil menteri hukum dan HAM, dilaporkan OC Kaligis ke Polda Metro Jaya atas pencemaran nama baik.

Yenike Venta Resti. Karena status Facebooknya, ia dituntut 1,5 tahun penjara. Diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Mustika Tahir. Ketua LSM Pemantau Kinerja Aparatur, ditahan Polisi Sulawesi Selatan atas laporan Andi Khairil Syam (anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Wajo.

Farhat Abbas. Diperiksa sebagai tersangka karena berkomentar bernada SARA ke Wakil Gubernur DKI Jakarta. Kasusnya sudah dimediasi.

Rahayu Kandiwati dan Siti Rubaidah. Aktivis perempuan dan korban, dilaporkan Joko Prasetyo, seorang aktivis perempuan, dan Siti Rubaidah karena telah memberikan pernyataan di media massa serta dalam situs change.org.  

Beryl Cholif Arrahman. Mengkritik guru lewat Facebook, sempat dipecat dari SMA Negeri 1 Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Pemecatan akhirnya dibatalkan, diganti surat tidak mengulangi perbuatan.

Yunius Koi Asa. Dianggap memfitnah tentang kecurangan pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT melalui Facebook. Dilaporkan ke Polres Belu, oleh Silverius Mau.

Prita Mulyasari. Menulis email tentang keluhan perlakuan buruk RS Omni Internasional. Sempat ditahan 22 hari. Dinyatakan bebas Februari 2013.

Letter to
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S. Dewa Broto
Kemenkominfo
Mahkamah Konstitusi
and 2 others
Menteri Komunikasi dan Informasi RI Rudiantara
Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara
Jangan penjarakan orang karena update status di media sosial!