Kemenangan

Jangan mengeluarkan ijin untuk Ponton Batubara milik Gunung Bayan resources melintasi Sungai Kedang Kepala untuk melindungi Habitat Pesut Mahakam

Petisi ini membuat perubahan dengan 6.183 pendukung!


Gimana rasanya kalau kamu lagi bercengkerama dengan pasangan atau teman, terus tiba-tiba lewat kapal ponton besar menabrak tanpa ampun? Itu dialami oleh pesut mahakam saat ini. Di sungai tempat mereka biasa kawin, sering dilewati kapal ponton batubara. Padahal jumlah mereka tinggal 86 ekor. Gimana bisa melestarikan spesies pesut mahakam yang hampir punah jika untuk bermain saja mereka harus menghadapi kapal ponton?

Saya teringat waktu kecil saat mengunjungi keluarga di Muara Pahu bersama ayah, banyak gerombolan pesut mahakam terlihat di muara anak sungai tersebut. Namun kini saat ponton batubara mulai merengsek memasuki sungai Kedang Pahu, pesut mahakam jarang sekali terlihat di situ.

Pesut Mahakam adalah lumba-lumba air tawar yang hidup di aliran sungai mahakam, Kalimantan Timur. Mereka sudah ditetapkan sebagai jenis satwa liar yang memperoleh prioritas sangat tinggi untuk dilestarikan dengan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.57/Menhut-II/2008. Badan konservasi dunia seperti IUCN dan CITES menyatakan populasi pesut hampir punah.

Dari data YK RASI, salah satu LSM yang konsen meneliti pesut mahakam sejak tahun 90-an, menyatakan pesut mahakam kini bermigrasi ke wilayah lain karena terdesak. Lingkungan tempat hidupnya rusak. Apakah kamu akan bertahan di lingkungan yang rusak? Tentu tidak kan! Begitu juga Pesut Mahakam yang terpaksa memilih mencari wilayah baru untuk bertahan hidup.

Dalam beberapa bulan ini, puluhan ponton batubara milik Low Tuck Kwong yang disewa perusahaan Gunung Bayan Resources memaksa masuk sungai Kedang Kepala. Sungai ini sangat sempit, tapi tetap dipaksa masuk oleh kapal ponton.

Tapi di tengah krisis itu, kita masih punya harapan. Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak mendukung konservasi pesut mahakam. Gubernur sudah melayangkan surat agar tidak menerbitkan izin berlayar Ponton Batubara kepada Kepala Dermaga Dishub Kukar dan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Samarinda 22 Juli lalu.

Meski begitu, Gubernur butuh dukungan kita. Tanggal 1 Agustus kemarin, saya bersama teman-teman Komunitas Save The Mahakam Dolphin berkunjung ke Desa Kedang Kepala.Kami melihat ada sekitar 10 ponton yang bertambat tidak jauh dari lokasi. Sebelumnya ada 30-an kapal. Berarti, kapal-kapal tersebut masuk secara diam-diam dan tidak mematuhi himbauan dari Gubernur.

Melalui petisi ini, mari kita sampaikan ke Low Tuck Kwong, pemilik kapal ponton perusahaan Bayan Resources, agar melarang kapalnya melewati sungai Kedang Kepala tempat pesut mahakam sering berada. Juga minta Dishub Kukar untuk menindak kapal yang melintasi perairan Sungai yang biasanya sering terlihat adanya pesut mahakam. Dukung petisi ini ya...



Hari ini: innal mengandalkanmu

innal rahman membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Menhub @IgnasiusJonan, Jangan keluarkan izin kapal Ponton Batubara melintasi Sungai Kedang Rantau. Lindungi pesut!". Bergabunglah dengan innal dan 6.182 pendukung lainnya hari ini.