Cabut gelar Thisia Halijam, Puteri pariwisata Kalteng 2020

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Berawal dari postingan Thisia Bianty Halijam dalam stori Instagramnya @thisia.halijam yang mengatakan bahwa bencana banjir yang terjadi di Kalimantan Tengah saat ini akibat dari ulah masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan menuai kecaman dari masyarakat Kalimantan Tengah.

Faktanya memang benar masih ada masyarakat yang suka membuang sampah di bantara sungai, namun hal itu tidak memiliki andil besar atas terjadinya banjir besar yang menimpa benerapa wilayah Kalimantan Tengah saat ini.

Lebih dari itu semua, saat ini kondisi hutan yang beralih fungsi sebagai lahan perkebunan membuat deforestasi terjadi, akibatnya fungsi hutan sebagai pencegah terjadinya banjirpun hilang, padahal keberadaan hutan mampu mengoptimalkan penyerapan air kedalam tanah.

Selain postingan yg secara tegas mengomentari persoalan banjir, dalam stori Thisia pun terpampang IG @savekinipan sebagai bacround, @savekinipan merupan akun Instagram para aktivis pembela lingkungan diwilayah Kinipan, Kecamatan Batangkawa, Kabupaten Lamandau, Kalteng dalam melawan dan menolak keberadaan PT. SML sebuah perusahaan perkebunan sawit yang selama ini telah membabat hutan di wilayah kinipan, sehingga tulisan Thisia tersebut seolah-olah ingin menegaskan bahwa banjir yang terjadi di wilayah kinipan tidak ada hubungannya dengan hutan yang hilang diwilayah tersebut.

Sebagai seorang putri pariwisata, sangat tidak elok dan bijak bila Thisia berkata demikian, apalagi siatuasi masyarakat yg sedang kesusahan ditimpa musibah banjir yang terjadi.

SURAT TERBUKA UNTUK
YTH.YAYASAN EL-JOHN PAGEANT
NAMA MASYARAKAT KALTENG

INGIN MENGAJUKAN PERMOHONAN UNTUK DAPAT MENDISKUALIFIKASI SALAH SATU FINALIS PUTERI PARIWISATA INDONESIA 2020 ATAS NAMA "THISIA BIANTY HALIJAM - KALIMANTAN TENGAH"

ADA PUN HAL HAL YANG MEMILIKI ALASAN KUAT MENGAPA KAMI YANG JUGA SEBAGAI WARGA KALIMANTAN TENGAH TIDAK INGIN THISIA BIANTY HALIJAM MEMBAWA NAMA KAL-TENG DI AJANG BERGENGSI INI KARENA :

1.MERUSAK CITRA KALTENG DENGAN OPINI DAN STEATEMENTNYA YANG SALAH

2.MELANGGAR KODE ETIK SASH YANG SEHARUSNYA ORANG YANG MEMEGANG SASH ADALAH *NETRAL* TIDAK BOLEH ADA UNSUR POLITIK YANG DIGIRINGNYA

3.MENGGIRING OPINI MENGENAI KASUS HUTAN ADAT YANG MENYALAHKAN MASYARAKAT DAYAK

MENJUKKAN THISIA TIDAK LAYAK MEMAKAI SELEMPANG KAL-TENG DI AJANG APAPUN KARENA IA TIDAK MENDUKUNG PERJUANGAN NENEK MOYANG DAN TANAH LELUHURNYA.


ITU TADI ADALAH ALASAN KUAT MENGAPA KAMI SEBAGAI MASYARAKAT KALIMANTAN TENGAH INGIN PIHAK YAYASAN MELAKUKAN KEBIJAKAN TERHADAP THISIA BIANTY HALIJAM DEMI NAMA BAIK YAYASAN EL JOHN PAGEANT, KALIMANTAN TENGAH, DAN SELURUH GENERASI MUDA AGAR TIDAK MENGIKUTI JEJAK INFLUENCER YANG TIDAK BIJAKSANA DAN BERTANGGUNG JAWAB INI.
SEKIAN �