SAVE SUARA RAKYAT BANDAR LAMPUNG

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Keputusan Bawaslu Lampung mendiskualifikasi pasangan Eva dwiana-Deddy Amrullah selaku pemenang Pilwalkot Bandar Lampung 2020 mencederai hati 249.134 rakyat Bandar Lampung. Warga Bandarlampung yang secara sukarela meluangkan waktu untuk memilih Bunda Eva di tengah kecemasan karena corona terpaksa memukul dada karena suara kita dianggap tidak ada. Padahal hak memilih kita nyata adanya dan dilindungi oleh undang-undang, pun merupakan hak asasi manusia.


Kata mereka, 57,3% pemilih Bunda Eva dipengaruhi oleh suaminya yaitu Walikota Bandar Lampung saat ini, Haji Herman HN.


Memang apa buktinya kalau rakyat-rakyat itu dipengaruhi? Apa ada hipnotis massal? Apa rakyat tidak punya otak dan akal pikiran sampai-sampai tidak bisa menentukan pemimpinnya sendiri secara sadar dan bertanggung jawab? 


Ya, Walikota Bandar Lampung yang begitu dicintai oleh rakyatnya sampai memenangkan periode keduanya dengan 86,66% suara alias tertinggi ketiga se-Indonesia itu dianggap sebagai "kambing hitam" atas didiskualifikasinya Paslon Nomor 3, Bunda Eva dan Deddy Amrullah.


Wahai majelis pemeriksa yang terhormat, memangnya rakyat buta atas kinerja walikota ragom gawi selama 2 periode terakhir itu, sampai-sampai rakyat "harus dipengaruhi" agar memilih istrinya? 


TIDAK, tanpa diminta pun, kami akan tetap memilih sosok yang melanjutkan kecemerlangan pembangunan di Kota Bandar Lampung.


Mari Rakyat Bandar Lampung Bersatu, kita Kawal suara yang kita berikan dengan penuh pertimbangan. Seperti kata Alzier, lawan keputusan Bawaslu Lampung yang begitu nekat melawan kedaulatan rakyat! Dipaksa atau tidak dipaksa, Kami tetap pilih Bunda Eva!