Mahasiswa FISIP Menolak Hasil Akhir Calon KPM UIN Jakarta

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Pada 28 November 2020 Pukul 03.20 dini hari.

KPM UIN Jakarta telah benar-benar mempertegas keburukannya sebagai sebuah instansi yang licik dan bobrok. Dalam proses awal hingga hampir di masa akhir PEMILWA ini, KPM UIN Jakarta telah berkali-kali mencederai kesucian dari demokrasi.

Berikut adalah keburukan dan kejahatan demokrasi yang dilakukan oleh elite KPM UIN Jakarta :

1. Ketidakjelasan Timeline Pemilwa dan penetapan pengumuman yang seenak-enaknya diubah oleh BPH KPM UIN Jakarta tanpa adanya alasan yang jelas hingga hari ini.
2. Sosialisasi terkait proses pemberkasan kurang dari satu hari dan tidak jelas sehingga mengakibatkan banyaknya calon yang memiliki kecacatan dalam pemberkasan.
3. Beberapa calon yang juga memiliki kecacatan yang seharusnya tidak lolos, malah diloloskan. Sungguh miris instansi yang dipercaya dan diamanatkan objektif nampak jelas subjektif meloloskan beberapa calon yang juga bermasalah demi kepentingan golongannya.
4. Verifikasi berkas dilakukan tidak berdasarkan PKPM yang seharusnya menjadi pedoman.
5. Pengambilan keputusan verifikasi berkas dilakukan secara sepihak oleh BPH KPM UIN Jakarta tanpa melibatkan Koor Fakultas dan anggota KPM lainnya. Hal ini sangat berindikasi terselipkannya kepentingan golongan. Melihat latarbelakang BPH KPM UIN Jakarta yang berasal dari golongan yang sama. 

Dan seharusnya hari ini, Tanggal 28 November 2020, masih ada proses sengketa dan gugatan bagi calon yang berkasnya bermasalah. Namun ke sekian kalinya, KPM bertindak otoriter dan sewenang-wenang dalam penyelenggaraan kontestasi demokrasi (yang nyatanya tidak demokratis) dengan penetapan calon yang diupload di Instagram @official.kpmuinjkt.

Persoalannya, bagaimana bisa surat penetapan calon tersebut keluar saat proses sengketa sedang atau bahkan belum berjalan secara menyeluruh? Satu indikasi yang terlintas, pasti ini ada kepentingan politik yang dilakukan demi menguntungkan golongan tertentu! Sungguh memalukan, integritas yang seharusnya ada tak lebih dari sekedar bualan dan "pesanan" dari para elit golongannya.

Gelap hati, dan tak bermoril yang sekarang sedang ditampakan oleh KPM UIN Jakarta! Bibit penghancur demokrasi!

Oleh karena itu petisi ini dibuat mewadahi semua mahasiswa FISIP yang sedang dipermainkan oleh KPM UIN Jakarta dan dirampas hak demokrasinya.

Jangan takut dalam menegakan keadilan! Tetaplah bersuara, meski saat ini dibungkam! Jangan pernah tunduk pada kecurangan!

Tunduk Ditindas Atau Bangkit Melawan!

Mari bersama satukan suara menuntut keadilan!!!