Petition Closed

Jangan Penjarakan Orang Benar!

Tanggal 22 Juli 2014 yang lalu, sekitar pukul 19.19, pihak kejaksaan menangkap dan menahan Hotasi tanpa mengikuti prosedur di depan istri dan kedua anaknya yang masih kecil di Bandara Soekarno-Hatta, sepulang liburan dari Bali. Padahal sebelumnya Hotasi telah diputus bebas oleh Pengadilan Tipikor. Niat baikya mengabdi kepada negara berakhir di penjara. Saat ini Hotasi mendekam di LP Sukamiskin, Bandung. 

Bayangkan jika hal seperti ini terjadi pada kita. Apa jadinya kalau orang baik yang punya niat tulus mengabdi kepada negara dipenjara padahal tidak bersalah? 

Siapa Hotasi?

Hotasi kuliah di ITB jurusan teknik sipil dan dikenal aktif dalam pergerakan kampus. Setelah lulus dari ITB ia melanjutkan pendidikannya di MIT. Lulus dari MIT, Hotasi bekerja di Garuda Indonesia lalu pindah ke perusahaan internasional, General Electric (GE). Setelah 5 tahun bekerja di GE ia dipercaya sebagai pimpinan puncak Asia Pasifik.

Gaji besar dan kenyamanan yang ia terima sebagai pimpinan tak mampu membuatnya tetap bertahan di GE ketika Ibu Pertiwi memanggil dan menugaskannya untuk membangkitkan Merpati Airlines yang sedang terpuruk. Ia pun mengabdi demi Merah Putih.

Ada satu cerita dari sahabat Hotasi, Alm. Kornel M. Sihombing, Mantan Vice President Marketing PT. DI, yang menjadi salah satu korban Tragedi Sukhoi Superjet 100. Pada masa awal Hotasi menjabat Presiden Direktur Merpati, ia mengajak semua rekan-rekannya angkatan 83 ITB makan bersama. Pada waktu makan, ia berkata, "Aku undang temen-temen semua makan bersama, dan mulai besok jangan ganggu aku, dengan mengajak bisnis ini dan itu. Karena aku akan melayani Merpati..."

Kenapa Hotasi Dipenjara?

Tahun 2006, dalam kondisi terpuruk, Merpati perlu menambah dua pesawat Boeing dengan meminjam demi meningkatkan pendapatan. Kondisi yang memprihatinkan tersebut membuat Merpati sulit mendapatkan kepercayaan dari pihak leasing. Namun akhirnya ada leasing yang bersedia meminjamkan dua pesawat, Thirdstone Aircraft Leasing Group (TALG), pimpinannya, Alan Messner dan John C Cooper.

Sesuai dengan perjanjian dan waktu yang disepakati, pesawat tak kunjung datang. Uang yang telah ditempatkan Merpati dalam bentuk deposit diambil sepihak oleh Alan Messner dan John C. Cooper (Peraturan yang berlaku di AS: tidak boleh diambil sepihak). Sadar telah ditipu, pihak Merpati mengejar dan memperkarakan TALG di pengadilan AS. 

Dalam persidangan di AS, Alan Messner dan John C Cooper terbukti bersalah. Kemudian keduanya dijatuhi divonis 18 bulan penjara karena terbukti melakukan penipuan pajak terkait kasus penggelapan security deposit Merpati. Alan Messner dan John C Cooper diproses dalam dua kasus yang terpisah.

Di Indonesia, kasus ini mulai disidangkan 5 Juli 2012 di Pengadilan Tipikor. Jaksa menuntut Hotasi empat tahun penjara.

Setelah 9 bulan dan menjalani 28 persidangan, tepatnya pada tanggal 19 Februari 2013, Pengadilan Tipikor menyatakan Hotasi TIDAK MELAKUKAN KORUPSI dan divonis BEBAS (Video Sidang Putusan Bebas Hotasi). Tentu saja, bebasnya Hotasi dari tuduhan korupsi, tak lepas dari peran Petisi pada tahun 2013, 1,315 orang mendukung bebasnya Hotasi.

Malang tak dapat ditolak. Putusan Tipikor yang seharusnya menjadi pamungkas, justru dikasasi ke Mahkamah Agung oleh pihak Kejaksaan, hingga akhirnya pada 7 Mei 2014, majelis yang menangani kasus ini, terdiri dari hakim agung Artidjo Alkostar, MS Lumme, dan Mohamad Askin, menganulir putusan Pengadilan Tipikor, dan mengganjar Hotasi dengan vonis 4 tahun penjara.

Putusan Majelis MA ini menjadi satu-satunya yang berbeda dengan kesimpulan dari pemeriksaan intensif sebelumnya di KPKBPKKejaksaan Agung Muda DatunBareskrim, dimana seluruh lembaga itu menyatakan TIDAK ADA KORUPSI dalam perkara ini.

Demi keadilan, bebaskan orang baik yang tidak bersalah dari penjara!

This petition was delivered to:
  • MA


    Irnantio Hadi started this petition with a single signature, and now has 10,028 supporters. Start a petition today to change something you care about.