Umat Islam dukung bongkar, renovasi ulang Masjid Raya Jakarta, Masjid KH Hasyim Asy'ari


Umat Islam dukung bongkar, renovasi ulang Masjid Raya Jakarta, Masjid KH Hasyim Asy'ari
Masalahnya
Masjid Raya Jakarta sudah diresmikan namanya menjadi Masjid KH Hasyim Asy'ari. Lokasi masjid ini terletak di daerah Daan Mogot, Kalideres dekat dengan Rusunawa Daan Mogot. Banyak sekali kejanggalan dalam arsitektur masjid ini. Saya sudah datang ke masjid ini untuk melakukan cross cek total dan mengambil foto sendiri masjid ini. Masjid ini terkesan terburu-buru diresmikan menjelang pilkada DKI putaran 2. Bahkan dimajukan sehari dari jadwal yang seharusnya. Banyak orang, netizen yg protes soal arsitektur masjid ini yang bentuk fisiknya seperti salib. Di atas atapnya juga ada salib yang berwarna putih. Masjid itu harusnya dibangun dengan niat karena Allah. Jangan nodai masjid dengan tujuan politik. Masjid ini baru diresmikan saja sudah terjadi kemalingan di tempat wudhu. Keran shower di tempat wudhu sudah hilang.
Masjid adalah tempat ibadah umat Islam. Silahkan bangun masjid dengan tema apa saja selama tema itu tema Islam untuk menghidupkan syiar Islam. Di masjid raya Jakarta, saya tidak menemukan nuansa Islam dan nuansa Betawi. Ruang sholat saja masih dikunci. Sekarang tukangnya masih kerja pembersihan masjid. Pembangunan masjid raya Jakarta sudah melanggar peraturan daerah Jakarta tidak menghidupkan nilai Islam. Masjid ini sudah melakukan pelanggaran konsep yang direncanakan. Jika ingin bangun masjid dengan konsep Budaya Betawi, silahkan fokus saja dengan konsepnya tapi masukkan nilai Islam di dalamnya. Jangan bangun masjid dengan ornamen yang meniru agama lain. Fokus ini masjid, kita umat Islam. Saya tidak mau umat Islam yang singgah sholat di masjid ini, tidak mendapat pahala.
Denah masjid ini menurut saya tidak rapih. Mihrabnya berornamen segitiga yg menyerupai ornamen Yahudi. Atapnya berbentuk piramida. Masjid ini banyak ornamen Krsiten, Yahudi dibandingkan dengan nuansa Islam dan nuansa Betawi. Atap pintu masuknya seperti gereja. Ada ornamen Yahudi di pintu masuknya. Dari depan saja, bentuknya sudah seperti gereja. Seumur hidup saya, belum pernah ada masjid yang baru dibangun menimbulkan kontroversi seperti ini. Masjid yang dibangun sebelumnya tidak ada yang menimbulkan kontroversi seperti ini. Masjid Raya Jakarta adalah masjid pertama yang dibangun yang menimbulkan kontroversi dan keresahan umat Islam khususnya dan masyarakat umumnya.
Pernah terjadi di zaman Baginda Rasulullah SAW, ketika orang kafir munafiq, membangun masjid di sebelah masjid Quba untuk menyaingi masjid Quba. Baginda Rasulullah SAW mau berangkat perang ke Tabuk. Abu Amir Ar Rahib, seorang pendeta Kristen mengundang Baginda Rasulullah SAW u/ sholat di dalamnya. Pulang dari Tabuk, Baginda Rasulullah SAW memperoleh wahyu dari Allah SWT u/ tidak sholat di dalamnya. Baginda Rasulullah SAW memerintahkan u/ membakar masjid itu. Masjid itu namanya masjid dhirar. Masjid Raya Jakarta, Masjid KH Hasyim Asy'ari adalah masjid dhirar modern.
Ayo kita sebagai umat Islam dukung pembongkaran dan renovasi ulang Masjid Raya Jakarta agar jadi masjid yang lebih baik, yang bisa menghidupkan syiar Islam, menghidupkan ukhuwah Islamiyah bukan perpecahan umat Islam. Jika masjid ini dibongkar dan direnovasi ulang semaksimal mungkin, umat Islam akan senang dengan masjid ini. Masjid ini bisa menjamin kenyamanan ibadah untuk umat Islam. Masjid ini harus dirapihkan denahnya semaksimal mungkin. Sebelum banyak staff yang bekerja di masjid ini, sebelum terbentuk DKM masjid ini, sebaiknya dirombak dulu dan direnovasi ulang dengan bentuk arsitektur fisik yang lebih baik. Hidupkan syiar Islam di masjid ini. Pasang ornamen Islam, kaligrafi di masjid ini agar lebih terrasa syiar Islamnya. Masjid ini memang harus dirombak, dibongkar, direnovasi ulang. Bahkan Bapak Din Samsudin mendesak agar masjid ini dirubah denahnya lebih baik agar jangan sampai masjid ini menjadi masjid dhirar modern.
Terakhir, saya himbau semua umat Islam agar tidak sholat di masjid raya Jakarta dulu sementara waktu sampai dibongkar, direnovasi, ditata ulang semaksimal mungkin.
Firman Allah dalam surat At Taubah ayat 107-110:
107. "Dan di antara orang munafiq itu ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana bagi orang yang beriman untuk kekafiran dan memecah belah orang yang beriman serta menunggu kedatangan orang yang telah memerangi Allah dan RasulNya sejak dahulu kala. Mereka dengan pasti bersumpah, "Kami hanya menghendaki kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta dalam sumpahnya"
108. "Jangan kamu mendirikan sholat di masjid itu selamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan di atas dasar taqwa (masjid Quba), sejak hari pertama lebih pantas kamu mendirikan sholat di dalamnya. Di dalamnya ada orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang yang bersih"
109. "Maka apakah orang yang mendirikan masjid di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaanNya itu lebih baik atau orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang runtuh, kemudian bangunan itu runtuh bersamanya ke neraka Jahannam? Allah tidak memberikan petunjuk bagi orang yang zalim"
110. "Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka sehingga hati mereka hancur. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"

Masalahnya
Masjid Raya Jakarta sudah diresmikan namanya menjadi Masjid KH Hasyim Asy'ari. Lokasi masjid ini terletak di daerah Daan Mogot, Kalideres dekat dengan Rusunawa Daan Mogot. Banyak sekali kejanggalan dalam arsitektur masjid ini. Saya sudah datang ke masjid ini untuk melakukan cross cek total dan mengambil foto sendiri masjid ini. Masjid ini terkesan terburu-buru diresmikan menjelang pilkada DKI putaran 2. Bahkan dimajukan sehari dari jadwal yang seharusnya. Banyak orang, netizen yg protes soal arsitektur masjid ini yang bentuk fisiknya seperti salib. Di atas atapnya juga ada salib yang berwarna putih. Masjid itu harusnya dibangun dengan niat karena Allah. Jangan nodai masjid dengan tujuan politik. Masjid ini baru diresmikan saja sudah terjadi kemalingan di tempat wudhu. Keran shower di tempat wudhu sudah hilang.
Masjid adalah tempat ibadah umat Islam. Silahkan bangun masjid dengan tema apa saja selama tema itu tema Islam untuk menghidupkan syiar Islam. Di masjid raya Jakarta, saya tidak menemukan nuansa Islam dan nuansa Betawi. Ruang sholat saja masih dikunci. Sekarang tukangnya masih kerja pembersihan masjid. Pembangunan masjid raya Jakarta sudah melanggar peraturan daerah Jakarta tidak menghidupkan nilai Islam. Masjid ini sudah melakukan pelanggaran konsep yang direncanakan. Jika ingin bangun masjid dengan konsep Budaya Betawi, silahkan fokus saja dengan konsepnya tapi masukkan nilai Islam di dalamnya. Jangan bangun masjid dengan ornamen yang meniru agama lain. Fokus ini masjid, kita umat Islam. Saya tidak mau umat Islam yang singgah sholat di masjid ini, tidak mendapat pahala.
Denah masjid ini menurut saya tidak rapih. Mihrabnya berornamen segitiga yg menyerupai ornamen Yahudi. Atapnya berbentuk piramida. Masjid ini banyak ornamen Krsiten, Yahudi dibandingkan dengan nuansa Islam dan nuansa Betawi. Atap pintu masuknya seperti gereja. Ada ornamen Yahudi di pintu masuknya. Dari depan saja, bentuknya sudah seperti gereja. Seumur hidup saya, belum pernah ada masjid yang baru dibangun menimbulkan kontroversi seperti ini. Masjid yang dibangun sebelumnya tidak ada yang menimbulkan kontroversi seperti ini. Masjid Raya Jakarta adalah masjid pertama yang dibangun yang menimbulkan kontroversi dan keresahan umat Islam khususnya dan masyarakat umumnya.
Pernah terjadi di zaman Baginda Rasulullah SAW, ketika orang kafir munafiq, membangun masjid di sebelah masjid Quba untuk menyaingi masjid Quba. Baginda Rasulullah SAW mau berangkat perang ke Tabuk. Abu Amir Ar Rahib, seorang pendeta Kristen mengundang Baginda Rasulullah SAW u/ sholat di dalamnya. Pulang dari Tabuk, Baginda Rasulullah SAW memperoleh wahyu dari Allah SWT u/ tidak sholat di dalamnya. Baginda Rasulullah SAW memerintahkan u/ membakar masjid itu. Masjid itu namanya masjid dhirar. Masjid Raya Jakarta, Masjid KH Hasyim Asy'ari adalah masjid dhirar modern.
Ayo kita sebagai umat Islam dukung pembongkaran dan renovasi ulang Masjid Raya Jakarta agar jadi masjid yang lebih baik, yang bisa menghidupkan syiar Islam, menghidupkan ukhuwah Islamiyah bukan perpecahan umat Islam. Jika masjid ini dibongkar dan direnovasi ulang semaksimal mungkin, umat Islam akan senang dengan masjid ini. Masjid ini bisa menjamin kenyamanan ibadah untuk umat Islam. Masjid ini harus dirapihkan denahnya semaksimal mungkin. Sebelum banyak staff yang bekerja di masjid ini, sebelum terbentuk DKM masjid ini, sebaiknya dirombak dulu dan direnovasi ulang dengan bentuk arsitektur fisik yang lebih baik. Hidupkan syiar Islam di masjid ini. Pasang ornamen Islam, kaligrafi di masjid ini agar lebih terrasa syiar Islamnya. Masjid ini memang harus dirombak, dibongkar, direnovasi ulang. Bahkan Bapak Din Samsudin mendesak agar masjid ini dirubah denahnya lebih baik agar jangan sampai masjid ini menjadi masjid dhirar modern.
Terakhir, saya himbau semua umat Islam agar tidak sholat di masjid raya Jakarta dulu sementara waktu sampai dibongkar, direnovasi, ditata ulang semaksimal mungkin.
Firman Allah dalam surat At Taubah ayat 107-110:
107. "Dan di antara orang munafiq itu ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana bagi orang yang beriman untuk kekafiran dan memecah belah orang yang beriman serta menunggu kedatangan orang yang telah memerangi Allah dan RasulNya sejak dahulu kala. Mereka dengan pasti bersumpah, "Kami hanya menghendaki kebaikan". Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta dalam sumpahnya"
108. "Jangan kamu mendirikan sholat di masjid itu selamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan di atas dasar taqwa (masjid Quba), sejak hari pertama lebih pantas kamu mendirikan sholat di dalamnya. Di dalamnya ada orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang yang bersih"
109. "Maka apakah orang yang mendirikan masjid di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaanNya itu lebih baik atau orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang runtuh, kemudian bangunan itu runtuh bersamanya ke neraka Jahannam? Allah tidak memberikan petunjuk bagi orang yang zalim"
110. "Bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi penyebab keraguan dalam hati mereka sehingga hati mereka hancur. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan


Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 20 April 2017