Lindungi Anak, Yuk Dukung Presiden Jokowi Tanda Tangani RPP Kesehatan!


Lindungi Anak, Yuk Dukung Presiden Jokowi Tanda Tangani RPP Kesehatan!
Masalahnya
Saya, Vivi (55 tahun) dan suami saya, Toto (56 tahun), memiliki anak yang sudah mencoba merokok sejak usia 10 tahun atau kelas 4 SD. Ini membuat hati saya sedih dan sering menangis malam hari.
Saya berharap agar anak saya tumbuh sehat, cerdas, dan berguna bagi keluarga serta negara. Namun, saat dia mulai merokok, tubuhnya mulai sering batuk-batuk. Awalnya, dia tidak mengaku bahwa sudah mencoba rokok dari teman-teman sekelasnya, tapi hal itu ketahuan saat saya mendapati rambut Evan bau rokok dan akhirnya mengaku sudah mencoba rokok.
Saya dan suami bukanlah perokok dan kami sempat merasa gagal sebagai orang tua. Padahal saya sudah memberikan edukasi bahaya merokok, mengawasi pergaulan di sekitar rumah dan lingkungan keluarga. Namun, rokok membuat anak semata wayang kami kecanduan.
Ternyata, anak saya merokok sembunyi-sembunyi di sekitar sekolah, bersama teman-teman SD-nya. Dia membeli rokok di warung-warung dekat sekolah. Saya sangat menyayangkan bahwa ternyata banyak pedagang, warung, dan toko yang menjual rokok di sekitar sekolah.
Sebagai orang tua, saya tidak tahu harus berbuat apa untuk mengatasi candu rokok anak. Saya berharap pemerintah membuat regulasi yang mengatur pedagang agar tidak menjual rokok di sekitar sekolah.
Saat pedagang dan minimarket menjual rokok di sekitar sekolah, maka itu menjadi cela dan peluang anak untuk mencoba-coba rokok. Era ini, banyak iklan rokok yang terpampang di sekitar sekolah juga di media sosial.
Kegelisahan ini saya ceritakan ke seorang teman lama. Teman lama bercerita bahwa pemerintah sedang menyusun RPP Kesehatan, yang mengatur pedagang tidak boleh menjual rokok di sekitar sekolah. Ini membuat hati saya melonjak dan muncul ada harapan.
Harapan saya, RPP Kesehatan bisa menjadi cara pemerintah untuk hadir dan mengawasi anak-anak dari candu rokok. Saya berdoa, jangan ada lagi anak-anak yang menjadi korban penjualan rokok di sekitar sekolah. Cukup berhenti di saya. Semoga aturan larangan penjualan rokok di sekitar sekolah bisa disahkan pemerintah.
Salam
Bacaan yang saya baca:
Indonesia Darurat Perokok Anak, Mayoritas Mulai Merokok di Umur 15 - 19 Tahun
Riset: Remaja yang Sekolahnya Dikepung Iklan Rokok Cenderung Lebih Tinggi Merokok
Masalahnya
Saya, Vivi (55 tahun) dan suami saya, Toto (56 tahun), memiliki anak yang sudah mencoba merokok sejak usia 10 tahun atau kelas 4 SD. Ini membuat hati saya sedih dan sering menangis malam hari.
Saya berharap agar anak saya tumbuh sehat, cerdas, dan berguna bagi keluarga serta negara. Namun, saat dia mulai merokok, tubuhnya mulai sering batuk-batuk. Awalnya, dia tidak mengaku bahwa sudah mencoba rokok dari teman-teman sekelasnya, tapi hal itu ketahuan saat saya mendapati rambut Evan bau rokok dan akhirnya mengaku sudah mencoba rokok.
Saya dan suami bukanlah perokok dan kami sempat merasa gagal sebagai orang tua. Padahal saya sudah memberikan edukasi bahaya merokok, mengawasi pergaulan di sekitar rumah dan lingkungan keluarga. Namun, rokok membuat anak semata wayang kami kecanduan.
Ternyata, anak saya merokok sembunyi-sembunyi di sekitar sekolah, bersama teman-teman SD-nya. Dia membeli rokok di warung-warung dekat sekolah. Saya sangat menyayangkan bahwa ternyata banyak pedagang, warung, dan toko yang menjual rokok di sekitar sekolah.
Sebagai orang tua, saya tidak tahu harus berbuat apa untuk mengatasi candu rokok anak. Saya berharap pemerintah membuat regulasi yang mengatur pedagang agar tidak menjual rokok di sekitar sekolah.
Saat pedagang dan minimarket menjual rokok di sekitar sekolah, maka itu menjadi cela dan peluang anak untuk mencoba-coba rokok. Era ini, banyak iklan rokok yang terpampang di sekitar sekolah juga di media sosial.
Kegelisahan ini saya ceritakan ke seorang teman lama. Teman lama bercerita bahwa pemerintah sedang menyusun RPP Kesehatan, yang mengatur pedagang tidak boleh menjual rokok di sekitar sekolah. Ini membuat hati saya melonjak dan muncul ada harapan.
Harapan saya, RPP Kesehatan bisa menjadi cara pemerintah untuk hadir dan mengawasi anak-anak dari candu rokok. Saya berdoa, jangan ada lagi anak-anak yang menjadi korban penjualan rokok di sekitar sekolah. Cukup berhenti di saya. Semoga aturan larangan penjualan rokok di sekitar sekolah bisa disahkan pemerintah.
Salam
Bacaan yang saya baca:
Indonesia Darurat Perokok Anak, Mayoritas Mulai Merokok di Umur 15 - 19 Tahun
Riset: Remaja yang Sekolahnya Dikepung Iklan Rokok Cenderung Lebih Tinggi Merokok
Kemenangan
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan

Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 17 Juli 2024