Terima Kasih Atas Dukungannya, Petisi Kita Telah Menembus 200 Suara


Terima kasih teman-teman atas dukungan yang telah teman-teman berikan pada petisi ini sehingga petisi ini menembus 200 suara. Namun seperti yang kita ketahui perjuangan ini tidak akan berhenti sampai terjadi perubahan kebijakan atas keberadaan billboard rokok di Kota Pekanbaru. Perubahan yang kita sama-sama inginkan adalah : larangan total billboard rokok di ruang publik di Kota Pekanbaru.
Dua ratus suara mungkin masih terdengar kecil jika dibandingkan dengan total warga Kota Pekanbaru yang berjumlah sekitar 1,2 juta jiwa saat ini seperti yang disebut oleh Indra Pomi Nasution (Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru) dikutip dari riaukini.com (14/01/2023). Besar kemungkinan karena suara dari petisi kita baru mencapai 200, petisi kita belum didengar oleh Bapak Muflihun, Penjabat Walikota Pekanbaru. Akan tetapi saya percaya jika jumlah tanda tangan di dalam petisi ini mencapai angka yang lebih besar lagi, petisi ini akan didengar oleh Bapak Muflihun.
Walaupun saat ini total dukungan pada petisi ini baru menembus 200 tanda tangan, kita tetap akan bisa menang karena semua pergerakan yang berskala masif selalu diawali dari pergerakan dengan skala kecil.
Saya tidak bisa bergerak sendiri. Saya butuh bantuan teman-teman semua dalam perjuangan ini. Perjuangan ini bukan perjuangan saya tapi perjuangan kita bersama. Maka dari itu, untuk mempercepat berhasilnya perjuangan kita, petisi ini harus disebarkan di seluruh media sosial dan jaringan kita bersama. Dengan membagikan tautan petisi ini pada media sosial (grup WhatsApp, status WhatsApp, cerita Instagram, dan status Facebook) kita dapat menjangkau penyebaran yang lebih luas lagi.
Hingga update ini saya tulis, 14 September 2023, pukul 23.43, petisi ini telah menjangkau 2.219 orang, telah disebarkan oleh 125 orang, dan dipromosikan secara berbayar oleh 4 orang. Angka-angka ini dapat kita tingkatkan lagi supaya jumlah dukungan pada petisi ini juga segera meningkat.
Salah satu tokoh penting di level nasional pun telah ikut menandatangani petisi ini, yakni Tulus Abadi (Ketua Pengurus Harian YLKI). Semoga petisi ini juga didengar dan ditandatangani oleh tokoh-tokoh nasional lainnya supaya petisi ini semakin luas jangkauannya.
Saya percaya bahwa untuk membantu Kota Pekanbaru tidak cukup hanya dengan mengandalkan suara dari warga Kota Pekanbaru. Suara dari daerah manapun juga berarti bagi perubahan kebijakan Kota Pekanbaru yang kita butuhkan : larangan billboard rokok di Kota Pekanbaru.
Semoga Tuhan mempermudah tujuan baik kita pada petisi ini dan kita mendapatkan amal jariyah saat petisi ini menang dan perubahan telah terjadi. Amin.
Hormat saya,
Duratul Arifin CCNSPM, S. Farm