Larang Billboard Rokok di Kota Pekanbaru Untuk Menekan Jumlah Perokok Anak dan Remaja

Petisi ini mencapai 2.760 pendukung

Masalahnya

Bilboard rokok dan produk alternatif tembakau masih sangat mudah ditemukan di Kota Pekanbaru. Jalan utama dan pusat komersial seperti Jalan Tuanku Tambusai memamerkan banyak reklame rokok secara terang-terangan. Hal ini dapat membuat anak-anak dan remaja terpapar oleh iklan rokok.

Menurut riset yang dilakukan oleh Sri Handayani dan rekan-rekannya yang mencari kaitan antara kepungan (visibilitas) iklan rokok luar ruang dan perilaku merokok di kalangan remaja di Kota Semarang, menunjukkan ada hubungan signifikan antara perilaku merokok remaja dan kepadatan iklan rokok luar ruangan di Indonesia. Remaja di sekolah dengan kepadatan iklan rokok luar ruang sedang dan tinggi memiliki kecenderungan 2,16 kali lebih tinggi untuk merokok, dibandingkan dengan remaja dengan kepadatan iklan rendah. Demikian pula, remaja di sekolah menengah atas yang dekat (paling tidak 1 iklan dalam jarak 200 meter) dengan iklan rokok luar ruang memiliki kemungkinan 2,8 kali lebih tinggi untuk merokok.

Berdasarkan data dari Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2009, 20,3 persen anak sekolah di usia 13-15 tahun telah merokok. Perokok pemula di usia 10-14 tahun naik dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir dari 9,5 persen pada tahun 2001 menjadi 17,5 persen pada tahun 2010.

Berdasarkan data Global Youth Tobacco Survey, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), dan Sentra Informasi Keracunan Nasional (Sikernas) dari BPOM menyebutkan ada 3 dari 4 orang di Indonesia mulai merokok di usia kurang dari 20 tahun.

"Prevalensi perokok anak terus naik setiap tahunnya. Pada tahun 2018 prevalensi perokok anak 10,70 persen. Jika tidak dikendalikan, angka ini akan meningkat hingga 16 persen di tahun 2030," papar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Titik Suhariyati.

Gobal Youth Tobacco Survey (2000) menemukan 73-80 persen remaja terpapar iklan rokok berbagai jenis melalui bermacam media. Media yang paling banyak digunakan untuk mengiklankan produk tembakau adalah kegiatan olahraga, kegiatan-kegiatan remaja lainnya dan papan reklame.

Dampak dari reklame rokok yang ada di jalan-jalan utama di Pekanbaru adalah meningkatkan jumlah perokok anak-anak dan remaja di Kota Pekanbaru. Meningkatnya jumlah perokok anak-anak dan remaja di Kota Pekanbaru akan membuat jumlah perokok di usia-usia berikutnya akan semakin besar.

 

 

Persentase Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas dalam Sebulan Terakhir di Provinsi Riau Menurut Kabupaten/Kota dan Kelompok Umur, 2019

 

Kita bisa saksikan dari tabel di atas bahwa jumlah perokok di usia muda (15-24 tahun) berada pada angka 15,82% di Kota Pekanbaru pada tahun 2019. Angka ini meningkat di rentang usia-usia berikutnya seperti yang dapat dilihat pada tabel.

Kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan risiko terjadinya hipertensi karena zat-zat kimia yang terkandung di dalam tembakau dapat merusak lapisan dalam dinding arteri sehingga arteri menjadi lebih rentan mengalami penumpukan plak (arteriosklerosis). Hal ini utamanya disebabkan oleh nikotin yang merangsang sistem saraf simpatis sehingga memacu kerja jantung lebih keras dan menyebabkan terjadinya vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah). 

Berdasarkan data yang dirilis pada situs web dinkes.riau.go.id persentase penderita hipertensi dengan umur di atas 15 tahun mengalami peningkatan di tahun 2021 sebanyak 337.936 (23%) dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 14% dari jumlah estimasi penderita hipertensi.

Siapa yang akan terdampak jika larangan billboard rokok di Kota Pekanbaru diterapkan? Anak-anak dan remaja. Mereka adalah aset masa depan Kota Pekanbaru.

Apa hal yang dipertaruhkan jika larangan billboard rokok di Kota Pekanbaru tidak diterapkan? Kesehatan warga Kota Pekanbaru secara umum.

Mengapa harus sekarang kita terapkan larangan billboard rokok di Kota Pekanbaru? Karena jika peningkatan konsumsi rokok tidak segera dikendalikan, beban kesehatan yang begitu besar akan ditanggung oleh Kota Pekanbaru di masa depan. Kita perlu bergerak sekarang!

Hormat saya, 

Duratul Arifin CCNSPM, S. Farm

Referensi :

https://theconversation.com/riset-remaja-yang-sekolahnya-dikepung-iklan-rokok-cenderung-lebih-tinggi-merokok-161658

https://www.mdpi.com/1660-4601/18/5/2556

https://riau.antaranews.com/berita/328071/terpapar-iklan-angka-konsumsi-rokok-anak-indonesia-tinggi

https://riau.bps.go.id/dynamictable/2020/04/07/125/persentase-penduduk-usia-15-tahun-ke-atas-yang-merokok-dalam-sebulan-terakhir-di-provinsi-riau-menurut-kabupaten-kota-dan-kelompok-umur-2019.html

https://dinkes.riau.go.id/sites/default/files/2023-02/Profil%20Kesehatan%20Provinsi%20Riau%20Tahun%202021.pdf

avatar of the starter
duratul arifinPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Muflihun
Muflihun
Walikota Pekanbaru

Perkembangan Terakhir Petisi