

Bayangkan satu keluarga di Indonesia: anak minum susu kotak berpemanis setiap hari, orang tua ngopi sachet sambil bekerja. Tanpa sadar gula dalam minuman itu menumpuk dalam tubuh mereka.
Pemerintah kembali menunda cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK). Padahal cukai minuman manis udah digulir sejak tahun 2016. Alasan ditunda? Pertumbuhan ekonomi belum stabil.
Padahal, hampir setengah dari penduduk Indonesia usia 3 tahun ke atas mengonsumsi minuman manis lebih dari sekali sehari. Indonesia bahkan masuk lima besar negara dengan penderita diabetes terbanyak di dunia. Setiap tegukan manis yang dikonsumsi tanpa batas bisa menjadi langkah menuju penyakit tidak menular yang mengancam masa depan.
Studi CISDI (2024) menunjukkan, jika cukai MBDK diterapkan dengan menaikkan harga minimal 20 persen, sekitar 3,1 juta kasus diabetes bisa dicegah. Selain itu, penundaan ini juga berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga Rp 40,6 triliun akibat diabetes tipe 2.
Kita tidak bisa diam. Tandatangani petisi change.org/cukaikanmbdk. Bersama, kita bisa melindungi keluarga, menekan konsumsi gula berlebihan, dan mencegah jutaan orang jatuh sakit karena diabetes.
Satu klik darimu bisa jadi perubahan besar untuk Indonesia yang lebih sehat.