MENUNTUT MENCABUT HAK SIAR TV ONE


MENUNTUT MENCABUT HAK SIAR TV ONE
Masalahnya
Kembali TV one Berulah :
TV One Sebarkan HOAX tentang Bom Sarinah Jadi Rujukan Media Asing. Aksi terorisme di kawasan Sarinah memang menyedot perhatian publik (14/1). Para pemburu berita pun mulai beraksi untuk memberikan informasi terkini dan aktual.
Sayangnya, salah satu media televisi nasional dengan jargon “Memang Beda” benar-benar beda memberitakan dari keadaan yang sebenarnya. Hal ini membuat Netizen mulai buka suara.
Dalam akun twitter dan tayangan televisinya mengabarkan bahwa ledakan tidak hanya terjadi di Sarinah melainkan di tiga tempat lainnya yakni di Slipi, Kuningan dan Cikini.
Pengamat yang diundang dalam wawancara secara live menuduh semua ini kesalahan pemerintah yang memusuhi umat Muslim.
Stasiun Televisi yang ini telah salah menempatkan diri, menjadi Media Partai. Yang jelas menyalahi aturan Jurnalistik sebagai media penyiaran Publik
Menurut pengamatan saya Tv One banyak sekali melakukan blunder.
Reporter TV One lebih menjadi kaki tangan owner, berita yang disampaikan tidak akurat dan tidak berimbang. Bukan sebagai Jurnalis murni, isi berita yang disampaiakan juga mengada-ngada, Selain itu nara sumber yang diundang benar-benar diragukan kredibilitasnya. Tv One lebih terlihat sebagai media yang mengaburkan berita bukan mengabarkan berita. Keberhasilan dan Program pemerintah yang harusnya diberitakan untuk khalayak dan bermanfaat jarang disaksikan selain kritik-kritik pedas menyerang pemerintah tanpa solusi. Jika ada solusipun yang memberi solusi adalah orang-orang yang bersebrangan dengan Pemerintah saat Ini. TV One adalah tv Oposisi yang patut diragukan netralitasnya dalam penyampaian berita. Reporter TV One, terkesan menyampaikan berita tanpa mempertimbangkan kebenaran sumber beritanya, melainkan yang penting CEPAT ( kalo toh juga berita tersebut salah mereka dengan mudahnya meminta maaf ).
Sudah saatnya sesuatu yang bersifat memprofokasi dilenyapkan dari muka bumi Indonesia. Sudah saatnya sepak terjang para pemangku kepentingan yang sekaligus Owner dari stasiun TV ini disadarkan.
Indonesia adalah negara Heterogen dengan keanekaragaman Budaya, Agama, ekonomi dan Latar Belakang pendidikan, sangat disayangkan jika Siaran TV ini disaksikan oleh Masyarakat Kelas Bawah yang mudah tersulut emosinya.
Mengapa saya mengajukan petisi ini, karena menurut perhatian saya, TV One sangat berperan besar menciptakan kekisruhan, dan ketidakpastian,
Contoh kasus ,
Penanyangan Hasil Qiuck Count pada Pilpres, yang berujung panjang pada kisruhnya poltik di Indonesia
Kasus Lumpur Lapindo tak pernah diberitakan,
Pencatutan nama Presiden tak pernah diberitakan dari sisi netral, tetapi lebih condong ke salah satu partai. Menyembunyikan siapa sebenarnya yang menjadi sorotan.
Kasus helikopter VVIP AU, oleh Tv one berita itu dipelintir sebagai permintaan dari presiden RI.
TV ONE Satu-satunya stasiun televisi yang menghadirkan pakar-pakarnya yang membela Setya Novanto,
Berita Konflik Israel - Palestina lebih dilihat sebagai perang agama yang tentunya meresahkan.
Oleh Karena itu saya sangat mengharapkan Pihak-pihak terkait untuk mengambil tindakan tegas terhadap stasiun televisi ini.

Masalahnya
Kembali TV one Berulah :
TV One Sebarkan HOAX tentang Bom Sarinah Jadi Rujukan Media Asing. Aksi terorisme di kawasan Sarinah memang menyedot perhatian publik (14/1). Para pemburu berita pun mulai beraksi untuk memberikan informasi terkini dan aktual.
Sayangnya, salah satu media televisi nasional dengan jargon “Memang Beda” benar-benar beda memberitakan dari keadaan yang sebenarnya. Hal ini membuat Netizen mulai buka suara.
Dalam akun twitter dan tayangan televisinya mengabarkan bahwa ledakan tidak hanya terjadi di Sarinah melainkan di tiga tempat lainnya yakni di Slipi, Kuningan dan Cikini.
Pengamat yang diundang dalam wawancara secara live menuduh semua ini kesalahan pemerintah yang memusuhi umat Muslim.
Stasiun Televisi yang ini telah salah menempatkan diri, menjadi Media Partai. Yang jelas menyalahi aturan Jurnalistik sebagai media penyiaran Publik
Menurut pengamatan saya Tv One banyak sekali melakukan blunder.
Reporter TV One lebih menjadi kaki tangan owner, berita yang disampaikan tidak akurat dan tidak berimbang. Bukan sebagai Jurnalis murni, isi berita yang disampaiakan juga mengada-ngada, Selain itu nara sumber yang diundang benar-benar diragukan kredibilitasnya. Tv One lebih terlihat sebagai media yang mengaburkan berita bukan mengabarkan berita. Keberhasilan dan Program pemerintah yang harusnya diberitakan untuk khalayak dan bermanfaat jarang disaksikan selain kritik-kritik pedas menyerang pemerintah tanpa solusi. Jika ada solusipun yang memberi solusi adalah orang-orang yang bersebrangan dengan Pemerintah saat Ini. TV One adalah tv Oposisi yang patut diragukan netralitasnya dalam penyampaian berita. Reporter TV One, terkesan menyampaikan berita tanpa mempertimbangkan kebenaran sumber beritanya, melainkan yang penting CEPAT ( kalo toh juga berita tersebut salah mereka dengan mudahnya meminta maaf ).
Sudah saatnya sesuatu yang bersifat memprofokasi dilenyapkan dari muka bumi Indonesia. Sudah saatnya sepak terjang para pemangku kepentingan yang sekaligus Owner dari stasiun TV ini disadarkan.
Indonesia adalah negara Heterogen dengan keanekaragaman Budaya, Agama, ekonomi dan Latar Belakang pendidikan, sangat disayangkan jika Siaran TV ini disaksikan oleh Masyarakat Kelas Bawah yang mudah tersulut emosinya.
Mengapa saya mengajukan petisi ini, karena menurut perhatian saya, TV One sangat berperan besar menciptakan kekisruhan, dan ketidakpastian,
Contoh kasus ,
Penanyangan Hasil Qiuck Count pada Pilpres, yang berujung panjang pada kisruhnya poltik di Indonesia
Kasus Lumpur Lapindo tak pernah diberitakan,
Pencatutan nama Presiden tak pernah diberitakan dari sisi netral, tetapi lebih condong ke salah satu partai. Menyembunyikan siapa sebenarnya yang menjadi sorotan.
Kasus helikopter VVIP AU, oleh Tv one berita itu dipelintir sebagai permintaan dari presiden RI.
TV ONE Satu-satunya stasiun televisi yang menghadirkan pakar-pakarnya yang membela Setya Novanto,
Berita Konflik Israel - Palestina lebih dilihat sebagai perang agama yang tentunya meresahkan.
Oleh Karena itu saya sangat mengharapkan Pihak-pihak terkait untuk mengambil tindakan tegas terhadap stasiun televisi ini.

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 3 Desember 2015
