KPI, Hentikan Iklan Seronok Shopee!!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 15.000.


Berbagai TV nasional mengulang kesalahan FATAL mereka, menayangkan iklan seronok Shopee pada acara khusus anak-anak. UU no 32 tahun 2002 tentang Penyiaran Pasal 46, ayat 6 berbunyi 'Siaran iklan niaga yang disiarkan pada mata acara siaran untuk anak-anak wajib mengikuti standar siaran untuk anak-anak'. Artinya TV punya kewajiban memastikan iklan pada acara anak-anak  HARUS sesuai dengan standar siaran anak-anak. 

Pada 2018, Shopee memproduksi iklan seronok. Banyak TV menayangkannya pada acara anak-anak. Ini jelas pelanggaran atas UU. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memanggil Direktur Shopee pada 14 Desember 2018 dan manajemen Shopee berjanji akan produksi iklan yang edukatif. Tapi, agaknya janji-janji itu palsu belaka. 

Tahun ini, Shopee kembali memproduksi iklan seronok dibintangi Tukul Arwana dan empat perempuan dengan perut dan paha terbuka. Mereka berjoget seronok. Beberapa informasi dari netizen, ada anak SD  yang sudah meniru joget tidak layak tayang di muka umum itu.

TV di Indonesia menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bertanah air. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, menyatakan tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab

Dengan kondisi saat pandemi ini, anak-anak beraktivitas di rumah dan menggunakan TV sebagai salah satu sarana belajar jarak jauh. Dengan demikian KPI perlu memastikan dengan baik bahwa iklan pada acara anak-anak sesuai standar siaran untuk anak. 

Kami menuntut KPI dan Komisi 1 DPR RI untuk menghentikan iklan seronok Shopee -dan iklan sejenis lainnya- secepatnya. Kami juga menuntut Shopee untuk menepati janji mereka pada KPAI lalu.