Partai Gerindra harus kembalikan Hak 4 orang Caleg DPR RI yang di pilih Rakyat indonesia

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


KEMBALIKAN SUARA RAKYAT YANG DIRAMPOK KPU dan PARTAI GERINDRA
(50.000 tandatangan untuk menghentikan perampokan suara rakyat)

Kami meminta Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai GERINDRA) mengembalikan suara rakyat yang dengan bulat telah diberikan kepada saudara (1) Ervin Luthfi dan Fahrul Rozi
(2) Yusid Toyib (3) Sigit Ibnugroho Saraspromo dan (4) Steven Abraham
Tanggal 16 september 2019 KPU RI mengeluarkan SK perubahan penetapan anggota DPR RI yang semula berdasarkan hasil pemilu serentak pada 17 April 2019 menjadi penetapan anggota DPR berdasarkan perintah Partai Politik.
KPU RI berketetapan hati merubah keputusannya tanggal 31 Agustus 2019 hanya berdasarkan perintah dan permintaan Partai Politik melalui selembar surat pemberitahuan pemecatan keanggotaan Partai Politik, memanfaatkan salah satu celah yang ada pada undang-undang Pemilu No 7 Tahun 2017 pasal 426 tentang penggantian calon terpilih ayat 1 point (c) yang menyatakan pergantian dapat dilakukan karena sesorang tidak lagi memenuhi syarat menjadi anggota DPR.
Ironisnya syarat mutlak menjadi anggota DPR adalah harus menjadi anggota Partai Politik. Karena point itu, maka dengan sangat otoriter dan keji Partai Gerindra memecat para caleg terpilih tanpa pemberitahuan dan memberi kesempatan kepada mereka untuk sekedar mengklarifikasi atau membela diri.
Melalui contoh pemecatan Partai Gerindra kepada seorang Caleg terpilih hanya karena ingin mendudukan orang lain di Kursi DPR sesungguhnya sedang mempertontonkan kepada khalayak, bahwa demokrasi dan suara rakyat dapat dibredel dengan selembar kertas keputusan sewenang-wenang Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pembina Pusat atau ketua Umum partai Politik yang mengaku Nasionalis dan demokratis, yang seenak perutnya dapat menentukan siapa yang dapat hidup dan mati dalam sebuah Partai Politik
Uniknya, keputusan ngawur yang dibuat Partai Gerindra, oleh oleh KPU RI justru disambut hangat dan sumringah dengan menggunakan kacamata kuda melalui Keputusan yang terkesan dibuat sangat terburu-buru jika memperhatikan nomor surat keputusan diketik secara manual, hampir tak terbaca dan surat pembatalan keterpilihan tak diberitahukan kepada mereka yang telah diganti secara sepihak
Petisi ini diajukan agar tindakan otoriter, memalukan dan cara keji partai politik seperti yang dipertontonkan oleh partai Gerakan Indonesia Raya dan gaya pengambilan Keputusan KPU yang terburu-buru yang berpotensi terjadi pada siapapun harus dihentikan.
Karenanya, dukungan tandatangan anda sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan demokrasi bangsa dari cengkeraman para koruptor demokrasi.