
Barangkali Prabowo memang tak akan pernah mau bertanggung jawab. Alhasil, hanya kekuatan aparat hukum yang mampu membuatnya tahu bahwa ia adalah penyebab dari kematian dan lukanya perusuh pada unjuk rasa 21-23 Mei lalu. Untuk itu, kita perlu mendorong terus kepolisian untuk menyelesaikan tugasnya.
Prabowo sendiri, seperti diungkap oleh peneliti senior yang juga Dewan Pakar The Habibie Center, Indira Samego, adalah orang yang keras kepala. "Kalau Prabowo merasa punya data akurat tapi berbeda dengan yang lain, ya 2014 dulu juga begitu kan. Yang jelas, dia keras kepala, ditambah ada provokasi yang dia percayai. Jadi dia menanggap tidak sendirian dalam memperjuangkan keyakinannya," tutur Indria kepada CNN Indonesia. Berita selengkapnya ada pada tautan dalam pesan ini.
Mengapa Prabowo begitu keras merasa ia menang padahal KPU mengumumkan ia ada di pihak yang kalah? Juara 2 deh biar enak disebut.
Menurut peneliti dari SMRC, urusannya cuma konsesi. Prabowo ingin buat kesepakatan dengan pemenang pemilu. Ini sadis sih. Untuk kepentingan pribadi begitu, ia tega membuat nyawa manusia melayang. Merancang agar ada martir dalam aksi protes 21 Mei lalu.
Mari sebarkan terus petisi ini untuk mendapat lebih banyak dukungan. Dan tak lupa: selamat lebaran.
Terima kasih, kawans.