Prabowo-Sandi Harus Tanggung Jawab!


Prabowo-Sandi Harus Tanggung Jawab!
Masalahnya
Kami menginisiasi pernyataan sikap yang ditandatangani tokoh-tokoh dari pelbagai profesi mengenai kerusuhan di Jakarta, 21-23 Mei 2019. Kerusuhan itu, sebagaimana kita tahu dari media massa, dipicu oleh protes pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Sekitar 730 orang terluka dan 8 orang dilaporkan tewas.
Berikut pernyataannya:
HARI ini, kami menyampaikan sikap ini:
- Mengutuk keras kekerasan dan kerusuhan yang terjadi pada 21-23 Mei 2019. Kekerasan itu tidak akan terjadi apabila pasangan yang kalah dalam pemilihan presiden 17 April lalu dapat berjiwa besar dan memiliki karakter negarawan.
- Menuntut Prabowo Subianto dan kawan-kawannya agar bertanggung jawab atas peristiwa kekerasan 21-23 Mei 2019. Mereka telah mengerahkan massa ke jalan, tanpa mencegah laku pengrusakan dan pembakaran.
- Mendukung penuh upaya Kepolisian Republik Indonesia untuk mengungkap dalang kerusuhan 21-23 Mei 2019, yang diduga disertai rencana membatalkan hasil pilpres, bahkan melakukan makar terhadap pemerintah yang sah.
- Sehubungan dengan korban yang jatuh, kami mendesak Polri untuk menindak tegas anggotanya yang melakukan tindakan yang berlebihan dalam mengendalikan kekacauan di lapangan. Kami menghargai para anggota Polri yang menunjukkan sikap persuasif dan berhati-hati dalam menghadapi demonstran, tapi kami mengecam keras tindakan brutal sebagian anggota.
- Mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Indonesia menyelidiki terjadinya pelanggaran hak asasi manusia oleh kelompok-kelompok yang memicu kerusuhan 21-23 Mei 2019.
- Menyerukan kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak membagi atau meneruskan informasi-informasi yang bernada hasutan, belum dapat diuji kebenarannya dan bermuatan kebencian, baik melalui lisan maupun tulisan.
Semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa bersama orang-orang yang berpikir jernih dan memiliki niat kuat membangun negeri dan rakyatnya.
Jakarta, 31 Mei 2019
Alif Iman Nurlambang
(Koordinator) +628116565694
- Abdillah Thoha
- Agung Cahaya
- Agung Gde Suryawan
- Agus Sari
- Albert Hasibuan
- Alissa Qotrunnada Wahid
- Anda Lucia Marboen
- Andra Matin
- Andreas Harsono
- Andy Budiman
- Auda Hanantar
- Bambang Harymurti
- Bara Hasibuan
- Baskoro T Wardoyo
- Boy Syarief Daulay
- Butet Kertaradjasa
- Christine Hakim
- E.J. Wirawan
- Eva K Sundari
- Goenawan Mohamad
- Ichsan Malik
- I Nyoman Nuarta
- Ketut Agung Angga Wardana
- Lidya Gusde
- Malik Sjafei Saleh
- Mayke Boestami
- Mochtar Pabottingi
- Nadira Alatas
- Natalia Soebagjo
- Nia Dinata
- Nirwan Ahmad Arsuka
- Nong Darol Mahmada
- Odeck Ariawan
- Olga Lydia
- Pandu Riono
- Rio Helmi
- Sitta Soediro Manoppo
- Slamet Rahardjo
- Suci Mayang Sari
- Syakieb Sungkar
- Taufik Damas
- Tika Bisono
- Ulil Abshar Abdala
- Widi Soehadi
- Yaqut Cholil Qoumas
- Yori Antar
- Yustinus Prastowo

Masalahnya
Kami menginisiasi pernyataan sikap yang ditandatangani tokoh-tokoh dari pelbagai profesi mengenai kerusuhan di Jakarta, 21-23 Mei 2019. Kerusuhan itu, sebagaimana kita tahu dari media massa, dipicu oleh protes pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Sekitar 730 orang terluka dan 8 orang dilaporkan tewas.
Berikut pernyataannya:
HARI ini, kami menyampaikan sikap ini:
- Mengutuk keras kekerasan dan kerusuhan yang terjadi pada 21-23 Mei 2019. Kekerasan itu tidak akan terjadi apabila pasangan yang kalah dalam pemilihan presiden 17 April lalu dapat berjiwa besar dan memiliki karakter negarawan.
- Menuntut Prabowo Subianto dan kawan-kawannya agar bertanggung jawab atas peristiwa kekerasan 21-23 Mei 2019. Mereka telah mengerahkan massa ke jalan, tanpa mencegah laku pengrusakan dan pembakaran.
- Mendukung penuh upaya Kepolisian Republik Indonesia untuk mengungkap dalang kerusuhan 21-23 Mei 2019, yang diduga disertai rencana membatalkan hasil pilpres, bahkan melakukan makar terhadap pemerintah yang sah.
- Sehubungan dengan korban yang jatuh, kami mendesak Polri untuk menindak tegas anggotanya yang melakukan tindakan yang berlebihan dalam mengendalikan kekacauan di lapangan. Kami menghargai para anggota Polri yang menunjukkan sikap persuasif dan berhati-hati dalam menghadapi demonstran, tapi kami mengecam keras tindakan brutal sebagian anggota.
- Mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Indonesia menyelidiki terjadinya pelanggaran hak asasi manusia oleh kelompok-kelompok yang memicu kerusuhan 21-23 Mei 2019.
- Menyerukan kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak membagi atau meneruskan informasi-informasi yang bernada hasutan, belum dapat diuji kebenarannya dan bermuatan kebencian, baik melalui lisan maupun tulisan.
Semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa bersama orang-orang yang berpikir jernih dan memiliki niat kuat membangun negeri dan rakyatnya.
Jakarta, 31 Mei 2019
Alif Iman Nurlambang
(Koordinator) +628116565694
- Abdillah Thoha
- Agung Cahaya
- Agung Gde Suryawan
- Agus Sari
- Albert Hasibuan
- Alissa Qotrunnada Wahid
- Anda Lucia Marboen
- Andra Matin
- Andreas Harsono
- Andy Budiman
- Auda Hanantar
- Bambang Harymurti
- Bara Hasibuan
- Baskoro T Wardoyo
- Boy Syarief Daulay
- Butet Kertaradjasa
- Christine Hakim
- E.J. Wirawan
- Eva K Sundari
- Goenawan Mohamad
- Ichsan Malik
- I Nyoman Nuarta
- Ketut Agung Angga Wardana
- Lidya Gusde
- Malik Sjafei Saleh
- Mayke Boestami
- Mochtar Pabottingi
- Nadira Alatas
- Natalia Soebagjo
- Nia Dinata
- Nirwan Ahmad Arsuka
- Nong Darol Mahmada
- Odeck Ariawan
- Olga Lydia
- Pandu Riono
- Rio Helmi
- Sitta Soediro Manoppo
- Slamet Rahardjo
- Suci Mayang Sari
- Syakieb Sungkar
- Taufik Damas
- Tika Bisono
- Ulil Abshar Abdala
- Widi Soehadi
- Yaqut Cholil Qoumas
- Yori Antar
- Yustinus Prastowo

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Petisi dibuat pada 30 Mei 2019