Tolak Biaya Materai Untuk Saham

0 telah menandatangani. Mari kita ke 15.000.


Tahun 2020 adalah tahun kebangkitan investor ritel di Indonesia. Jumlah investor bertambah significant, hal ini membuka kemungkinan yang sungguh besar untuk pasar modal di Indonesia.

Akan tetapi, pemerintah bukannya mendukung investor muda ini untuk tumbuh. Malah melihat mereka sebagai peluang untuk menambah pundi-pundi pemerintah melalui biaya materai yang dibebankan untuk setiap trade confirmation yang diterima oleh investor.

Rp. 10.000 untuk setiap trade confirmation. Syukur-syukur transaksi harian nilainya jutaan, gimana kalau ada investor yang lagi nabung saham 1 lot perhari?

Apakah ini tidak menjadi counter productive terhadap program nabung saham yang coba digalakkan beberapa tahun belakangan ini?

Saya mengajak seluruh investor untuk menolak peraturan baru yang sangat merugikan ini.

Pemerintah harus memberikan dukungan untuk investor ritel, ini adalah saatnya rakyat Indonesia membuka mata dan paham tentang pasar modal. Bukannya menjadikan investor sebagai sapi perah baru untuk menambah penghasilan negara.