Hapuskan Aturan PCR untuk Penerbangan

Masalahnya

Pandemi sudah berjalan hampir dua tahun! Ekonomi dunia hancur lebur. Yang harus semua orang ketahui, BALI jauh lebih terperosok dari provinsi manapun di Indonesia. Hingga detik ini masyarakat pekerja masih lebih banyak yang menggangur, dan pengusaha masih terus-terusan tumbang satu persatu. Kesulitan ekonomi di Pulau Bali, bukan masalah sepele.

Dua tahun itu panjang sekali. Nasib kami benar-benar bergantung pada kedatangan teman-teman turis domestik. Lalu aturan wajib PCR sekonyong-konyong muncul dengan alasan yang dibuat-buat. Bubar jalan semua rencana para turis domestik untuk berlibur. Harga PCR masih sangat mahal, dan tidak semua klinik menawarkan hasil 1-2 hari selesai.

Baru saja kami mulai senyum, sekarang siap-siap kelaparan lagi!

Kami mohon: 

  1. Hapuskan aturan wajib PCR untuk penerbangan
  2. Atau turunkan harga PCR secara signifikan

Kami ini bukan sekadar angka, kami bernyawa. Pengusaha dan pekerja maskapai penerbangan, hotel, mall, restauran, butik, toko suvenir, pengusaha transportasi, sopir, event organizers, florist, pemusik, agen perjalanan, bahkan warung dan penjual di pasar-pasar tekena dampak yang cukup berat. Ekosistem pariwisata itu besar dan berlapis, semuanya manusia yang punya keluarga, punya anak. Butuh penghasilan.

Kami harus bagaimana lagi? bangkrut sudah, nganggur sudah, kelaparan sudah, bahkan banyak diantara kami yang depresi, rumah tangga berantakan karena faktor ekonomi, atau bahkan bunuh diri.

Kami harus bagaimana lagi? prokes sudah, vaksin sudah, Peduli Lindungi sudah. Selama ini dengan antigen-pun semua berjalan baik-baik saja tanpa kenaikan jumlah kasus. Kenapa tiba-tiba PCR? Sebegitu berlebihankah kami yang hanya ingin bisa bertahan hidup?

Teman-teman di seluruh Indonesia, terutama Jawa-Bali, pelaku industri pariwisata dan ekosistemnya, serta para pecinta Pulau Bali, mari satukan suara!

Mewakili masyarakat Bali, Masyarakat Pariwisata dan Seluruh Rakyat Indonesia yang merindukan logika dan keadilan.
Menuju 25.000 suara,

Herlia Adisasmita 
(Rakyat Kecil)

avatar of the starter
Herlia AdisasmitaPembuka Petisi
Kemenangan
Petisi ini membuat perubahan dengan 54.864 pendukung!

Masalahnya

Pandemi sudah berjalan hampir dua tahun! Ekonomi dunia hancur lebur. Yang harus semua orang ketahui, BALI jauh lebih terperosok dari provinsi manapun di Indonesia. Hingga detik ini masyarakat pekerja masih lebih banyak yang menggangur, dan pengusaha masih terus-terusan tumbang satu persatu. Kesulitan ekonomi di Pulau Bali, bukan masalah sepele.

Dua tahun itu panjang sekali. Nasib kami benar-benar bergantung pada kedatangan teman-teman turis domestik. Lalu aturan wajib PCR sekonyong-konyong muncul dengan alasan yang dibuat-buat. Bubar jalan semua rencana para turis domestik untuk berlibur. Harga PCR masih sangat mahal, dan tidak semua klinik menawarkan hasil 1-2 hari selesai.

Baru saja kami mulai senyum, sekarang siap-siap kelaparan lagi!

Kami mohon: 

  1. Hapuskan aturan wajib PCR untuk penerbangan
  2. Atau turunkan harga PCR secara signifikan

Kami ini bukan sekadar angka, kami bernyawa. Pengusaha dan pekerja maskapai penerbangan, hotel, mall, restauran, butik, toko suvenir, pengusaha transportasi, sopir, event organizers, florist, pemusik, agen perjalanan, bahkan warung dan penjual di pasar-pasar tekena dampak yang cukup berat. Ekosistem pariwisata itu besar dan berlapis, semuanya manusia yang punya keluarga, punya anak. Butuh penghasilan.

Kami harus bagaimana lagi? bangkrut sudah, nganggur sudah, kelaparan sudah, bahkan banyak diantara kami yang depresi, rumah tangga berantakan karena faktor ekonomi, atau bahkan bunuh diri.

Kami harus bagaimana lagi? prokes sudah, vaksin sudah, Peduli Lindungi sudah. Selama ini dengan antigen-pun semua berjalan baik-baik saja tanpa kenaikan jumlah kasus. Kenapa tiba-tiba PCR? Sebegitu berlebihankah kami yang hanya ingin bisa bertahan hidup?

Teman-teman di seluruh Indonesia, terutama Jawa-Bali, pelaku industri pariwisata dan ekosistemnya, serta para pecinta Pulau Bali, mari satukan suara!

Mewakili masyarakat Bali, Masyarakat Pariwisata dan Seluruh Rakyat Indonesia yang merindukan logika dan keadilan.
Menuju 25.000 suara,

Herlia Adisasmita 
(Rakyat Kecil)

avatar of the starter
Herlia AdisasmitaPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., Ph.D.
Juru Bicara Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 RI
Telah ditanggapi
Masyarakat Indonesia yang terhormat, Kami sebagai Pemerintah Indonesia terus mendengar masukan dari masyarakat, termasuk lewat petisi online yang telah teman-teman tandatangani berikut. Berkaitan dengan kebijakan penggunaan tes PCR sebagai syarat untuk perjalanan, kami masih akan terus memantau implementasi kebijakan ini di lapangan, sambil terus melihat dan mendengarkan kritik dan saran yang diberikan oleh masyarakat. Di masa pandemi yang sedang kita alami ini, kebijakan yang dikeluarkan selalu bersifat dinamis, disesuaikan dengan dinamika kasus, kesiapan laboratorium pendukung, dan kesiapan operator jasa transportasi. Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih atas suara yang disampaikan oleh masyarakat Indonesia.
Kementrian Perhubungan
Kementrian Perhubungan
Kementrian Dalam Negeri
Kementrian Dalam Negeri

Perkembangan Terakhir Petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 21 Oktober 2021