Petition updateHapuskan Aturan PCR untuk PenerbanganPCR Sewajarnya Dihapuskan! Jangan Berhenti Dulu.

Herlia AdisasmitaDenpasar, Indonesia
Oct 28, 2021
Teman Seperjuangan,
Seperti kita sudah baca dan dengar, puluhan media massa turut serta mendukung gerakan kita. Teman-teman bisa coba cari di Google, pemberitaan petisi kita sudah sangat luas.
Pemerintah kemudian mengubah aturan harga PCR menjadi 275.000 Rupiah. Jubir Satgas Covid juga menjawab lewat Change.org. Suara kita didengar! Lalu apa?
Belum, belum saatnya kita berhenti. Mari kita pikirkan lebih lanjut secara sederhana:
- Sewajarnya PCR DIHAPUSKAN. Kondisi Covid saat ini sudah sangat berbeda, setelah penetrasi vaksin cukup tinggi. Antigen saja harusnya sangat cukup dan mumpuni.
- Tambahan biaya 275.000 x 2 = 550.000 (perjalanan pp) perorang, bagi kelas menengah tidak sedikit. Katakanlah terbang sekeluarga berempat, total 2.2 juta. Mungkin bagi Bapak-Ibu pejabat 2.2 juta rupiah itu receh, tapi bagi kami, itu sangat bisa berarti batal pergi. Apalagi untuk liburan yang durasinya hanya 3 hari rata-rata.
- Saat tes PCR muncul, ingat berapa harganya? di atas 2 juta rupiah! Lalu untuk waktu yang lama sekali, saat PCR laku keras karena kebutuhan, harganya berkisar 900 ribu - 1.2 juta. Bukankah sudah LEBIH DARI CUKUP profit semua pihak? Bukankah sudah waktunya pemerintah berpihak pada rakyat banyak dengan sesungguhnya?
- Kita bukan pebisnis PCR, tentu tidak tahu persis harga dasar PCR test pack, tapi kita bisa menduga dan menghitung kasar berapa harga tes yang masih cukup masuk akal agar masyarakat luas tidak merasa terlalu keberatan. Menurut saya 125.000 cukup fair.
Mari perbesar gema suara kita. Targetkan PCR untuk DIHAPUSKAN sebagai syarat penerbangan, atau turunkan harganya hingganya hingga 125.000.
Jangan lelah dulu menyebarkan dan menambah kekuatan petisi kita. Mari bagikan lebih banyak!
Menuju 50.000 suara,
Herlia Adisasmita
Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X