BUMN Melakukan kewajiban nya membayar hutang semua supplier tak terkecuali,

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Yang Terhormat, Bapak Presiden Jokowi, Mentri Keuangan Ibu Sri Mulyani , Mentri BUMN Bapak Erick Tohir. 

Kami ingin sampaikan keluh kesah kami, sebagai pengusaha swasta, sebagai karyawan dari perusahaan swasta supplier supplier BUMN, ada yang bapak tidak ketahui efek domino  apa yang dilakukan BUMN kepada supplier supplier nya,  yang saat ini menggunakan alasan WFH, dan pandemik Covid 19.  

BUMN perusahaan milik negara, sebenar nya telah membuat carut marut ekonomi segmen swasta di Indonesia, berapa banyak supplier BUMN yang saat ini sedang menunggu dan hanya menunggu pembayaran atas hutang hutang BUMN kepada supplier supplier nya baik jasa dan material. BUMN bertindak tidak adil kepada supplier, BUMN minta hutang 180 hari, setelah jatoh tempo, mundur lagi 8 bulan hingga hari ini belum terbayarkan.  Banyak perusahaan swasta supplier BUMN sedang menderita membayar SDM, menyelamatkan bisnis mereka. Dengan kendala kendala supplier, Material yang dipesan BUMN , Material yang sudah terkirim ataupun material yang  sudah terkirim, terpakai, dan pajak PPN sudah di bayarkan supplier.  Keterlambatan pembayaran BUMN juga sepihak, tidak ada penjelasan kapan skedul pembayaran, tidak ada kompensasi membayar bunga atas hutang, terlebih lagi banyak hutang yang jatoh tempo Januari sebelum covid 19 diumumkan di Indonesia, itu juga belum di bayarkan memakai alasan covid 19 dan pandemik, kami sebagai pengusaha dan karyawan swasta di Indonesia, Apakah pemerintah hanya ingin menyelamatkan BUMN saja di tengah pandemik ini?sementara banyak perusahaan swasta yang terkait kepada proyek proyek pembangunan BUMN yang sedang menderita, tiarap, bahkan sudah harus merumahkan karyawan nya, memotong shift industri nya, bagaimana kami bisa memberikan bantuan kepada karyawan kami, pemerintah secara tidak langsung sudah mendukung PHK global perusahaan swasta. Pak Jokowi Terhormat, bapak mengatakan para menteri harus melakukan extra ordinary, negara harus belanja, stimulus UMKM, bapak Jokowi bisa selamatkan ekonomi negeri ini dengan memerintahkan BUMN untuk membayar supplier supplier mereka tak terkecuali, sehingga uang kembali beredar di masyarakat. Sementara anggaran kesehatan begitu tinggi, tetapi kami pengusaha, karyawan swasta dari supplier BUMN yang perusahaan kami sedang sekarat tidak menerima bantuan pandemik sekecil apapun bahkan kompensasi keringanan PPH pun tidak, Kami kena dampak pandemik, tetapi kami dipersulit dengan kondisi ini. Kami menuntut BUMN untuk melakukan pembayaran hutang kepada  supplier supplier terkait dengan segera, atau ekonomi kita akan runtuh, pak Jokowi bilang belanjakan anggaran negara gelontorkan,  sehingga uang beredar, hingga hari ini pak banyak supplier yang sudah produksi pesanan BUMN yang belum bisa terserap, berapa lama material harus kami tahan, arti nya semua modal kami hanya untuk kerja dengan BUMN,  dan menteri BUMN hanya bisa bersikap biasa biasa saja tidak memenuhi apa yang diminta pak Jokowi untuk bersikap extraordinary.  Ibu Sri Mulyani terhormat, alangkah bijaksana nya jika ibu bisa melihat permasalahan ini sebagai kelemahan BUMN dalam bermitra supplai dengan supplier nya, arti nya tidak ada komitment Bumn kepada supllier, sedangkan supplier harus bayar pajak PPN lebih dahulu, saat barang di kirim, supplier sudah menghutangi hutang 1 tahun hingga hari ini belum terbayar, supplier tidak boleh protes, bahkan Direktur Direktur  keuangan BUMN tidak angkat bicara, Juga tolong ibu membahas kompensasi BUMN kepada supplier supplier nya, untuk keterlambatan BUMN membayar.  Kami para supplier BUMN, merasakan ketidakadilan ekonomi kepada kami. STOP TUNDA BAYAR HUTANG BUMN KEPADA SUPPLIER, KOMPENSASI KEPADA SUPPLIER. BAYAR HUTANG BUMN. SERAP BELANJA NEGARA YANG SUDAH DIPESAN KE SUPPLIER SUPAYA SUPPLIER TIDAK MERUGI, BUMN MAU UNTUNG DEGAN MENGINJAK HAK PEMBAYARAN SUPPLIER. TERIMAKASIH.