Tolong Realisasikan Uang Saku Peserta Magang & Studi Independen Kampus Merdeka Angkatan-1

Masalahnya

Bapak Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan Indonesia telah membuat suatu gagasan revolusi di dunia pendidikan yang disebut dengan "Merdeka belajar Kampus Merdeka" atau yang lebih sering kita kenal dengan sebutan "Kampus Merdeka"

Kampus Merdeka memiliki 8 sub-program, dan salah satu dari sub-program Kampus Merdeka ialah "Magang Merdeka", dimana pada magang merdeka ini mahasiswa dijanjikan akan mendapatkan 3 benefit pokok bila mengikutinya, yaitu :

  1. Konversi nilai magang ke mata kuliah sebesar 20 sks
  2. Pengalaman bekerja di dunia industri secara nyata (bekerja selama 6-12 bulan)
  3. Dan, janji uang saku untuk menyokong mahasiswa selama melaksanakan magang tersebut

Namun, janji uang saku mengalami kendala pencairan yang hingga kini tidak juga kunjung selesai, Kami para mahasiswa rata-rata sudah bekerja dari tanggal 23 agustus 2021 (onboarding nasional) namun ada juga beberapa dari kami yang sudah memulai kerja lebih awal yaitu sejak tanggal 2 Agustus 2021, tergantung kesepakatan dengan mitra masing-masing, yang berarti hingga hari ini kami sudah bekerja selama kurang lebih 6 bulan, namun Kemendikbud baru mencairkan uang saku untuk 5 bulan saja itupun masih tidak merata alias ada yang sudah dapat dan masih ada yang belum dapat sampai sebanyak itu.

Ada beberapa teman-teman kami yang diharuskan untuk bekerja secara WFO di luar kota oleh mitra mereka, dan mereka saat ini sedang mengalami kesusahan karena sedang kekurangan uang di perantauan tersebut, ada yang cerita sampai harus makan indomie setiap hari untuk menghemat uang makan, ada yang cerita juga belum bisa bayar kost dan sedang ditagih-tagih oleh ibu kostnya, ada juga yang cerita sampai harus pinjam dan berhutang ke sana-sini untuk menutupi biaya hidup mereka sementara ini sampai uang saku mereka dicairkan oleh Kemendikbud.

Selain itu janji reimbursement (penggantian tiket pesawat / kereta api bagi peserta WFO) juga masih belum dicairkan hingga saat ini, janji awal adalah paling lambat 14 hari setelah pengajuan namun saat ini sudah >180 hari janji reimbursement juga tidak kunjung dicairkan oleh Kemendikbud.

Kami juga tidak bisa resign / mengundurkan diri karena sudah tanda tangan kontrak dengan mitra tempat kami bekerja, dimana ada kesepakatan untuk dilarang mengundurkan diri hingga batas waktu yang telah ditentukan kalau tidak akan diberi sanksi sesuai kontrak masing-masing dengan mitra dan konversi nilai magang ke mata kuliah sebesar 20 sks akan diberikan nilai E semua.

Mengingat kami sebagai mahasiswa sudah menunaikan kewajiban kami dengan bekerja secara sungguh-sungguh di masing-masing mitra tempat kami bekerja serta telah melengkapi dokumen-dokumen laporan yang diminta oleh Kemendikbud kami memohon dengan hormat kepada Kemendikbud, Bapak Nadiem Makarim serta Lembaga-lembaga berwenang lainnya untuk :

  1. Cairkan hak uang saku bulan kelima (Desember) kepada beberapa mahasiswa yang hingga hari ini masih belum mendapatkannya.
  2. Cairkan hak uang saku bulan keenam (Januari) kepada semua mahasiswa yang hingga hari ini masih belum mendapatkannya.
  3. Cairkan hak uang reimbursement (penggantian tiket pesawat / kereta api) bagi para peserta yang melaksanakan WFO di luar kota.
  4. Dan kedepannya Kemendikbud RI, Bapak Nadiem Makarim serta Lembaga-lembaga lainnya akan bekerja dengan lebih sungguh-sungguh dan menepati janjinya dalam pencairan uang saku agar tidak terus-terusan terlambat seperti ini setiap bulannya.

Terima kasih, Hormat Kami

TTD

Peserta Magang & Studi Independen Kampus Merdeka Angkatan-1

avatar of the starter
Aspirasi Mahasiswa MSIB Kampus Merdeka Angkatan 1Pembuka PetisiAkun yang dedikasikan untuk membantu menyampaikan aspirasi serta keluhan bagi para mahasiswa peserta MSIB angkatan ke-1

11.532

Masalahnya

Bapak Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan Indonesia telah membuat suatu gagasan revolusi di dunia pendidikan yang disebut dengan "Merdeka belajar Kampus Merdeka" atau yang lebih sering kita kenal dengan sebutan "Kampus Merdeka"

Kampus Merdeka memiliki 8 sub-program, dan salah satu dari sub-program Kampus Merdeka ialah "Magang Merdeka", dimana pada magang merdeka ini mahasiswa dijanjikan akan mendapatkan 3 benefit pokok bila mengikutinya, yaitu :

  1. Konversi nilai magang ke mata kuliah sebesar 20 sks
  2. Pengalaman bekerja di dunia industri secara nyata (bekerja selama 6-12 bulan)
  3. Dan, janji uang saku untuk menyokong mahasiswa selama melaksanakan magang tersebut

Namun, janji uang saku mengalami kendala pencairan yang hingga kini tidak juga kunjung selesai, Kami para mahasiswa rata-rata sudah bekerja dari tanggal 23 agustus 2021 (onboarding nasional) namun ada juga beberapa dari kami yang sudah memulai kerja lebih awal yaitu sejak tanggal 2 Agustus 2021, tergantung kesepakatan dengan mitra masing-masing, yang berarti hingga hari ini kami sudah bekerja selama kurang lebih 6 bulan, namun Kemendikbud baru mencairkan uang saku untuk 5 bulan saja itupun masih tidak merata alias ada yang sudah dapat dan masih ada yang belum dapat sampai sebanyak itu.

Ada beberapa teman-teman kami yang diharuskan untuk bekerja secara WFO di luar kota oleh mitra mereka, dan mereka saat ini sedang mengalami kesusahan karena sedang kekurangan uang di perantauan tersebut, ada yang cerita sampai harus makan indomie setiap hari untuk menghemat uang makan, ada yang cerita juga belum bisa bayar kost dan sedang ditagih-tagih oleh ibu kostnya, ada juga yang cerita sampai harus pinjam dan berhutang ke sana-sini untuk menutupi biaya hidup mereka sementara ini sampai uang saku mereka dicairkan oleh Kemendikbud.

Selain itu janji reimbursement (penggantian tiket pesawat / kereta api bagi peserta WFO) juga masih belum dicairkan hingga saat ini, janji awal adalah paling lambat 14 hari setelah pengajuan namun saat ini sudah >180 hari janji reimbursement juga tidak kunjung dicairkan oleh Kemendikbud.

Kami juga tidak bisa resign / mengundurkan diri karena sudah tanda tangan kontrak dengan mitra tempat kami bekerja, dimana ada kesepakatan untuk dilarang mengundurkan diri hingga batas waktu yang telah ditentukan kalau tidak akan diberi sanksi sesuai kontrak masing-masing dengan mitra dan konversi nilai magang ke mata kuliah sebesar 20 sks akan diberikan nilai E semua.

Mengingat kami sebagai mahasiswa sudah menunaikan kewajiban kami dengan bekerja secara sungguh-sungguh di masing-masing mitra tempat kami bekerja serta telah melengkapi dokumen-dokumen laporan yang diminta oleh Kemendikbud kami memohon dengan hormat kepada Kemendikbud, Bapak Nadiem Makarim serta Lembaga-lembaga berwenang lainnya untuk :

  1. Cairkan hak uang saku bulan kelima (Desember) kepada beberapa mahasiswa yang hingga hari ini masih belum mendapatkannya.
  2. Cairkan hak uang saku bulan keenam (Januari) kepada semua mahasiswa yang hingga hari ini masih belum mendapatkannya.
  3. Cairkan hak uang reimbursement (penggantian tiket pesawat / kereta api) bagi para peserta yang melaksanakan WFO di luar kota.
  4. Dan kedepannya Kemendikbud RI, Bapak Nadiem Makarim serta Lembaga-lembaga lainnya akan bekerja dengan lebih sungguh-sungguh dan menepati janjinya dalam pencairan uang saku agar tidak terus-terusan terlambat seperti ini setiap bulannya.

Terima kasih, Hormat Kami

TTD

Peserta Magang & Studi Independen Kampus Merdeka Angkatan-1

avatar of the starter
Aspirasi Mahasiswa MSIB Kampus Merdeka Angkatan 1Pembuka PetisiAkun yang dedikasikan untuk membantu menyampaikan aspirasi serta keluhan bagi para mahasiswa peserta MSIB angkatan ke-1

Pengambil Keputusan

Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi
Telah ditanggapi
Salam kepada 5000 lebih pendukung petisi. Program MBKM ini merupakan program baru sebagai upaya kementerian untuk memastikan kompetensi mahasiswa sejalan dengan kebutuhan dunia kerja dan meningkatkan secara signifikan kesiapan mahasiswa untuk memasuki dunia profesi. Untuk mengakselerasi peningkatan kompetensi tersebut, selain kita mendorong industri untuk menerima mahasiswa magang dengan bimbingan intensif, kementerian berusaha memberikan bantuan uang saku melalui kerjasama dengan LPDP. Alhamdulillah LPDP membuka pintu pendanaan tersebut, sehingga ada pendanaan untuk bantuan uang saku dan transport bagi para mahasiswa. Namun demikian, sebagai program baru, administrasi program tersebut cukup rumit. Karena programnya di Kemdikbud, sementara anggaran dari LPDP. Terlebih jumlah peserta juga sangat banyak (total program sekitar 50 ribu orang, dari IISMA, kampus mengajar, MSIB, microcredentials). Proses administrasi tersebut terus dikejar oleh tim admin Kemdikbud bersama perguruan tinggi dan LPDP. Tentu tidak ada keinginan sedikit pun dari Kementerian maupun LPDP untuk menunda pembayaran. Teman2 admin bekerja siang malam untuk menyelesaikan proses administrasi ini. Data yang belum lengkap, surat izin dari perguruan tinggi yang belum keluar, mahasiswa salah menuliskan nomer akun bank, dsb, masih banyak terjadi. Kadang karena 1 kesalahan bisa menghambat seluruh proses. Saat ini lebih dari 50% dari uang saku sudah tersalurkan, sementara yang lainnya masih terus diproses. - PMM - Dana Kedatangan - Pengajuan 1: 112 - Pengajuan 2: 66 - Pengajuan 3: 271 - Pengajuan 4: 434 - Pengajuan 5: 874 - Biaya Hidup Daring - Pengajuan 1: 998 - Pengajuan 2: 542 - Pengajuan 3: 271 - Pengajuan 4: 434 - Pengajuan 5: 874 - Biaya Hidup Luring - Pengajuan 1: 11 - Pengajuan 2: 61 - Kampus Mengajar 2 - Biaya Hidup Bulan 1: 17155 - Biaya Hidup Bulan 1 Termin 2: 3420 - Biaya Hidup Bulan 2: 17885 - Saat ini sedang dilakukan pengolahan data untuk biaya hidup bulan 3 kampus mengajar angkatan 2 Terima kasih, semoga bisa menjawab permintaan para pendukung petisi. Salam, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Perkembangan Terakhir Petisi