Aksi Tolak Pengeboran Panas Bumi Di Desa Radabata dan Dadawea

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


 

Molu me Geze adalah nama yang sudah kami kenal dari dulu sebagai tempat bermain yang paling nyaman.  Dulu masih ada sawah sehingga kami bisa berlarian dipinggir sawah menuju ke sungai. Ada juga Wawibuzu, nama dikawah yang sekarang sudah hilang. Masa kecil yang menarik itulah yang membawa kami untuk berpikir matang matang dengan kenyataan sekarang.

Untuk menolak lupa kami harus menggambarkan masa kecil bahagia di Molu me Geze nama familiar masa kecil.   Disana ada aliran sungai yang sangat jernih. Disamping itu ada luapan gelembung lahar panas kecil di beberapa tempat menjadikan air panas dan aroma belerang.

Aliran air panas dan dingin bergabung menjadi satu. Kami biasanya mandi dikolam air yang dulu  masih sangat jernih. Masih banyak pepohonan hijau sekitar sungai itu.  Masih mencari jambu yang tumbuh liar disekitar. Hampir setiap hari minggu tempat tersebut ramai dikunjungi anak anak hanya sekedar mandi. Kalau masih ada sampai sekarang mungkin menjadi aset wisata untuk penduduk sekitar.

Tahun tahun berlalu waktu itu hingga datang mesin besar untuk melakukan pemboran. Warga belum tahu apa yang akan terjadi setelah itu. Makin kesini lokasi bor berpindah. Tempat yang dulu nyaman untuk bermain makin berubah rupa. Alam yang hijau didaerah sungai yang tadinya asri menjadi gundul tertutup lumpur, persawahan yang dulunya hijau sekarang hilang lenyap.

Lingkungan alam yang asri itu tidak akan kembali seperti semula.

Apakah kami akan mengizinkan tempat kami di dekat pemukiman warga Desa Radabata dan Dadawaea untuk menjadi seperti di Molu me Geze ?

Tentu tidak. Kami tegas menolak