DESAK MENHUB TERTIBKAN PERUSAHAAN TRANSPORTASI ONLINE YANG TIDAK RAHASIAKAN NOMOR PENGGUNA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 7.500.


Banyak pelecehan hingga tindak kriminal yang terjadi pada pelayanan transportasi online yang terjadi di sekitar kita dan sayangnya seringkali minim tindak lanjut.

Sering kita dengar kasus penumpang transportasi online yang jadi korban pelecehan. Setelah selesai menggunakan aplikasi, driver iseng bisa dengan mudah menghubungi via Whatsapp untuk mengganggu dan melecehkan. Nomor penumpang jadi rentan untuk disalahgunakan seperti oleh driver Gojek ini https://twitter.com/doyisky/status/1116258720013377537

Tidak hanya sebatas chat yang mengganggu dan melecehkan, bahkan driver Gojek ini juga mencoba untuk meneror penumpang dengan meneleponnya https://twitter.com/NanaOchaz/status/1125088767260258304 hingga ada juga driver Gojek yang bersikap seperti stalker https://twitter.com/potatoeshy/status/1160624290397474817

Saatnya kita hentikan kejadian ini. Apalagi sudah banyak korban yang berjatuhan, terutama perempuan. Tentunya kita nggak mau kakak, adik, atau orang tua kita yang jadi korban, kan?

Kita harus mendesak semua perusahaan transportasi online untuk menjaga kerahasiaan data pribadi penumpang dengan menerapkan teknologi yang menyembunyikan nomor pengguna.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 118 Tahun 2018 Pasal 31B dan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 12 Tahun 2019 Pasal 17B, yaitu “Menjamin kerahasiaan dan keamanan data pengguna jasa.”

Ayo, desak MENHUB untuk menertibkan perusahaan transportasi online yang tidak menjaga privasi nomor hape penumpang.

Tanda tangani dan sebar petisi ini untuk Indonesia yang lebih aman.

*Data dari Peraturan Menteri Perhubungan nomor 118 Tahun 2018

**Data dari Peraturan Menteri Perhubungan nomor 12 Tahun 2019

-----

Setelah dua minggu lalu petisi ini saya buat, alhamdulillah tanggapannya luar biasa dari teman-teman dekat dan pengguna jasa transportasi online lainnya, bahkan beberapa media online membahas tentang petisi ini :

https://today.line.me/id/pc/article/Pengguna+Jasa+Transpotasi+Online+Rentan+Jadi+Korban-Pp0xXV