

Kemendiktisaintek Harus Turun Tangan: Selamatkan Universitas Darma Agung (UDA) Medan
Masalahnya
Universitas Darma Agung (UDA) bukan sekadar bangunan kampus di Sumatera Utara. Ia adalah warisan (legacy) pendidikan luhur yang dirintis oleh mendiang DR TD Pardede. Ia adalah 'buah perjuangan' dari 'Katua' (sapaan akrab beliau) untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Namun hari ini, warisan itu terancam hancur. Hati kami, para alumni, terluka.
Konflik dualisme kepengurusan yang berlarut-larut di tubuh Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) telah mengorbankan hal yang paling utama: masa depan ribuan mahasiswa.
Kami tidak bisa lagi tinggal diam menyaksikan kampus kebanggaan kami diwarnai drama yang memalukan. Aktivitas perkuliahan terganggu. Mahasiswa resah, cemas akan masa depan dan keabsahan ijazah mereka. Puncaknya, gerbang kampus hingga ruang Biro Rektor sempat digembok!
Ini adalah pemandangan yang menyakitkan. Jangan sampai karena keegoisan, ambisi, dan keserakahan segelintir pihak, kampus kebanggaan kami ini tinggal sejarah!
Penyelesaian konflik ini tidak bisa ditunda lagi. Namun, kami mengingatkan semua pihak bahwa penyelesaian ini tidak boleh hanya berlandaskan pada aspek legalitas formal atau siapa yang berhak atas kekayaan.
Kami, para alumni, menegaskan: Kekayaan dan legalitas saja TIDAK CUKUP untuk dipercaya mengelola warisan pendidikan sebesar UDA.
Yang terpenting adalah kompetensi, kapasitas, dan komitmen tulus untuk memajukan pendidikan, sejalan dengan cita-cita luhur sang pendiri. Mengelola UDA bukan soal mengelola aset, tapi soal mengelola amanah untuk mencerdaskan generasi penerus.
Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Perguruan Tinggi dan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendiktisaintek telah turun ke Medan. Ini memberi kami harapan. Namun, hingga kini hasil temuan tersebut belum juga dirilis. Transparansi ini sangat kami butuhkan.
Oleh karena itu, kami MENUNTUT dan MEMOHON dengan sangat:
1. Kepada Para Pihak yang Berkonflik (Ahli Waris & YPDA): Segera kesampingkan ego Anda! Ingatlah nama besar dan visi luhur DR TD Pardede. Hentikan drama ini. Nasib mahasiswa jauh lebih penting dari perseteruan Anda.
2. Kepada Kemendiktisaintek & LLDikti Wilayah I Sumut: Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut. Ambil langkah TEGAS dan BIJAK. Gunakan wewenang Anda untuk menjamin hak belajar mahasiswa. Selamatkan mahasiswa SEKARANG!
3. Kepada Itjen & Tim EKA PT Kemendiktisaintek: Segera RILIS HASIL TEMUAN Anda secara transparan. Ini adalah dasar penting bagi Menteri untuk mengambil langkah strategis demi menyelamatkan legacy almarhum DR TD Pardede.
Di atas segalanya, prioritas utama kita saat ini adalah satu: Mahasiswa harus diselamatkan.
Hentikan drama penggembokan gerbang. Kembalikan hak mahasiswa untuk belajar dengan aman, normal, dan layak di kampus yang mereka banggakan.
Bapak/Ibu pemangku kepentingan, jangan biarkan api pendidikan yang telah dinyalakan oleh DR TD Pardede di Universitas Darma Agung padam.
Tanda tangani petisi ini sebagai tanda solidaritas Anda. Mari kita jaga bersama UDA!

59
Masalahnya
Universitas Darma Agung (UDA) bukan sekadar bangunan kampus di Sumatera Utara. Ia adalah warisan (legacy) pendidikan luhur yang dirintis oleh mendiang DR TD Pardede. Ia adalah 'buah perjuangan' dari 'Katua' (sapaan akrab beliau) untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Namun hari ini, warisan itu terancam hancur. Hati kami, para alumni, terluka.
Konflik dualisme kepengurusan yang berlarut-larut di tubuh Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) telah mengorbankan hal yang paling utama: masa depan ribuan mahasiswa.
Kami tidak bisa lagi tinggal diam menyaksikan kampus kebanggaan kami diwarnai drama yang memalukan. Aktivitas perkuliahan terganggu. Mahasiswa resah, cemas akan masa depan dan keabsahan ijazah mereka. Puncaknya, gerbang kampus hingga ruang Biro Rektor sempat digembok!
Ini adalah pemandangan yang menyakitkan. Jangan sampai karena keegoisan, ambisi, dan keserakahan segelintir pihak, kampus kebanggaan kami ini tinggal sejarah!
Penyelesaian konflik ini tidak bisa ditunda lagi. Namun, kami mengingatkan semua pihak bahwa penyelesaian ini tidak boleh hanya berlandaskan pada aspek legalitas formal atau siapa yang berhak atas kekayaan.
Kami, para alumni, menegaskan: Kekayaan dan legalitas saja TIDAK CUKUP untuk dipercaya mengelola warisan pendidikan sebesar UDA.
Yang terpenting adalah kompetensi, kapasitas, dan komitmen tulus untuk memajukan pendidikan, sejalan dengan cita-cita luhur sang pendiri. Mengelola UDA bukan soal mengelola aset, tapi soal mengelola amanah untuk mencerdaskan generasi penerus.
Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Perguruan Tinggi dan Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendiktisaintek telah turun ke Medan. Ini memberi kami harapan. Namun, hingga kini hasil temuan tersebut belum juga dirilis. Transparansi ini sangat kami butuhkan.
Oleh karena itu, kami MENUNTUT dan MEMOHON dengan sangat:
1. Kepada Para Pihak yang Berkonflik (Ahli Waris & YPDA): Segera kesampingkan ego Anda! Ingatlah nama besar dan visi luhur DR TD Pardede. Hentikan drama ini. Nasib mahasiswa jauh lebih penting dari perseteruan Anda.
2. Kepada Kemendiktisaintek & LLDikti Wilayah I Sumut: Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut. Ambil langkah TEGAS dan BIJAK. Gunakan wewenang Anda untuk menjamin hak belajar mahasiswa. Selamatkan mahasiswa SEKARANG!
3. Kepada Itjen & Tim EKA PT Kemendiktisaintek: Segera RILIS HASIL TEMUAN Anda secara transparan. Ini adalah dasar penting bagi Menteri untuk mengambil langkah strategis demi menyelamatkan legacy almarhum DR TD Pardede.
Di atas segalanya, prioritas utama kita saat ini adalah satu: Mahasiswa harus diselamatkan.
Hentikan drama penggembokan gerbang. Kembalikan hak mahasiswa untuk belajar dengan aman, normal, dan layak di kampus yang mereka banggakan.
Bapak/Ibu pemangku kepentingan, jangan biarkan api pendidikan yang telah dinyalakan oleh DR TD Pardede di Universitas Darma Agung padam.
Tanda tangani petisi ini sebagai tanda solidaritas Anda. Mari kita jaga bersama UDA!

Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 31 Oktober 2025