Kebijakan GreenSM CG Airport Tidak Realistis – Evaluasi Mendesak

Penandatangan terbaru:
Sinuyu Gea dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Kami, driver GreenSM CG Airport, melalui petisi ini menyampaikan aspirasi terkait kebijakan operasional yang saat ini berjalan dan dirasakan tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

1. Target Harian Rp275.000 yang Tidak Realistis

Dalam praktiknya, driver dapat menunggu hingga ±8 jam di parsel sebelum mendapatkan giliran jalan. Setelah itu, masih harus menunggu kembali di area terminal untuk memperoleh order dari dispatcher.

Kondisi ini membuat target harian menjadi sulit dicapai tanpa memaksakan diri mengambil order tertentu, yang pada akhirnya menimbulkan tekanan kerja yang tidak sehat.

2. Tingginya Biaya Operasional Harian

Driver menanggung berbagai biaya seperti tol, waktu terjebak macet, biaya charging kendaraan listrik, serta biaya masuk parsel. Total pengeluaran dapat mencapai Rp100.000–Rp150.000 per hari, tanpa jaminan mendapatkan order berikutnya dengan nilai argo yang memadai.

3. Target Insentif Mingguan Rp5.700.000 yang Tidak Masuk Akal

Kenaikan target dari Rp3.800.000 menjadi Rp5.700.000 tidak mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan.

Target ini berpotensi mendorong driver bekerja secara berlebihan, meningkatkan risiko kecelakaan, serta menurunkan keselamatan dan kesejahteraan driver.

4. Usulan Perbaikan

Kami mengusulkan:

Penyesuaian target insentif mingguan menjadi Rp4.000.000

Bonus mingguan sebesar Rp500.000

Evaluasi kebijakan target harian Rp275.000

5. Dampak Nyata di Lapangan

Kebijakan saat ini tidak meningkatkan kinerja, justru menurunkan semangat kerja dan menimbulkan tekanan mental bagi driver.

Selain itu, kami juga mengusulkan adanya sistem prioritas order bagi driver yang telah menyelesaikan trip di luar area bandara agar dapat kembali ke parsel dengan lebih efisien.

Dalam praktik saat ini, driver yang ingin kembali ke parsel seringkali harus:

Mengeluarkan biaya tambahan (tol, waktu, dan energi)

Kembali tanpa membawa penumpang (kosong)

Mengalami kerugian operasional yang berulang

Oleh karena itu, kami mengusulkan:

Adanya prioritas order dengan rute searah atau mengarah kembali ke bandara/parsel

Sistem distribusi order yang lebih adil bagi driver yang sedang dalam perjalanan kembali

Hal ini bertujuan untuk:

Mengurangi beban biaya operasional driver

Meningkatkan efisiensi waktu kerja

Menciptakan sistem yang lebih adil dan berkelanjutan

 

Kami mengajak seluruh driver GreenSM CG Airport serta masyarakat umum yang peduli terhadap keadilan dan keselamatan kerja untuk mendukung petisi ini dengan memberikan tanda tangan. Setiap dukungan yang diberikan sangat berarti dalam mendorong terjadinya perubahan yang lebih baik.

 

avatar of the starter
Rivaldi …Pembuka Petisi

152

Penandatangan terbaru:
Sinuyu Gea dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Kami, driver GreenSM CG Airport, melalui petisi ini menyampaikan aspirasi terkait kebijakan operasional yang saat ini berjalan dan dirasakan tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

1. Target Harian Rp275.000 yang Tidak Realistis

Dalam praktiknya, driver dapat menunggu hingga ±8 jam di parsel sebelum mendapatkan giliran jalan. Setelah itu, masih harus menunggu kembali di area terminal untuk memperoleh order dari dispatcher.

Kondisi ini membuat target harian menjadi sulit dicapai tanpa memaksakan diri mengambil order tertentu, yang pada akhirnya menimbulkan tekanan kerja yang tidak sehat.

2. Tingginya Biaya Operasional Harian

Driver menanggung berbagai biaya seperti tol, waktu terjebak macet, biaya charging kendaraan listrik, serta biaya masuk parsel. Total pengeluaran dapat mencapai Rp100.000–Rp150.000 per hari, tanpa jaminan mendapatkan order berikutnya dengan nilai argo yang memadai.

3. Target Insentif Mingguan Rp5.700.000 yang Tidak Masuk Akal

Kenaikan target dari Rp3.800.000 menjadi Rp5.700.000 tidak mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan.

Target ini berpotensi mendorong driver bekerja secara berlebihan, meningkatkan risiko kecelakaan, serta menurunkan keselamatan dan kesejahteraan driver.

4. Usulan Perbaikan

Kami mengusulkan:

Penyesuaian target insentif mingguan menjadi Rp4.000.000

Bonus mingguan sebesar Rp500.000

Evaluasi kebijakan target harian Rp275.000

5. Dampak Nyata di Lapangan

Kebijakan saat ini tidak meningkatkan kinerja, justru menurunkan semangat kerja dan menimbulkan tekanan mental bagi driver.

Selain itu, kami juga mengusulkan adanya sistem prioritas order bagi driver yang telah menyelesaikan trip di luar area bandara agar dapat kembali ke parsel dengan lebih efisien.

Dalam praktik saat ini, driver yang ingin kembali ke parsel seringkali harus:

Mengeluarkan biaya tambahan (tol, waktu, dan energi)

Kembali tanpa membawa penumpang (kosong)

Mengalami kerugian operasional yang berulang

Oleh karena itu, kami mengusulkan:

Adanya prioritas order dengan rute searah atau mengarah kembali ke bandara/parsel

Sistem distribusi order yang lebih adil bagi driver yang sedang dalam perjalanan kembali

Hal ini bertujuan untuk:

Mengurangi beban biaya operasional driver

Meningkatkan efisiensi waktu kerja

Menciptakan sistem yang lebih adil dan berkelanjutan

 

Kami mengajak seluruh driver GreenSM CG Airport serta masyarakat umum yang peduli terhadap keadilan dan keselamatan kerja untuk mendukung petisi ini dengan memberikan tanda tangan. Setiap dukungan yang diberikan sangat berarti dalam mendorong terjadinya perubahan yang lebih baik.

 

avatar of the starter
Rivaldi …Pembuka Petisi

Perkembangan terakhir petisi