Kawal Amalia! Pecat Pejabat Kurang Adab Madun dari Kadisdikbud Kalsel


Kawal Amalia! Pecat Pejabat Kurang Adab Madun dari Kadisdikbud Kalsel
Masalahnya
Pendidikan merupakan proses pembelajaran, tidak hanya bejalar ilmu pengetahuan, tetapi juga etika, adab, sopan santun yang berkaitan dengan perilaku dan tata krama yang baik.
Pejabat publik apalagi di dalam pemerintahan semestinya dapat menjadi teladan dan panutan dalam bersikap. Karena dia memiliki tanggung jawab dalam membuat keputusan dan mempengaruhi banyak orang, terlebih memiliki beban moral karena digaji dari uang rakyat.
Berbeda dengan Muhammadun alias Madun yang merupakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Kadisdikbud Kalsel) sekaligus Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan. Madun mendapat kecaman karena dinilai kurang adab.
Sosoknya viral lantaran secara sembrono datang dengan menenteng rokok dan mengenakan sendal jepit ke acara formal rapat koordinasi dengan para guru yang tergabung dalam tim pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan SMK tahap II di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Senin 2 September 2024 lalu.
Parahnya lagi, salah satu guru honorer SMK, Amalia Wahyuni yang menegurnya malah diusir. Dia bersuara lantaran tidak tahan terhadap asap rokok tersebut dan nekat memposting peristiwa itu ke media sosial (medsos).
Amalia bahkan mendapat berbagai intimidasi dan disuruh menghapus videonya yang berjudul "utamakan adab daripada ilmu" yang telah tersebar dan viral di berbagai medsos.
Perilaku niretika ini merupakan bukan kali pertama Muhammadun berulah. Pada November 2023 lalu, Madun juga melakukan kampanye terselubung saat menjelang pemilu 2024. Ia menyerukan ajakan mencoblos Golkar di acara perpisahan sekolah di Banjarmasin.
Sampai saat ini tak ada sanksi tegas baik dari Bawaslu, Komisi ASN, maupun Gubernur Kalimantan Selatan. Padahal sikap Madun ini jelas sudah mencoreng dunia pendidikan.
Untuk itu, melalui petisi ini kami Koalisi Peduli Pendidikan Banua mengajak masyarakat luas untuk:
1. Mengecam sikap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Muhammadun yang melakukan kampanye terselubung di lingkungan sekolah, merokok dan menggunakan sandal jepit di acara formal, bahkan mengusir guru yang menegurnya.
2. Mendesak Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor segera mengganti Muhammadun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel karena telah mencoreng dunia pendidikan atas perilakunya.
3. Mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim untuk turut mendorong pergantian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammadun.
4. Mendesak Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap Muhammadun karena telah berulang kali melakukan pelanggaran kode etik maupun perilaku.
5. Mengawal Guru Honorer, Amalia Wahyuni yang berani menyuaran kebenaran untuk tidak dipecat dan terhindar dari segala intervensi atas kebenarannya.
Koalisi Peduli Pendidikan Banua:
- Gemar Belajar Banjarmasin
- Sekolah Rakyat Kalsel
- Gema Aksara
- Api Unggun Intelektual
- Lingkar Baca Merdeka Tapin
- Barabai Muda
- Akar Bukit
#kalseldaruratpendidikan #kawalamalia #pecatmadun #gantikadisdikkalsel
Sumber:
https://www.instagram.com/amaliawyn
https://www.reportase9.com/masyarakat-tuntut-copot-jabatan-kadisdikbud/

1.752
Masalahnya
Pendidikan merupakan proses pembelajaran, tidak hanya bejalar ilmu pengetahuan, tetapi juga etika, adab, sopan santun yang berkaitan dengan perilaku dan tata krama yang baik.
Pejabat publik apalagi di dalam pemerintahan semestinya dapat menjadi teladan dan panutan dalam bersikap. Karena dia memiliki tanggung jawab dalam membuat keputusan dan mempengaruhi banyak orang, terlebih memiliki beban moral karena digaji dari uang rakyat.
Berbeda dengan Muhammadun alias Madun yang merupakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Kadisdikbud Kalsel) sekaligus Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan. Madun mendapat kecaman karena dinilai kurang adab.
Sosoknya viral lantaran secara sembrono datang dengan menenteng rokok dan mengenakan sendal jepit ke acara formal rapat koordinasi dengan para guru yang tergabung dalam tim pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan SMK tahap II di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Senin 2 September 2024 lalu.
Parahnya lagi, salah satu guru honorer SMK, Amalia Wahyuni yang menegurnya malah diusir. Dia bersuara lantaran tidak tahan terhadap asap rokok tersebut dan nekat memposting peristiwa itu ke media sosial (medsos).
Amalia bahkan mendapat berbagai intimidasi dan disuruh menghapus videonya yang berjudul "utamakan adab daripada ilmu" yang telah tersebar dan viral di berbagai medsos.
Perilaku niretika ini merupakan bukan kali pertama Muhammadun berulah. Pada November 2023 lalu, Madun juga melakukan kampanye terselubung saat menjelang pemilu 2024. Ia menyerukan ajakan mencoblos Golkar di acara perpisahan sekolah di Banjarmasin.
Sampai saat ini tak ada sanksi tegas baik dari Bawaslu, Komisi ASN, maupun Gubernur Kalimantan Selatan. Padahal sikap Madun ini jelas sudah mencoreng dunia pendidikan.
Untuk itu, melalui petisi ini kami Koalisi Peduli Pendidikan Banua mengajak masyarakat luas untuk:
1. Mengecam sikap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Muhammadun yang melakukan kampanye terselubung di lingkungan sekolah, merokok dan menggunakan sandal jepit di acara formal, bahkan mengusir guru yang menegurnya.
2. Mendesak Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor segera mengganti Muhammadun Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel karena telah mencoreng dunia pendidikan atas perilakunya.
3. Mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Anwar Makarim untuk turut mendorong pergantian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammadun.
4. Mendesak Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap Muhammadun karena telah berulang kali melakukan pelanggaran kode etik maupun perilaku.
5. Mengawal Guru Honorer, Amalia Wahyuni yang berani menyuaran kebenaran untuk tidak dipecat dan terhindar dari segala intervensi atas kebenarannya.
Koalisi Peduli Pendidikan Banua:
- Gemar Belajar Banjarmasin
- Sekolah Rakyat Kalsel
- Gema Aksara
- Api Unggun Intelektual
- Lingkar Baca Merdeka Tapin
- Barabai Muda
- Akar Bukit
#kalseldaruratpendidikan #kawalamalia #pecatmadun #gantikadisdikkalsel
Sumber:
https://www.instagram.com/amaliawyn
https://www.reportase9.com/masyarakat-tuntut-copot-jabatan-kadisdikbud/

1.752
Pengambil Keputusan
Petisi dibuat pada 8 September 2024