Kemenangan

Hentikan Kriminalisasi Ketua KPK Non Aktif Abraham Samad

Petisi ini membuat perubahan dengan 8.414 pendukung!


Sahabat,

Ketua KPK non aktif Abraham Samad saat ini tersandung kasus hukum yg dituduhkan kepadanya . Sudah dua kali ia diperiksa di Polda Sulsel bahkan sempat diberitakan ditahan Selasa malam (28/4/2015). Ia dituduh terkait kasus data palsu di kartu keluarga. Apakah sesederhana itu? Apakah sedemikian perlu ditahan?

Saya mengenal Abraham, begitu sapaan kami kepada Abraham Samad, sejak saya mahasiswa. Pada 1998 dia ikut gerakan reformasi. Di masa itu kami sering bertemu di jalan. Semakin dekat ketika dia memimpin organisasi Anti Corruption Committee Sulawesi. Hampir setiap saat kami bertemu, berdiskusi tentang Indonesia yg lebih baik, memberantas korupsi yg dinilainya sudah berakar.

Persahabatan saya semakin akrab tatkala AS membela saya saat saya dikriminalisasi karena membela profesi wartawan. Saya dilaporkan oleh kapolda Sulselbar Irjen Sisno Adiwinoto. Sejak itu saya yakin, AS adalah sosok yg berjuang tanpa pamrih. Saya pun mengenalnya lebih dekat, bergaul bersama keluarganya, istri dan kedua anaknya. Ia sosok aktivis pengacara Anti korupsi. Ia menolak menangani kasus-kasus korupsi.

Ia pernah berujar kepada saya bahwa ia ingin dedikasikan hidupnya buat penegakan anti korupsi di Indonesia. Ia juga seorang yang agamis, selalu sholat lima waktu apapun kondisinya. Ketika ia meraih gelar Doktor Ilmu Hukum di Universitas Hasanuddin, saya termasuk yang mendorongnya maju di KPK. Alhamdulillah dia lolos dan terpilih sebagai ketua KPK termuda dalam sejarah KPK. Saat ikut seleksi kami sepakat bahwa AS akan mewakafkan hidupnya buat KPK. Saya menghormatinya, dan saya ke balik ke Makassar, sementara AS berjibaku di Jakarta.

Waktu berjalan, tekad AS meluruskan cita-cita Indonesia bersih tak sepenuhnya mulus. Ia menemui banyak rintangan. Belum lama ini, ketika kasus kriminalisasi pimpinan KPK mencuat untuk kali pertama saya mendatanginya di kantor KPK. Saya merasa perlu menemuinya gara-gara saya melihat Ia menangis saat koleganya Bambang Widjojanto ditangkap.Saya sempat protes kenapa harus menangis. AS menjawab, "saya sedih saja." Selama ini kita sudah memberikan semuanya ke negara ini buat penegakan anti korupsi. Tetapi negara kok tidak ada di saat kami dan KPK membutuhkannya. Akhir-akhir ini saya akhirnya memahami airmata AS. Wajar dia menangis. Kita adalah bangsa yang mudah melupakan jasa baik seseorang.

Abraham mungkin bukan laki-laki yang sempurna, tapi dia seorang sahabat yang teguh dan punya prinsip memperbaiki negara ini lewat pemberantasan anti korupsi. Di sini dia paripurna. Dengan segala keterbatasan sebagai Manusia biasa yang datang dari kota kecil, ia ingin membuat sejarah buat bangsanya. Membebaskan negara ini dari korupsi. Sikapnya yang tegas terhadap korupsi membuatnya dia dibenci oleh siapa saja, termasuk orang-orang nya sendiri di kampung halamannya. Abraham bahkan tak segan-segan mengatakan siap mati buat melawan korupsi.

Saya percaya masih banyak diantara kita yang peduli pada sahabat saya ini. Setidaknya membelanya dari segala tuduhan yang sengaja dibuat untuk menghentikannya melawan korupsi di negara ini. Saya sendiri tahu AS tidak takut dipenjara karena kasus yg dituduhkan kepadanya. Tapi saya sebagai sahabat tdk ingin AS dipenjara oleh negara yang ia justru bela selama ini. Tdk adil rasanya melihat dia diperlakukan seperti saat ini.

Mari kita bela AS sahabat kita semua. Dukung ya petisi saya, #bebaskanAS

Salam,

Upi Asmaradhana



Hari ini: Upi mengandalkanmu

Upi Asmaradhana membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Kapolri Badrodin Haiti, Hentikan Kriminalisasi Ketua KPK Non Aktif Abraham Samad. @DivHumasPolri #bebaskanAS". Bergabunglah dengan Upi dan 8.413 pendukung lainnya hari ini.