MAHASISWI DIPUKUL OKNUM PNS PEMKOT PONTIANAK HINGGA BERLUMURAN DARAH


MAHASISWI DIPUKUL OKNUM PNS PEMKOT PONTIANAK HINGGA BERLUMURAN DARAH
Masalahnya
Pada hari Senin malam, 9 November 2015, Veronika, mahasiswi STIE Widya Dharma Pontianak menjadi korban penghinaan dan tindak kekerasan dari seorang laki-laki pengemudi mobil KB 777 HX. Ketika keluar dari area kampus Widya Dharma, lalu lintas umumnya padat. Dalam kondisi jalan yang macet, Veronika tak bisa dengan segera memberi jalan kepada pengemudi yang telah berkali-kali membunyikan klakson. Laki-laki (oknum PNS Pemkot Pontianak) ini tak bisa sabar. Veronika dibuntuti, dicaci-maki, diludahi, dan dipukuli hingga hidungnya berlumuran darah. Akibat dari perlakuan ini, Veronika harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Kharitas Bakti Pontianak. Saat ini kasusnya sudah ditangani Polresta Pontianak. Namun pelaku belum ditahan karena alasan tertentu.
Penghinaan dan penganiayaan yang dilakukan sungguh di luar batas wajar kemanusiaan yang adil dan beradab. Teristimewa hal itu dilakukan oleh seorang laki-laki dewasa terhadap seorang perempuan (anak kuliah). Keadilan seyogyanya ditegakkan tanpa pandang bulu demi menciptakan efek jera bagi pelaku maupun orang lain. Semoga hal serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.
Oleh sebab itu, melalui petisi ini, kami memohon aparat-aparat hukum dan abdi negara Kalimantan Barat (Kapolda, Kapolresta Pontianak, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, Walikota) untuk:
1. Menegakkan hukum positif seadil-adilnya secara transparan tanpa intervensi
2. Melakukan penahanan tersangka demi rasa keadilan dan keamanan
3. Mewajibkan tersangka untuk memulihkan nama baik korban (mahasiswi) yang telah dicaci-maki dengan ujaran kebencian
4. Meninjau dan mempertimbangkan kembali status tersangka sebagai PNS (abdi masyarakat)
Sekian dan terima kasih. STOP KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN!

Masalahnya
Pada hari Senin malam, 9 November 2015, Veronika, mahasiswi STIE Widya Dharma Pontianak menjadi korban penghinaan dan tindak kekerasan dari seorang laki-laki pengemudi mobil KB 777 HX. Ketika keluar dari area kampus Widya Dharma, lalu lintas umumnya padat. Dalam kondisi jalan yang macet, Veronika tak bisa dengan segera memberi jalan kepada pengemudi yang telah berkali-kali membunyikan klakson. Laki-laki (oknum PNS Pemkot Pontianak) ini tak bisa sabar. Veronika dibuntuti, dicaci-maki, diludahi, dan dipukuli hingga hidungnya berlumuran darah. Akibat dari perlakuan ini, Veronika harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Kharitas Bakti Pontianak. Saat ini kasusnya sudah ditangani Polresta Pontianak. Namun pelaku belum ditahan karena alasan tertentu.
Penghinaan dan penganiayaan yang dilakukan sungguh di luar batas wajar kemanusiaan yang adil dan beradab. Teristimewa hal itu dilakukan oleh seorang laki-laki dewasa terhadap seorang perempuan (anak kuliah). Keadilan seyogyanya ditegakkan tanpa pandang bulu demi menciptakan efek jera bagi pelaku maupun orang lain. Semoga hal serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang.
Oleh sebab itu, melalui petisi ini, kami memohon aparat-aparat hukum dan abdi negara Kalimantan Barat (Kapolda, Kapolresta Pontianak, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, Walikota) untuk:
1. Menegakkan hukum positif seadil-adilnya secara transparan tanpa intervensi
2. Melakukan penahanan tersangka demi rasa keadilan dan keamanan
3. Mewajibkan tersangka untuk memulihkan nama baik korban (mahasiswi) yang telah dicaci-maki dengan ujaran kebencian
4. Meninjau dan mempertimbangkan kembali status tersangka sebagai PNS (abdi masyarakat)
Sekian dan terima kasih. STOP KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN!

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 18 November 2015