KAMI ORANGTUA MENOLAK PEMILIHAN ULANG KETUA KOMITE SEKOLAH PERIODE 2025/2028


KAMI ORANGTUA MENOLAK PEMILIHAN ULANG KETUA KOMITE SEKOLAH PERIODE 2025/2028
Masalahnya
Sebuah Seruan untuk Menjaga Stabilitas, Demokrasi, dan Masa Depan Pendidikan Anak-Anak Kita di SD Laboratorium UPI Cibiru
Kepada Yth.,
Bapak/Ibu Orang Tua/Wali Murid SD Laboratorium UPI Cibiru,
Bapak/Ibu Guru dan Staf Sekolah,
Serta seluruh Pihak Terkait yang Peduli terhadap Masa Depan Pendidikan,
Dengan penuh rasa tanggung jawab dan kepedulian yang mendalam terhadap iklim pendidikan yang kondusif bagi anak-anak kita, kami, para orang tua dari SD Laboratorium UPI Cibiru, merasa terpanggil untuk menyampaikan suara kolektif kami melalui petisi ini. Petisi ini merupakan bentuk penegasan sikap kami:
MENOLAK SECARA TEGAS SEGALA BENTUK USAHA UNTUK MENGADAKAN PEMILIHAN ULANG KETUA KOMITE SEKOLAH untuk periode jabatan 2025-2028.
Latar Belakang
Pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025, telah diselenggarakan suatu momen penting dalam kehidupan bermasyarakat sekolah kita: Pemilihan Ketua Komite Sekolah. Proses ini tidak dijalankan dengan sembarangan. Ia didahului dengan pencalonan kandidat dan penyampaian visi misi secara transparan kepada seluruh orang tua. Setiap suara dihargai dan akhirnya, melalui mekanisme yang jujur dan adil, terpilihlah seorang figur yang dianggap mampu mengemban amanah besar ini, yaitu Ibu Angelita Natalia.
Hasil pemilihan ini bukan sekadar tentang menang atau kalahnya suatu calon. Lebih dari itu, ini adalah cerminan dari kedaulatan kolektif kita sebagai orang tua. Ini adalah bukti bahwa komunitas sekolah kita mampu menyelenggarakan proses demokrasi dengan kedewasaan dan integritas. Kami, para orang tua, merasa bangga. Bangga karena telah menjadi bagian dari sebuah proses yang bermartabat, yang memprioritaskan kepentingan terbaik bagi sekolah dan, ujung-ujungnya, bagi anak-anak kita.
Mengapa Kami Menolak Pemilihan Ulang?
Usulan untuk mengadakan pemilihan ulang bukanlah sekadar wacana biasa. Ia bagaikan batu yang dilempar ke dalam kolam yang tenang; riak-riaknya akan menyebar dan mengganggu ketenangan yang telah susah payah kita jaga. Penolakan kami didasarkan pada beberapa pertimbangan mendasar yang memiliki dampak sangat serius:
Merusak Fondasi Demokrasi dan Kredibilitas Lembaga.
Menggugat hasil pemilihan yang sah dan demokratis sama saja dengan menginjak-injak prinsip musyawarah dan kesepakatan bersama. Apa jadinya jika setiap keputusan kolektif yang tidak sesuai dengan keinginan segelintir orang langsung digugat dan diminta diulang? Ini akan meruntuhkan kredibilitas setiap lembaga dan proses yang ada di sekolah kita di masa depan.
Menciptakan Polarisasi dan Meracuni Iklim Sosial Sekolah.
Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman, bukan medan pertikaian. Pemilihan ulang akan memaksa orang tua untuk kembali memilih sisi, memperdalam jurang perbedaan pendapat, dan berpotensi memicu konflik horizontal yang tidak perlu. Energi yang seharusnya dipakai untuk berkolaborasi mendukung sekolah justru terkuras untuk menghadapi dinamika politik internal yang melelahkan. Anak-anak kita bisa merasakan ketegangan ini, dan hal itu dapat mempengaruhi kenyamanan psikologis mereka dalam belajar.
Mengalihkan Fokus dari Tujuan Utama: Pendidikan Anak.
Ini adalah poin yang paling krusial. Waktu, tenaga, dan pikiran para orang tua, guru, dan pihak sekolah akan kembali tersedot untuk mengurusi proses pemilihan, mulai dari persiapan, kampanye, hingga pelaksanaannya. Padahal, sumber daya yang berharga ini seharusnya diarahkan sepenuhnya untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, ekstrakurikuler, fasilitas sekolah, dan kesejahteraan guru. Setiap menit yang terbuang untuk kegaduhan politik ini adalah satu menit yang dicuri dari perhatian terhadap masa depan akademis dan karakter anak-anak kita.
Tidak Adanya Alasan yang Kuat dan Legitim untuk Menggugat Hasil.
Sampai saat ini, tidak ada bukti atau alasan yang sah dan objektif—seperti pelanggaran prosedur berat, kecurangan yang terbukti, atau manipulasi suara—yang mengemuka untuk membatalkan hasil pemilihan 23 Agustus 2025. Ketidakpuasan subjektif dari sebagian kecil pihak bukanlah dasar yang cukup kuat untuk membatalkan sebuah keputusan yang telah disepakati oleh mayoritas. Mengabulkan tuntutan pemilihan ulang hanya karena desakan yang vokal justru merupakan bentuk ketidakadilan bagi suara mayoritas yang telah menggunakan haknya dengan baik.
Mengganggu Kontinuitas Kepemimpinan dan Program Kerja.
Ibu Angelita Natalia yang terpilih telah memiliki mandat untuk memimpin selama periode 2025-2028. Beliau berhak dan perlu diberikan kesempatan serta ruang untuk bekerja, menyusun program, dan berkontribusi sesuai dengan visi-misinya. Menggoyahkan posisinya dengan wacana pemilihan ulang akan menciptakan ketidakpastian yang menghambat inisiatif dan perencanaan jangka panjang. Stabilitas kepemimpinan adalah kunci untuk mewujudkan program-program yang berkelanjutan dan bermakna bagi sekolah.
Sebuah Ajakan untuk Bersatu
Oleh karena itu, melalui petisi ini, kami tidak hanya menyatakan penolakan. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat sekolah untuk:
Mengedepankan Rasionalitas dan Kedewasaan. Marilah kita melihat persoalan ini dengan kepala dingin. Evaluasi lah dampak jangka panjangnya, bukan sekadar emosi sesaat.
Menjaga Kepercayaan yang Sudah Terbangun. Kepercayaan adalah modal sosial yang paling berharga dan paling sulit dibangun. Jangan sia-siakan kepercayaan yang telah diberikan oleh ratusan orang tua melalui kotak suara.
Memprioritaskan Kepentingan Bersama di Atas Kepentingan Pribadi atau Golongan. Kepentingan terbesar kita semua adalah stabilitas sekolah dan keberhasilan pendidikan anak-anak. Tidak ada kepentingan lain yang boleh mengatasinya.
Mendukung Sepenuhnya Kepemimpinan Ibu Angelita Natalia. Berikanlah kesempatan dan dukungan yang diperlukan agar beliau dapat menjalankan tugasnya dengan baik untuk kemajuan sekolah kita.
Tindakan yang Kami Harapkan:
Dengan menandatangani petisi ini, kami berkomitmen untuk:
Secara aktif menolak dan tidak berpartisipasi dalam segala bentuk inisiatif atau pertemuan yang bertujuan untuk mengadakan pemilihan ulang.
Menyebarkan semangat persatuan dan kedamaian di kalangan orang tua, serta meredam segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah.
Mengalihkan seluruh energi dan sumber daya kita untuk berkolaborasi mendukung program sekolah dan kegiatan belajar mengajar anak-anak.
Seruan Terakhir:
Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian, Masa depan anak-anak kita terlalu berharga untuk dikorbankan oleh dinamika politik yang tidak produktif. Suara kita hari ini akan menentukan iklim sekolah kita esok hari. Mari kita pilih ketenangan, bukan kegaduhan. Mari kita pilih persatuan, bukan perpecahan. Mari kita pilih fokus pada pendidikan, bukan pada pertikaian.
Tandatangani petisi ini sekarang juga!
Bersuara lah untuk demokrasi, untuk stabilitas, dan yang terpenting, untuk masa depan anak-anak kita.
Setiap tanda tangan adalah sebuah penegasan: Kami Peduli, Kami Hadir, dan Kami Menolak Pemilihan Ulang!
87
Masalahnya
Sebuah Seruan untuk Menjaga Stabilitas, Demokrasi, dan Masa Depan Pendidikan Anak-Anak Kita di SD Laboratorium UPI Cibiru
Kepada Yth.,
Bapak/Ibu Orang Tua/Wali Murid SD Laboratorium UPI Cibiru,
Bapak/Ibu Guru dan Staf Sekolah,
Serta seluruh Pihak Terkait yang Peduli terhadap Masa Depan Pendidikan,
Dengan penuh rasa tanggung jawab dan kepedulian yang mendalam terhadap iklim pendidikan yang kondusif bagi anak-anak kita, kami, para orang tua dari SD Laboratorium UPI Cibiru, merasa terpanggil untuk menyampaikan suara kolektif kami melalui petisi ini. Petisi ini merupakan bentuk penegasan sikap kami:
MENOLAK SECARA TEGAS SEGALA BENTUK USAHA UNTUK MENGADAKAN PEMILIHAN ULANG KETUA KOMITE SEKOLAH untuk periode jabatan 2025-2028.
Latar Belakang
Pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025, telah diselenggarakan suatu momen penting dalam kehidupan bermasyarakat sekolah kita: Pemilihan Ketua Komite Sekolah. Proses ini tidak dijalankan dengan sembarangan. Ia didahului dengan pencalonan kandidat dan penyampaian visi misi secara transparan kepada seluruh orang tua. Setiap suara dihargai dan akhirnya, melalui mekanisme yang jujur dan adil, terpilihlah seorang figur yang dianggap mampu mengemban amanah besar ini, yaitu Ibu Angelita Natalia.
Hasil pemilihan ini bukan sekadar tentang menang atau kalahnya suatu calon. Lebih dari itu, ini adalah cerminan dari kedaulatan kolektif kita sebagai orang tua. Ini adalah bukti bahwa komunitas sekolah kita mampu menyelenggarakan proses demokrasi dengan kedewasaan dan integritas. Kami, para orang tua, merasa bangga. Bangga karena telah menjadi bagian dari sebuah proses yang bermartabat, yang memprioritaskan kepentingan terbaik bagi sekolah dan, ujung-ujungnya, bagi anak-anak kita.
Mengapa Kami Menolak Pemilihan Ulang?
Usulan untuk mengadakan pemilihan ulang bukanlah sekadar wacana biasa. Ia bagaikan batu yang dilempar ke dalam kolam yang tenang; riak-riaknya akan menyebar dan mengganggu ketenangan yang telah susah payah kita jaga. Penolakan kami didasarkan pada beberapa pertimbangan mendasar yang memiliki dampak sangat serius:
Merusak Fondasi Demokrasi dan Kredibilitas Lembaga.
Menggugat hasil pemilihan yang sah dan demokratis sama saja dengan menginjak-injak prinsip musyawarah dan kesepakatan bersama. Apa jadinya jika setiap keputusan kolektif yang tidak sesuai dengan keinginan segelintir orang langsung digugat dan diminta diulang? Ini akan meruntuhkan kredibilitas setiap lembaga dan proses yang ada di sekolah kita di masa depan.
Menciptakan Polarisasi dan Meracuni Iklim Sosial Sekolah.
Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman, bukan medan pertikaian. Pemilihan ulang akan memaksa orang tua untuk kembali memilih sisi, memperdalam jurang perbedaan pendapat, dan berpotensi memicu konflik horizontal yang tidak perlu. Energi yang seharusnya dipakai untuk berkolaborasi mendukung sekolah justru terkuras untuk menghadapi dinamika politik internal yang melelahkan. Anak-anak kita bisa merasakan ketegangan ini, dan hal itu dapat mempengaruhi kenyamanan psikologis mereka dalam belajar.
Mengalihkan Fokus dari Tujuan Utama: Pendidikan Anak.
Ini adalah poin yang paling krusial. Waktu, tenaga, dan pikiran para orang tua, guru, dan pihak sekolah akan kembali tersedot untuk mengurusi proses pemilihan, mulai dari persiapan, kampanye, hingga pelaksanaannya. Padahal, sumber daya yang berharga ini seharusnya diarahkan sepenuhnya untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, ekstrakurikuler, fasilitas sekolah, dan kesejahteraan guru. Setiap menit yang terbuang untuk kegaduhan politik ini adalah satu menit yang dicuri dari perhatian terhadap masa depan akademis dan karakter anak-anak kita.
Tidak Adanya Alasan yang Kuat dan Legitim untuk Menggugat Hasil.
Sampai saat ini, tidak ada bukti atau alasan yang sah dan objektif—seperti pelanggaran prosedur berat, kecurangan yang terbukti, atau manipulasi suara—yang mengemuka untuk membatalkan hasil pemilihan 23 Agustus 2025. Ketidakpuasan subjektif dari sebagian kecil pihak bukanlah dasar yang cukup kuat untuk membatalkan sebuah keputusan yang telah disepakati oleh mayoritas. Mengabulkan tuntutan pemilihan ulang hanya karena desakan yang vokal justru merupakan bentuk ketidakadilan bagi suara mayoritas yang telah menggunakan haknya dengan baik.
Mengganggu Kontinuitas Kepemimpinan dan Program Kerja.
Ibu Angelita Natalia yang terpilih telah memiliki mandat untuk memimpin selama periode 2025-2028. Beliau berhak dan perlu diberikan kesempatan serta ruang untuk bekerja, menyusun program, dan berkontribusi sesuai dengan visi-misinya. Menggoyahkan posisinya dengan wacana pemilihan ulang akan menciptakan ketidakpastian yang menghambat inisiatif dan perencanaan jangka panjang. Stabilitas kepemimpinan adalah kunci untuk mewujudkan program-program yang berkelanjutan dan bermakna bagi sekolah.
Sebuah Ajakan untuk Bersatu
Oleh karena itu, melalui petisi ini, kami tidak hanya menyatakan penolakan. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat sekolah untuk:
Mengedepankan Rasionalitas dan Kedewasaan. Marilah kita melihat persoalan ini dengan kepala dingin. Evaluasi lah dampak jangka panjangnya, bukan sekadar emosi sesaat.
Menjaga Kepercayaan yang Sudah Terbangun. Kepercayaan adalah modal sosial yang paling berharga dan paling sulit dibangun. Jangan sia-siakan kepercayaan yang telah diberikan oleh ratusan orang tua melalui kotak suara.
Memprioritaskan Kepentingan Bersama di Atas Kepentingan Pribadi atau Golongan. Kepentingan terbesar kita semua adalah stabilitas sekolah dan keberhasilan pendidikan anak-anak. Tidak ada kepentingan lain yang boleh mengatasinya.
Mendukung Sepenuhnya Kepemimpinan Ibu Angelita Natalia. Berikanlah kesempatan dan dukungan yang diperlukan agar beliau dapat menjalankan tugasnya dengan baik untuk kemajuan sekolah kita.
Tindakan yang Kami Harapkan:
Dengan menandatangani petisi ini, kami berkomitmen untuk:
Secara aktif menolak dan tidak berpartisipasi dalam segala bentuk inisiatif atau pertemuan yang bertujuan untuk mengadakan pemilihan ulang.
Menyebarkan semangat persatuan dan kedamaian di kalangan orang tua, serta meredam segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah.
Mengalihkan seluruh energi dan sumber daya kita untuk berkolaborasi mendukung program sekolah dan kegiatan belajar mengajar anak-anak.
Seruan Terakhir:
Bapak, Ibu, Saudara-saudara sekalian, Masa depan anak-anak kita terlalu berharga untuk dikorbankan oleh dinamika politik yang tidak produktif. Suara kita hari ini akan menentukan iklim sekolah kita esok hari. Mari kita pilih ketenangan, bukan kegaduhan. Mari kita pilih persatuan, bukan perpecahan. Mari kita pilih fokus pada pendidikan, bukan pada pertikaian.
Tandatangani petisi ini sekarang juga!
Bersuara lah untuk demokrasi, untuk stabilitas, dan yang terpenting, untuk masa depan anak-anak kita.
Setiap tanda tangan adalah sebuah penegasan: Kami Peduli, Kami Hadir, dan Kami Menolak Pemilihan Ulang!
87
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 26 September 2025