Kajian ulang program gratis ongkir Shopee


Kajian ulang program gratis ongkir Shopee
Masalahnya
Sebagai pelaku UMKM di Jawa Barat, saya pribadi merasa sangat dirugikan oleh kebijakan ongkir gratis dari Shopee. Program ini, meski tampak menguntungkan bagi pembeli, justru menimbulkan disparitas yang signifikan dalam tarif ongkir dan akhirnya merugikan para penjual kecil seperti saya. Perbedaan ongkos kirim yang diberikan oleh platform ini menyebabkan margin keuntungan kami menipis dan semakin sulit untuk bersaing sehat di pasar.
Program gratis ongkir, yang seharusnya menjadi daya tarik pembeli, seringkali tidak sebanding dengan pengeluaran yang harus kami tanggung. Kebijakan ini cenderung membebankan biaya ongkir kepada penjual, yang pada akhirnya dapat merugikan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal di Jawa Barat. Tidak jarang, kami sebagai penjual harus menanggung selisih biaya kirim, yang jika ini terus berlanjut, dapat mengancam kelangsungan usaha kecil kami dan banyak penjual lainnya.
Penting bagi Shopee untuk mempertimbangkan kembali dampak dari program ini bagi semua pihak, termasuk kami para pelaku UMKM. Kami mengusulkan agar kebijakan ini dikaji ulang, dengan melihat kemungkinan pembagian ongkos kirim yang lebih proporsional antara penjual, pembeli, dan platform itu sendiri. Alternatif lain bisa berupa subsidi ongkir dari pihak Shopee, sehingga tidak sepenuhnya membebani penjual kecil.
Lebih dari sekadar keuntungan jangka pendek, penting bagi platform seperti Shopee untuk mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem UMKM yang turut berkontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Dengan adanya perubahan kebijakan yang lebih adil, kami yakin para penjual dapat tetap memberikan layanan terbaik dan menjaga keberlanjutan usaha mereka.
Kepada pihak Shopee dan seluruh pengguna, saya memohon dukungannya untuk menyuarakan isu penting ini. Dengan menandatangani petisi ini, kita dapat bersama-sama mendorong perubahan kebijakan yang lebih adil dan menguntungkan bagi semua pihak. Tanda tangan Anda sangat berarti bagi kami dan masa depan UMKM di Indonesia.

1
Masalahnya
Sebagai pelaku UMKM di Jawa Barat, saya pribadi merasa sangat dirugikan oleh kebijakan ongkir gratis dari Shopee. Program ini, meski tampak menguntungkan bagi pembeli, justru menimbulkan disparitas yang signifikan dalam tarif ongkir dan akhirnya merugikan para penjual kecil seperti saya. Perbedaan ongkos kirim yang diberikan oleh platform ini menyebabkan margin keuntungan kami menipis dan semakin sulit untuk bersaing sehat di pasar.
Program gratis ongkir, yang seharusnya menjadi daya tarik pembeli, seringkali tidak sebanding dengan pengeluaran yang harus kami tanggung. Kebijakan ini cenderung membebankan biaya ongkir kepada penjual, yang pada akhirnya dapat merugikan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal di Jawa Barat. Tidak jarang, kami sebagai penjual harus menanggung selisih biaya kirim, yang jika ini terus berlanjut, dapat mengancam kelangsungan usaha kecil kami dan banyak penjual lainnya.
Penting bagi Shopee untuk mempertimbangkan kembali dampak dari program ini bagi semua pihak, termasuk kami para pelaku UMKM. Kami mengusulkan agar kebijakan ini dikaji ulang, dengan melihat kemungkinan pembagian ongkos kirim yang lebih proporsional antara penjual, pembeli, dan platform itu sendiri. Alternatif lain bisa berupa subsidi ongkir dari pihak Shopee, sehingga tidak sepenuhnya membebani penjual kecil.
Lebih dari sekadar keuntungan jangka pendek, penting bagi platform seperti Shopee untuk mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem UMKM yang turut berkontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Dengan adanya perubahan kebijakan yang lebih adil, kami yakin para penjual dapat tetap memberikan layanan terbaik dan menjaga keberlanjutan usaha mereka.
Kepada pihak Shopee dan seluruh pengguna, saya memohon dukungannya untuk menyuarakan isu penting ini. Dengan menandatangani petisi ini, kita dapat bersama-sama mendorong perubahan kebijakan yang lebih adil dan menguntungkan bagi semua pihak. Tanda tangan Anda sangat berarti bagi kami dan masa depan UMKM di Indonesia.

1
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 4 Desember 2025