Selamatkan Anak Bangsa! Drop RUU Pertembakauan "Titipan" Industri Rokok

0 telah menandatangani. Mari kita ke 10.000.


Pernah dengar tentang Rancangan Undang-undang Pertembakauan atau RUUP? Banyak orang terkecoh dan mengira bahwa RUU ini bertujuan melindungi petani tembakau, dilihat dari namanya. Tapi, nyatanya RUU yang diinisiatif oleh DPR ini justru sarat kepentingan kapitalisme perusahaan rokok dan mengesampingkan kepentingan masyarakat, khususnya dalam hal kesehatan.

Diributkan sejak 2012, banyak pihak yang sudah layangkan surat penolakan ke DPR, RUU ini terus maju dan saat ini tinggal selangkah lagi menuju sah. RUU Pertembakauan tinggal menunggu Surat Presiden untuk melanjutkan pembahasan antara DPR dan Pemerintah.

Teman-teman, RUU ini harus segera dicabut dan kami membutuhkan bantuan kalian untuk mendorongnya. Kenapa? Simak 5 alasan berikut

1. RUU Pertembakuan sangat diskriminatif dan dipaksakan

Mengapa kita harus memiliki UU khusus terhadap komoditi yang hanya dihasilkan oleh 3 provinsi? Bagaimana dengan komoditi yang lebih penting lainnya yang menguasai hajat hidup orang banyak, seperti padi, umbi-umbian, tanaman palawija? Padahal banyak pasal dalam RUU Pertembakauan sebenarnya sudah diatur dalam 14 UU lainnya. Bayangkan bagaimana jadinya 14 UU ini justru harus mengalami revisi demi mengikuti UU sebuah komoditi? 

2. RUU Pertembakauan sarat kepentingan industri kapitalis

Dalam pasal-pasalnya disebutkan, tujuan utama RUU Pertembakauan adalah untuk meningkatkan industri hasil tembakau. Industri naik→ produksi naik → konsumsi naik. Siapa calon konsumen yang jadi sasaran? Tidak lain adalah anak-anak kita yang akan menjadi pelanggan setia karena adiksinya.

Tentu ini bertentangan dengan Nawacita Presiden Jokowi yang ingin meningkatkan kualitas SDM, dan rencana strategis Kemenkes yang salah satu tujuannya adalah penurunan konsumsi produk tembakau. Ekspor produk tembakau akan sulit dilakukan karena hampir seluruh dunia telah membuat peraturan yang melindungi penduduknya dari rokok.

3. RUU Pertembakauan mematahkan banyak aturan pengendalian tembakau

Aturan tentang pengendalian produk tembakau untuk melindungi masyarakat, di antaranya pencantuman label peringatan kesehatan bergambar dan ketentuan kawasan tanpa rokok akan tak berlaku.

Di dalam RUU Pertembakauan, peringatan kesehatan akan kembali hanya berupa tulisan (yang terbukti tidak efektif), bahkan tidak ada label peringatan apapun di beberapa produk tembakau tertentu. RUU Pertembakauan juga justru mengharuskan adanya fasilitas ruang khusus untuk merokok yang akan melemahkan perda-perda Kawasan Tanpa Rokok yang sudah ada. Selain itu, RUU Pertembakauan membolehkan pelaku usaha untuk membuat iklan dan promosi produk mereka.

Semua aturan di atas berujung pada upaya peningkatan konsumsi akibat peningkatan produksi yang menjadi napas RUU ini.  

4. RUU Pertembakauan ancam buruh pabrik rokok

Pihak-pihak tertentu pendukung RUU Pertembakauan selalu bersuara keras di media bahwa RUU ini diciptakan untuk melindungi petani dan buruh rokok. Kenyataannya, RUU Pertembakauan justru melindungi dan mendukung penggunaan mesin oleh industri rokok. Ini terlihat dari peta jalan industri tembakau yang akan meningkatkan produksi rokok mesin hingga 80% dalam lima tahun ke depan. Ini artinya,  RUU ini berpihak pada industri penggunaan mesin, bukan melindungi industri yang padat karya yang akibatnya akan berakibat pada PHK besar-besaran pada pekerja pabrik rokok. Jadi, siapa bilang RUU Pertembakauan untuk kepentingan buruh rokok?

5. Hubungan dekat RUU Pertembakauan dengan Permenperin yang pro-rokok  

Sejalan dengan kepentingan yang ada dalam RUUP, Menteri Perindustrian juga mengeluarkan Permenperin 63/2015 tentang Peta Jalan Produksi Industri Hasil Tembakau (IHT). Aturan yang pro-rokok ini secara jelas bertujuan meningkatkan produksi rokok dengan tingkat kecepatan pertumbuhan 5-7,4% per tahun, membuat total produksinya menjadi 524,2 miliar batang pada tahun 2020. Bayangkan, 524,2 miliar batang setahun! Jika perkiraan penduduk Indonesia di tahun 2020 adalah 270 juta orang, maka di tahun itu setiap orang –anak-anak maupun dewasa—akan merokok 1900an batang rokok per tahun.

Untungnya, Mahkamah Agung kemudian membatalkannya karena dianggap melanggar konstitusi. Namun, napas isi Permenperin yang pro-rokok di atas kini masuk dalam RUU Pertembakauan, yaitu peningkatan produksi. Padahal Mahkamah Agung telah membatalkan Permen tersebut karena dianggap melanggar konstitusi, yang artinya, aturan apapun dengan tujuan menaikkan produksi rokok adalah melanggar konstitusi. Hal ini seharusnya juga berlaku untuk RUU Pertembakauan!

Konsumsi rokok memiliki konsekuensi yang sangat membahayakan bagi masa depan Indonesia. Bukan saja terkait dampak kesehatan, namun juga dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara luas.

Karena itu, teman-teman, mari bergabung bersama kami dan para pendukung petisi di bawah ini. Perjuangan melawan kapitalisme industri memang tidak akan pernah mudah. Para pemangku kebijakan bisa saja silau dan enggan bergerak, namun jika kita berani bertindak dan melakukannya bersama-sama, maka perubahan akan terjadi.

Demi masa depan bangsa, bantu kami, bantu bangsa kita, tanda tangani petisi ini.

#TOLAKRUUP


Oleh Julius Ibrani
Anggota Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI)

 

Petisi ini didukung oleh:

Prof. Dr. Emil Salim
M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum
Prof. Dr. H. Muhammad Quraish Shihab, MA
dr. Andi Nafsiah Walinono Mboi, SpA, M.P.H.
Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH.
Prof. Dr. Todung Mulya Lubis, S.H.,LL.M
Dr. Kartono Mohamad
Dr. Imam B. Prasodjo
Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si.
Najwa Shihab
DR H Hakim Sorimuda Pohan, SPOG
Arifin Panigoro
Harbrinderjit Singh Dillon
Tuti Nusandari Roosdiono
Cri Puspa Dewi Motik Pramono
Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes.
Prof. dr. Anhari Achadi, SKM, Sc.D
Saparinah Sadli
Dr. Hasto Wardoyo, SP. OG.
Abdillah Ahsan, S.E., M.S.E
Svida Alisjahbana
dr. Masfar Salim Sp.FK



Hari ini: Julius mengandalkanmu

Julius Ibrani membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "@Jokowi @sn_setyanovanto, Selamatkan Anak Bangsa! Drop RUU Pertembakauan "Titipan" Industri Rokok". Bergabunglah dengan Julius dan 9.554 pendukung lainnya hari ini.